Oleh D.
Budiarti Saputri
Tenaga
Kesehatan
Harga
minyak dunia terus meningkat seiring masih memanasnya konflik Iran, AS dan
Israel. Meski begitu, BBM subsidi di Indonesia belum ada mengalami kenaikan.
Hal inipun di sampaikan oleh Mentri keuangan Purbaya.
"Kami siap tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata harga minyak dunia US$100/barel sudah dihitung. Kalau nonsubsidi bukan hitungan kami. BBM subsidi aman enggak usah takut, kami sudah hitung," papar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (06/04). Dikutip dari bbcnews.com (3/4/2026).
BBM bersubsidi tidak naik, tetapi BBM nonsubsidi naik. Di beberapa tempat masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, atau membeli secara eceran dengan harga tinggi. Hal ini terjadi karena kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, efek penutupan selat Hormuz oleh Iran.
Akan tetapi, sejumlah ekonom menilai kemampuan fiskal negara hanya bisa menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka pendek atau beberapa minggu ke depan di tengah lonjakan harga minyak dunia. Dikutip dari bbcnews.com (3/4/2026).
Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah melakukan langkah-langkah penghematan seperti WFH, pembatasan pembelian BBM untuk kendaraan roda 4, pengurangan jumlah hari untuk MBG, dll. Pemerintah mengalami dilema dengan kenaikan harga BBM saat ini akan menyebabkan inflasi dan gejolak sosial. Belum naik saja, antrean sudah terjadi di beberapa tempat. Jika tidak dinaikkan, defisit APBN akan makin besar.
Indonesia adalah net importir minyak sehingga tergantung pada pasokan BBM dari luar. Ketika pasokan tersendat karena urusan negara asing, maka Indonesia terkena dampaknya. Hal ini menunjukan bahwa negeri ini tidak memiliki kedaulatan energi yang bisa menopang kebutuhan energi tanpa bergantung pada negeri orang.
Kondisi gonjang-ganjing minyak ini menyulitkan masyarakat, baik untuk mendapatkan BBM maupun menjangkau harga BBM yang naik. Inflasi tinggi semakin membayangi masyarakat. Inilah gambaran negeri yang tergantung pada impor komoditas strategis (BBM). Ekonomi dan politiknya kerap terguncang ketika ada sentimen global.
Kemandirian BBM hanya akan terwujud ketika Indonesia tergabung dalam Khilafah, bersama dengan negeri-negeri muslim lain. Minyak yang melimpah di wilayah Arab, termasuk Iran, akan didistribusikan untuk seluruh negeri di wilayah Khilafah. Dengan kemandirian BBM ini, Khilafah akan menjadi negara independen, bahkan adidaya, sehingga politik dan ekonominya tidak mudah terguncang akibat gejolak global.
Meskipun memiliki kemandirian BBM, Khilafah tetap menggunakan BBM dengan bertanggung jawab sesuai kebutuhan berdasarkan syariat. Penghematan dilakukan pada hal-hal yang perlu dihemat, bukan pada pelayanan publik atau kewajiban seperti jihad. Khilafah juga tetap mengembangkan sumber energi selain minyak, seperti nuklir dll., sehingga menjamin pemenuhan kebutuhan energi sebagai negara adidaya. Wallahualam bissawab
