Bencana dan Normalisasi Kapitalisme Negara

 


Oleh Aas K

Aktivis Muslimah

 

Pernyataan Presiden mengenai ketertarikan pihak swasta terhadap tumpukan lumpur di wilayah bencana kembali membuka tabir cara pandang negara dalam mengelola musibah. Dilansir media online sindonews.com pada hari Kamis (1/1/2026), Alih-alih memusatkan perhatian pada penderitaan rakyat dan kewajiban negara dalam pemulihan pascabencana, wacana yang muncul justru bernuansa ekonomi dan peluang investasi. Bencana, dalam logika ini, tidak lagi dipandang sebagai tragedi kemanusiaan, melainkan sebagai potensi komoditas.

Pola semacam ini bukanlah hal baru. Ia merupakan konsekuensi logis dari paradigma kapitalisme yang menjangkiti pengelolaan negara. Dalam sistem ini, negara tidak lagi berperan sebagai pelayan rakyat, melainkan sebagai regulator yang membuka karpet merah bagi kepentingan swasta. Tanggung jawab negara direduksi, sementara keuntungan ekonomi dijadikan orientasi utama even di tengah kondisi darurat.

Kebijakan tersebut jelas salah prioritas. Pada saat rakyat kehilangan rumah, mata pencaharian, bahkan anggota keluarga, negara seharusnya hadir dengan bantuan nyata dan menyeluruh pemenuhan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, jaminan keamanan, serta pemulihan kehidupan sosial. Namun ketika yang lebih dahulu dikedepankan adalah potensi bisnis, ini menandakan bahwa penderitaan rakyat bukan agenda utama negara.

Lebih berbahaya lagi, pelibatan swasta dilakukan tanpa kerangka regulasi yang tegas dan berpihak pada kepentingan publik. Dalam sistem kapitalis, swasta bekerja atas dasar keuntungan, bukan kemanusiaan. Tanpa kendali penuh negara, eksploitasi sumber daya alam dan peminggiran masyarakat terdampak hanyalah soal waktu. Bencana pun berpotensi menjadi ladang akumulasi modal bagi segelintir pihak.

Islam memandang persoalan ini secara sangat berbeda. Dalam ajaran Islam, negara adalah ra’in (pengurus) dan junnah (pelindung) bagi rakyatnya. Rasulullah saw. menegaskan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya. Karena itu, penanggulangan bencana bukan opsi kebijakan, melainkan kewajiban syar’i yang harus ditunaikan sepenuhnya oleh negara.

Pemerintahan Islam menjadikan kemaslahatan umat sebagai poros utama kebijakan. Keselamatan jiwa, perlindungan harta, dan pemulihan kehidupan masyarakat didahulukan di atas segala pertimbangan materil. Negara tidak menunggu investor, tidak bersembunyi di balik dalih keterbatasan anggaran, dan tidak melempar tanggung jawab kepada swasta.

Lebih dari itu, Islam secara tegas melarang swastanisasi sumber daya alam yang termasuk kepemilikan umum. Sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak haram dikuasai oleh korporasi untuk kepentingan profit. Negara wajib mengelolanya dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat, terlebih dalam kondisi bencana.

Menjadikan musibah sebagai peluang ekonomi adalah bentuk kegagalan negara dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Selama kapitalisme dijadikan landasan kebijakan, penderitaan rakyat akan terus dinormalisasi. Sudah saatnya negara kembali pada peran sejatinya melayani dan melindungi rakyat, bukan memfasilitasi kepentingan modal. Islam menawarkan paradigma kepemimpinan yang adil, manusiawi, dan berpihak penuh pada rakyat termasuk saat bencana melanda.

Wallahu a'lam bissawab

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,74,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,139,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,193,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,169,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,502,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,84,Polresta Padang,1,Polri,78,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,529,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Bencana dan Normalisasi Kapitalisme Negara
Bencana dan Normalisasi Kapitalisme Negara
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfGH7Rw3uVkkaJgWuYzfbwNGS3HX7QAtJrsEPw5taiKP7H8CuvThciItj10lhIGZi8elichWjsPnwfL_7sznRK1BMlb8SCYWTlEm1k4RPT-7ix97VWP9ysvi6OCtVRMk5xs6-yVNoA0xDQXSu49-HewbWY3SppcWChocretQNGL9tdzZnMAv-vGJxmqXw_/s320/TEH%20AAS-1.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfGH7Rw3uVkkaJgWuYzfbwNGS3HX7QAtJrsEPw5taiKP7H8CuvThciItj10lhIGZi8elichWjsPnwfL_7sznRK1BMlb8SCYWTlEm1k4RPT-7ix97VWP9ysvi6OCtVRMk5xs6-yVNoA0xDQXSu49-HewbWY3SppcWChocretQNGL9tdzZnMAv-vGJxmqXw_/s72-c/TEH%20AAS-1.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/01/bencana-dan-normalisasi-kapitalisme.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/01/bencana-dan-normalisasi-kapitalisme.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content