Oleh Martina Eka Trilova
Aktivis Muslimah
Generasi saat ini mengalami gangguan kesehatan mental yang diakibatkan screen time yang berlebihan. Apa itu screen time? Screen time adalah total waktu yang dihabiskan untuk menatap layar perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, tablet, dan televisi, terutama untuk hiburan. Penggunaan layar secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti gangguan tidur, obesitas, masalah perhatian, hingga masalah leher dan punggung.
Dampak lain dari kecanduan gadget akut adalah digital dementia (istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami penurunan daya ingat akibat penggunaan gadget berlebihan), kemalasan berpikir dan kesepian.
Aturan di Indonesia tidak ada pembatasan usia untuk menggunakan media sosial (medsos). Padahal media sosial dan juga AI terbukti berbahaya bagi kesehatan mental. AI adalah singkatan dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, yaitu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk meniru cara berpikir dan bertindak manusia.
Sistem Perusak, Kapitalis-Sekuler
Media digital dalam sistem kapitalis ini menjadi alat yang merusak generasi muda secara mental. Mental apa saja yang dirusak, yang berkaitan dengan batin dan watak manusia, yang mencakup aspek emosi, fikiran, dan perilaku.
Di sistem ini yang tekankan adalah keuntungan (cuan) dampaknya akan diabaikan. Seperti kesehatan mental generasi dilalaikan.
Indonesia ini hanya dijadikan pasar bagi platform digital (infrastruktur berbasis teknologi) tersebut. Negara tidak bertindak tegas terhadap perusahaan digital dan tidak memiliki komitmen untuk melindungi generasi muda, calon pemimpin masa depan.
Sistem Islam yang Sempurna
Di dalam sistem Islam (khilafah) memiliki visi misi mewujudkan generasi terbaik sekaligus pemimpin peradaban sehingga berkomitmen kuat terhadap kualitas generasi muda.
Penjagaan generasi dimulai dari keluarga dalilnya di Surat At-Tahrim ayat 6, "Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Negara juga melakukan langkah preventif (upaya yang dilakukan untuk pencegahan hal yang buruk) untuk membentengi generasi muda dari pengaruh digital, yaitu menerapkan sistem pendidikan Islam, optimalisasi peran orang tua sebagai madrasah ula, dan sinergi masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar.
Langkah-langkah khusus yang dilakukan negara antara lain: mengawasi konten media (hanya boleh yang sesuai Islam) dan memberi sanksi bagi yang memposting tayangan yang tidak islami, membatasi media sosial yang boleh ada dalam khilafah, tidak semua medsos boleh ada dalam khilafah, membatasi usia generasi yang boleh mengakses media sosial, mengatur penggunaan AI agar tidak berdampak buruk pada generasi.
Sesempurna itu dalam sistem Islam semuanya diperhatikan dan negara hadir untuk mendidik rakyat dalam ketaatan kepada Allah.
Wallahualam bissawab
