![]() |
| Oleh: Rohana Muhaidawati Generasi Peduli Umat |
Indonesia terkenal akan keindahan alamnya, akan tetapi di balik keindahan itu ada fakta lain yang tidak bisa kita abaikan, karena negeri ini termasuk wilayah yang paling aktif secara geologis dan meteorologis di dunia. Itu sebabnya negeri ini bisa terkena bencana alam yang bisa terjadi kapan saja, tetapi bisa juga karena adanya campur tangan manusia yang ingin merusaknya untuk kepentingan individu, yang pada akhirnya dapat menyebabkan berbagai kerusakan alam yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam, yang sebagian besarnya berdampak pada masyarakat.
Sama halnya pada beberapa bulan di penghujung tahun 2025, Indonesia sedang dilanda berbagai bencana di beberapa daerah, seperti longsor dan banjir berulang di berbagai daerah, salah satunya daerah Bandung.
Seperti yang dikutip dalam TribunJabar.id, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan arahan keras kepada seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Bandung agar segera menggerakkan Gerakan Nusantara Menanam Pohon secara luas dan berkelanjutan, mulai dari kecamatan hingga desa. Dorongan ini muncul sebagai langkah untuk memulihkan keseimbangan ekosistem yang mengalami kerusakan parah akibat hilangnya tutupan hijau.
Beliau juga menilai upaya ini tidak bisa ditunda karena kerusakan ini telah memasuki fase darurat, dan perubahan fungsi lahan di kawasan perbukitan dan pegunungan yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera. Beliau juga menambahkan bahwa frekuensi kejadian longsor yang terjadi di beberapa lokasi juga sebagai peringatan nyata, bahwa alam sudah tidak sanggup menahan tekanan akibat rusaknya vegetasi alami.
Maka, dalam kesempatan ini beliau menegaskan agar para Camat dan Kades tidak berhenti pada pekerjaan administratif semata, melainkan hadir langsung di lapangan untuk memimpin aksi penghijauan secara nyata dan menilai bahwa penanganan bencana lingkungan tidak akan efektif jika hanya dibahas dalam forum resmi tanpa aksi konkret di lapangan.
Melalui Gerakan Nusantara Menanam, beliau berharap fungsi daerah resapan air di kawasan hulu dapat pulih, sehingga ancaman longsor bisa ditekan sekaligus mengurangi potensi banjir yang kerap melanda wilayah dataran rendah Kabupaten Bandung. Tak hanya pemerintah, beliau juga mengajak ke seluruh masyarakat untuk ikut terlibat aktif, termasuk komunitas pecinta alam serta para pegiat lingkungan, agar terciptanya kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.
Maka dari itu, sumber daya alam seharusnya dikelola dan dikuasai penuh oleh pemerintah, bukan dikelola oleh individu-individu yang mementingkan keuntungan sendiri, karena pemerintah harusnya memperhatikan dampak yang akan terjadi pada pengalihan fungsi lahan dari yang seharusnya, yang berdampak pada kerusakan alam tersebut, seperti longsor, dan banjir.
Dalam Islam, sumber daya alam sebagai milik umum. Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslimin berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (HR. Abu Dawud).
Hadis ini menegaskan bahwa SDA seperti nikel, minyak, gas, tambang dan lain sebagainya adalah milik umat dan harus dikelola oleh negara, bukan diserahkan kepada korporasi.karena hasil dari pengelolaan tersebut wajib dikembalikan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat. Dan Islam memiliki prinsip “Hima”, yaitu kawasan lindung yang dilarang dieksploitasi karena berfungsi menjaga ekosistem dan lingkungan. Sebab, pemimpin dalam Islam bukan hanya pengelola administrasi, tapi juga ra’in (pengembala umat) dan junnah (pelindung).
Juga dalam sistem pemerintahan Khilafah Islamiyah, pengelolaan SDA dilakukan berdasarkan syariat Islam. Negara bertanggung jawab penuh melindungi lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan memastikan seluruh rakyat mendapatkan hak dari pengelolaan sumber daya ini, sebab ini adalah harta rakyat.
Maka dengan demikian, sudah saatnya umat Islam menyadari bahwa sistem kapitalisme ini bukan solusi tapi sumber dari kerusakan itu sendiri. Saatnya kita kembali kepada sistem hidup yang diturunkan oleh Allah Swt., yaitu Islam Kaffah, yang hanya akan tegak sempurna dalam naungan Khilafah Islamiyah. Dengan sistem ini, kekayaan sumber daya alam akan dikelola dengan adil, lingkungan akan dijaga, dan kemaslahatan seluruh umat akan terjamin.
Mari kita sadari dan bangkit, tinggalkan sistem kapitalisme yang rusak dan merusak dan kembalilah kepada aturan Allah Swt., yang penuh rahmat dan keadilan.
Wallahualam bissawab.
