Penggunaan Gadget Perlu Dasar, Sistem, dan Aturan yang Holistik

 

Oleh. Osami Putri Anelta
(Mahasiswi Psikologi & Penggiat Opini Islam Kaffah) 

Penggunaan gadget pada anak dan remaja di Indonesia kian mengkhawatirkan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menyebutkan bahwa durasi menatap layar pada anak dan remaja mencapai sekitar 7,5 jam per hari. Bahkan, anak usia di bawah dua tahun pun telah terpapar screen time dalam intensitas tinggi. Kondisi ini berdampak pada kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, serta perkembangan perilaku anak (tribratanews.polri.go.id, 27/11/25).

Kondisi tersebut tercermin dalam kasus seorang anak laki-laki bernama Hasbi (12 tahun) yang menghabiskan sebagian besar waktunya bermain gim di ponsel. Ia mengalami kesulitan fokus saat belajar, mudah marah, bahkan pernah melakukan kekerasan terhadap temannya di kelas. Situasi ini membuatnya harus menjalani pemeriksaan rutin ke dokter jiwa (news.detik.com, 18/11/25).

Upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan, seperti kegiatan sosialisasi “Bijak Menggunakan Gadget: Cerdas di Era Digital” oleh Tim KKN UNNES GIAT 13 di SDN 1 dan 2 Dukuh. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan penglihatan, penurunan konsentrasi belajar, melemahnya interaksi sosial, hingga risiko kecanduan (kompasiana.com, 6/12/25). Namun, upaya semacam ini masih bersifat parsial dan belum menyentuh akar persoalan.


Sesungguhnya, penggunaan gadget pada anak dan remaja membutuhkan dasar pemahaman yang benar serta pengawasan yang kuat. Anak berada dalam tanggung jawab orang tua. Ayah dan ibu memiliki kewajiban mendidik anak melalui pembentukan pola pikir yang sehat, emosi yang stabil, serta perilaku yang baik. Namun, dalam tatanan kehidupan kapitalistik-sekuler saat ini, interaksi pembinaan dalam keluarga kian melemah. Ayah sering kali direduksi hanya sebagai pencari nafkah, sementara ibu terbebani peran domestik tanpa dukungan sistem pembinaan yang kuat. Akibatnya, anak tumbuh dengan minim pendampingan nilai.


Persoalan ini diperparah oleh lingkungan sosial yang permisif, yang membiarkan perilaku anak tanpa nasihat yang mendidik. Dalam skala yang lebih luas, sistem pendidikan hari ini cenderung menitikberatkan pada capaian akademik semata, sementara pembentukan karakter, pengelolaan emosi, serta cara pandang yang benar justru terpinggirkan. Negara pun seolah menyerahkan sepenuhnya urusan pengasuhan kepada keluarga dan sekolah, tanpa regulasi yang kuat untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk teknologi.

Di era digital yang serba bebas ini, gadget menjadi perangkat yang nyaris tanpa batas kontrol. Anak dan remaja dengan mudah mengakses berbagai konten yang tidak ramah bagi perkembangan mental dan moralnya. Selama sistem kehidupan sekuler tetap menjadi pijakan, persoalan kesehatan mental akan terus bermunculan, sebab kebutuhan nonfisik manusia seperti ketenangan jiwa dan pembentukan karakter tidak mendapat perhatian yang semestinya.


Berangkat dari kondisi tersebut, diperlukan tatanan kehidupan alternatif yang lebih seimbang dan profesional. Islam menawarkan tatanan yang bersifat holistik karena tidak hanya mengatur urusan ibadah, tetapi juga seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam Islam, penggunaan gadget diikat oleh akidah sebagai landasan berpikir dan bertindak. Individu diarahkan agar memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, bukan untuk kesia-siaan atau hal-hal yang membahayakan fisik dan mentalnya.

Pengaturan Islam tidak hanya berlaku pada individu, tetapi juga dalam lingkup keluarga. Ayah dalam Islam tidak sekadar bertugas mencari nafkah, melainkan juga bertanggung jawab menjaga keluarganya dari kerusakan moral dengan mendidik mereka sesuai tuntunan Allah. Ibu berperan sebagai pendidik generasi yang tidak membiarkan anak tumbuh tanpa arahan. Anak dalam Islam merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Dalam bidang pendidikan, Islam menetapkan sistem pendidikan berbasis akidah dengan tujuan membentuk kepribadian Islami, baik dari segi pola pikir maupun pola sikap. Dengan dasar ini, penggunaan gadget dapat diarahkan secara optimal sebagai sarana dakwah, pengembangan ilmu, serta penyebaran kebaikan.

Lebih luas lagi, Islam juga menempatkan negara sebagai pihak yang bertanggung jawab mengurus urusan rakyat, termasuk dalam mengatur penggunaan gadget bagi anak dan remaja melalui regulasi yang melindungi dan mendidik. Dorongan negara untuk mengurus rakyatnya bukan semata-mata berasal dari kehendak penguasa, melainkan karena tuntunan akidah Islam itu sendiri.

Inilah tatanan kehidupan yang seimbang dan profesional, yakni tatanan yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai pengatur seluruh aktivitas manusia. Selama kehidupan masih berpijak pada sistem yang mengabaikan nilai Ilahi, persoalan generasi akan terus berulang. Sudah saatnya Islam dipandang bukan hanya sebagai agama ibadah, tetapi juga sebagai solusi menyeluruh bagi persoalan kehidupan, termasuk dalam mengatur penggunaan gadget demi keselamatan generasi dan masa depan peradaban.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,70,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,1,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,2,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,7,Jakarta Selatan,1,KAI,125,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,187,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,158,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,450,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,2,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,72,Polresta Padang,1,Polri,73,Pontianak,1,Puisi,18,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,2,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,506,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,104,UNAND,20,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Penggunaan Gadget Perlu Dasar, Sistem, dan Aturan yang Holistik
Penggunaan Gadget Perlu Dasar, Sistem, dan Aturan yang Holistik
Oleh. Osami Putri Anelta (Mahasiswi Psikologi & Penggiat Opini Islam Kaffah)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeISSQ38QJoB_5sf7bLo3oqj3TwXSamcdNuOvF76EfusLfqGRyD3ynztYUpVpDXRonUgGHEEA3vm1Hh016xI_92XF9xAUFPqhtAu-fBWA0bM5pSILQhnJj53JT0Do6kSrcmoPD2GTHcL8qUFzpXupGo6AUGc7INlnBnlsb-4ERwtfXiJ8JU_JWgGhff0Nl/s320/1000583478.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeISSQ38QJoB_5sf7bLo3oqj3TwXSamcdNuOvF76EfusLfqGRyD3ynztYUpVpDXRonUgGHEEA3vm1Hh016xI_92XF9xAUFPqhtAu-fBWA0bM5pSILQhnJj53JT0Do6kSrcmoPD2GTHcL8qUFzpXupGo6AUGc7INlnBnlsb-4ERwtfXiJ8JU_JWgGhff0Nl/s72-c/1000583478.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/12/penggunaan-gadget-perlu-dasar-sistem.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/12/penggunaan-gadget-perlu-dasar-sistem.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content