Sarjana Jualan UMKM, Apa Kabar Indonesia Emas 2045?

 



Oleh Rahmawati Ayu Kartini 

Pemerhati Sosial


Pertambahan jumlah fresh graduate yang terjun ke UMKM makin meningkat. Di satu sisi menggembirakan, karena mereka bisa menjadi pengusaha yang punya penghasilan sendiri, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain walaupun usaha mikro. Namun di sisi lain, makin memprihatinkan karena pemuda kita mestinya tidak hanya sekadar jualan makanan, pakaian, atau kerajinan. Mereka adalah generasi penerus, agen of change. Mestinya mereka membangun peradaban dan ilmunya bermanfaat bagi umat manusia. 

Menuju Indonesia Emas 2045, alih-alih mendapatkan generasi yang tangguh dan mumpuni. Kenyataannya pemuda kita malah terjun jualan kecil-kecilan.

Memang harus disyukuri daripada menjadi pengangguran, tapi tentu ini tidak sesuai dengan bidang keahlian mereka yang sarjana. Karena untuk menjadi pengusaha mikro, tak sarjana pun bisa. 

Pengangguran Sarjana Mendominasi 

Makin tinggi pendidikan, mestinya makin besar peluangnya untuk bekerja. Namun di negeri ini, lulusan sarjana dan magister justru pengangguran terbanyak.

Menurut Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, ini akibat pembangunan yang timpang. Ketika angka pengangguran umum menurun, angka pengangguran pendidikan tinggi melonjak. Data BPS Februari 2025 menunjukkan banyak sarjana tidak memiliki kompetensi teknis dan soft skill sesuai kebutuhan industri. (liputan6.com, 27/5/2025)

Inilah pangkal penyebabnya. Sistem pendidikan nasional gagal membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja. Tak ada jembatan antara dunia akademik dan industri. Padahal pendidikan seharusnya bukan hanya tentang gelar, melainkan tentang keberdayaan. Di negara-negara maju, universitas menjadi pusat inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, di negeri ini universitas layaknya pabrik ijazah. Lulusannya bingung, tak mampu berdaya di tengah jalan raya ekonomi.

Ini karena sistem pendidikan kapitalisme sekuler yang diterapkan,  mencetak outputnya hanya sekadar menjadi pekerja murah. Sementara ahlinya diserahkan kepada pekerja asing. Inilah yang mendasari hampir semua aset kekayaan alam tidak tertangani secara mandiri dengan alasan kita tidak memiliki tenaga ahli.

Padahal generasi muda Indonesia sebenarnya cerdas. Tidak sedikit diantara mereka yang menciptakan inovasi-inovasi baru, serta tidak kalah kualitasnya dengan pemuda luar negeri. Namun, seringkali ditanamkan pada diri anak-anak kita, bahwa kualitas kita kalah dengan luar negeri. Akibatnya muncul rasa minder tidak mampu bersaing.

Faktanya, di Amerika Serikat sendiri skor ujian siswanya di bawah rata-rata global. Menurut PISA, nilai ujian matematika siswa AS terus menurun dari peringkat 15 di tahun 2000 menjadi peringkat 38 di tahun 2018. Untungnya kondisi ini terbantu dengan kedatangan para imigran terampil yang mampu membantu melengkapi rendahnya kualitas generasi muda AS. (Majalah Al Waie, Desember 2023 hal. 21) 

Bisa dibayangkan, apakah visi Indonesia Emas 2045 akan tercapai? Yang terjadi akan muncul generasi penerus yang lemah, inferior menghadapi tantangan zaman akibat sistem pendidikan dan pembangunan yang tidak memihak kepada kaum terpelajar dengan menyediakan lapangan kerja yang memadai.

Pemuda adalah Agen Of Change 

Tidak ada alasan bagi generasi muda saat ini untuk lemah terhadap segala tantangan zaman. Karena pemuda kita dengan luar negeri kualitasnya bisa jadi sama saja. Pemuda zaman dulu dengan zaman sekarang pun sebenarnya juga sama. Jika diberikan arahan, mereka pun bisa sama hebatnya.

Umat Islam memiliki banyak teladan dari pemudanya. Sejak Islam didakwahkan di kota Mekkah, muncul banyak pemuda yang siap berkorban untuk Islam. Abu bakar, Umar bin Khattab, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih, Teuku Umar, Tjut nyak Dien, Pangeran Diponegoro, dll menjadi contoh pemuda yang berdaya, harum namanya sepanjang masa.

Maka harus dikembalikan lagi fungsi pemuda kita sebagai agen of change, bukan sekadar jualan kecil-kecilan. Pemuda harus kritis melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme dan siap menjadi motor penggerak perubahan, sebagaimana teladan para pahlawan di masa lalu.

Apalagi saat ini Indonesia berada dalam bonus demografi hingga tahun 2040, di mana jumlah pemudanya sangat melimpah. Tantangan inilah yang harus dijawab oleh generasi saat ini. Ia tidak boleh terjebak teralihkan perhatiannya hanya pada persoalan remeh dan personal saja. Dalam dirinya ada tanggung jawab untuk menegakkan kembali tatanan peradaban yang menerapkan hukum-hukum Allah SWT.

Wallahu a'lam bishowab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,180,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,187,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,598,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,81,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,615,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Sarjana Jualan UMKM, Apa Kabar Indonesia Emas 2045?
Sarjana Jualan UMKM, Apa Kabar Indonesia Emas 2045?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Rdyj9fsg9UFrd0ywcgzQhrQ3o1vATwKKnrXqLOs7iQN76YArVSvdmt3BPQMLJiCLusVAxvVKmPL8PjJjaPCzZJbNTZSw4lOARWurOkRJBWhk-RJw38UowvIlVIM6xyyJjkvbbTK5EP0He7HuNYySscxr10tgf5YFL6UaNSE5sIbsHpoSgdG2rcuBrQ8g/s320/WhatsApp%20Image%202026-04-28%20at%2004.34.24.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Rdyj9fsg9UFrd0ywcgzQhrQ3o1vATwKKnrXqLOs7iQN76YArVSvdmt3BPQMLJiCLusVAxvVKmPL8PjJjaPCzZJbNTZSw4lOARWurOkRJBWhk-RJw38UowvIlVIM6xyyJjkvbbTK5EP0He7HuNYySscxr10tgf5YFL6UaNSE5sIbsHpoSgdG2rcuBrQ8g/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-04-28%20at%2004.34.24.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/04/sarjana-jualan-umkm-apa-kabar-indonesia.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/04/sarjana-jualan-umkm-apa-kabar-indonesia.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content