Bahaya "Spill The Tea" dan Larangannya dalam Syariat Islam




Oleh Ummu Zahra

Entreprenur & Penggiat Literasi


Spill the tea adalah ungkapan yang digunakan untuk meminta seseorang berbagi informasi atau gosip, khususnya yang menarik atau tersembunyi. Di medsos  atau dalam percakapan santai, istilah ini sering dimunculkan. Yang membuat seseorang kepo ingin mengkorek rahasia hangat yang baru terungkap atau sekedar mendengar cerita seru.

Spill the tea juga bisa diartikan  mengungkapkan atau membicarakan gosip. Gosip sendiri memiliki arti selentingan berita yang tersebar luas di tengah masyarakat, tapi kebenarannya belum jelas dan masih diragukan. Umumnya, gosip berkaitan dengan keadaan, perilaku, atau peristiwa yang menimpa seseorang atau sekelompok orang. Ia menyebar melalui pembicaraan dari mulut ke mulut, hingga akhirnya dianggap sebagai pengetahuan umum, meskipun tidak memiliki dasar yang kuat dan valid.

Dalam bahasa gaul spill the tea artinya berbagi gosip, berita menarik, atau mengungkapkan sesuatu yang pribadi atau rahasia, seringkali dengan cara yang jenaka atau dramatis.

Adapun dalam perspektif Islam, fenomena ini tidak dipandang sebagai perkara sepele. Syariat Islam berdiri di atas tujuan-tujuan agung, salah satunya yaitu menjaga kehormatan dan martabat manusia. Oleh karena itu, membuat gosip, menyebarkannya, bahkan sekadar mempercayainya tanpa klarifikasi, termasuk perbuatan yang tercela dan dikecam oleh syariat.

Gosip belum tentu benar, justru berpotensi besar mengandung kebohongan, baik keseluruhan atau sebagian. Padahal, kebohongan sendiri merupakan dosa besar. Apalagi jika kebohongan tersebut menjadi konsumsi publik dan menyebar luas, tentu dosanya lebih besar. Bahkan dampak kerusakannya bisa makin fatal. Rasulullah ﷺ menggambarkan dengan sangat tegas akibat dari kebohongan yang tersebar luas melalui sebuah mimpi, dan mimpi para nabi adalah wahyu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«رَأَيْتُ رَجُلًا مُسْتَلْقِيًا عَلَى قَفَاهُ، وَرَجُلًا قَائِمًا عَلَيْهِ بِكَلُّوبٍ مِنْ حَدِيدٍ، فَيَأْتِي أَحَدَ شِقَّيْ وَجْهِهِ فَيَشُقُّهُ حَتَّى يَبْلُغَ قَفَاهُ، وَمَنْخِرَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ…»

“Aku melihat seorang laki-laki terbaring telentang di atas punggungnya, sementara ada seorang lain berdiri di atasnya dengan sebuah pengait (kait) dari besi. Orang itu mendatangi salah satu sisi wajahnya, lalu merobeknya hingga mencapai bagian belakang kepalanya; demikian pula hidungnya dirobek hingga ke belakang kepalanya, dan matanya dirobek hingga ke belakang kepalanya…”

Kemudian Rasulullah ﷺ menjelaskan:

أَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ، فَيَغْدُو مِنْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكَذْبَةَ، فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Adapun laki-laki yang engkau lihat itu, ia keluar dari rumahnya lalu mengucapkan satu kebohongan, kemudian kebohongan itu disebarluaskan darinya hingga mencapai berbagai penjuru (penjuru dunia). Maka ia akan diperlakukan demikian hingga hari Kiamat.” (HR Al Bukhari)

Artinya, orang tersebut keluar dari rumahnya lalu berdusta dengan satu kedustaan, kemudian kedustaannya itu tersebar luas, maka ia akan terus disiksa hingga hari kiamat.

Tidak hanya membuat gosip, ikut menyebarkannya pun termasuk perbuatan terlarang. 

Rasulullah ﷺ dengan tegas memperingatkan:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila ia menceritakan semua yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Sikap seorang mukmin ketika mendengar gosip bukanlah menyebarkannya, melainkan menolak, mengklarifikasi, mematahkannya dan berbaik sangka. Hakekatnya itu adalah perbuatan terpuji. Sebaliknya menyebarkan, dan mempercayai gosip adalah perbuatan tercela. Apalagi membuat dan mengada-adakan gosip.

Hal ini mengandung beberapa nilai luhur yaitu menumbuhkan sikap husnudzan (berbaik sangka), menjauhi syubhat dan potensi kedustaan dan membela kehormatan seorang muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa membela kehormatan saudaranya (sesama muslim), Allah akan memalingkan wajahnya dari api neraka pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Kerusakan yang ditimbulkan oleh kebiasaan mengonsumsi dan menyebarkan gosip sangatlah besar. Persaudaraan sesama muslim bisa hancur, kepercayaan hilang, dan perpecahan menjadi tak terelakkan. Padahal, perpecahan adalah sebab melemahnya umat. 

Allah ﷻ memperingatkan :

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

“Janganlah kamu berbantah-bantahan, karena itu akan menyebabkan kamu menjadi lemah dan hilang kekuatanmu.” (QS. Al-Anfal 46)

Permusuhan akibat gosip juga akan menghambat tersebarnya kebaikan di tengah umat serta menimbulkan kerugian besar bagi masa depan kaum muslimin.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim berhati-hati terhadap setiap berita yang ia dengar, tidak tergesa-gesa mempercayainya, apalagi menyebarkannya. Menjaga lisan dan kehormatan sesama muslim adalah bagian dari keimanan dan akhlak mulia yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,74,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,139,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,193,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,169,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,502,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,84,Polresta Padang,1,Polri,78,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,529,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Bahaya "Spill The Tea" dan Larangannya dalam Syariat Islam
Bahaya "Spill The Tea" dan Larangannya dalam Syariat Islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjG3JExnyq9-o3fAZ53VZbDG7O59yUpdUMQ2GKyYr5wCp5mTcD__u2e53Nh-4QF-oobqtzLwcKL_JB68CfXqnydS8A1x5A12B0udd8RyWdqtKRjYXLPg5IPd4A7waOYC92gEgMBZX_llvwYGIcH8XKPbkulZN2ovnyUnzJANJLKUR6Kq0Db_t5Fq3yr-Qdr
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjG3JExnyq9-o3fAZ53VZbDG7O59yUpdUMQ2GKyYr5wCp5mTcD__u2e53Nh-4QF-oobqtzLwcKL_JB68CfXqnydS8A1x5A12B0udd8RyWdqtKRjYXLPg5IPd4A7waOYC92gEgMBZX_llvwYGIcH8XKPbkulZN2ovnyUnzJANJLKUR6Kq0Db_t5Fq3yr-Qdr=s72-c
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/01/bahaya-spill-tea-dan-larangannya-dalam.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/01/bahaya-spill-tea-dan-larangannya-dalam.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content