Lonjakan Pinjol Pada Gen Z, Bukti Generasi Muda Jadi Target Algoritma Kapitalisme Digital




Oleh Ranti Nuarita, S.Sos.

Aktivis Muslimah


Masa depan bangsa berada dalam ancaman serius. Di mana hari ini semakin banyak generasi muda yang terperangkap dalam jeratan pinjaman online dan judi online. Hal yang perlu disadari adalah ledakan kasus judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) di kalangan generasi muda hari ini tidak bisa dipahami sebagai sekadar kegagalan moral individu atau lemahnya literasi keuangan.

Saat ini, anak-anak sangat mudah terpapar konten judi online. Hal ini terjadi karena konten tersebut kerap menyusup ke berbagai platform, seperti situs pendidikan, permainan daring, dan media sosial. Sepanjang tahun 2024, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat adanya 14.823 konten judi online yang ditemukan di situs lembaga pendidikan serta 17.001 konten yang menyusup ke situs lembaga pemerintahan. Meskipun Kemkomdigi telah melakukan penurunan hingga 10 ribu konten judi online setiap harinya, konten serupa masih terus bermunculan dan tersebar luas di berbagai situs web serta platform digital. (Komdigi, 22-5-2024)

Mengutip dari Kompas.com, (25/11/2025) Penelitian yang dilakukan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menunjukkan bahwa 58 persen generasi Z menggunakan layanan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dan hiburan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister dan Doktor Fakultas Ekonomi Unpar, Dr. Vera Intanie Dewi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun dan melatih keterampilan dalam mengelola keuangan sejak dini sebelum terjun ke dunia kerja.

Judi online dirancang sedemikian rupa untuk menimbulkan rasa ketagihan hingga kecanduan bagi para penggunanya. Pelaku terdorong untuk terus bermain dengan harapan memperoleh kemenangan. Namun, sistem dalam judi online telah diatur agar pemain pada akhirnya mengalami kekalahan, meskipun pada tahap awal mereka sempat diberi kemenangan sebagai umpan oleh bandar. Ketika ketergantungan telah terbentuk, pelaku akan mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Dampak yang ditimbulkan tidak berhenti pada praktik judi online semata. Setelah mengakses situs judi online, anak membutuhkan dana untuk melakukan deposit atau top up. Ketika tidak memiliki uang, jalan tercepat yang kerap ditempuh adalah mengajukan pinjaman online. Kemudahan proses pengajuan pinjaman online membuat anak relatif mudah memperoleh dana tersebut. 

Selanjutnya, uang hasil pinjaman digunakan kembali untuk bermain judi online. Saat mengalami kekalahan, anak kembali mengajukan pinjaman agar dapat terus bermain. Pola ini terus berulang dan membentuk siklus yang sulit diputus. Siklus tersebut dapat berkembang menjadi lingkaran masalah yang berbahaya hingga mendorong anak melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian dan penipuan, bahkan berujung pada bunuh diri. Dengan demikian, ketika anak telah terjerumus ke dalam judi online, mereka akan menghadapi kesulitan besar untuk melepaskan diri.

Kapitalisme Akar Masalah Ledakan Judol dan Pinjol pada Generasi

Perlu kita ketahui, jika ditelaah lebih dalam bukan tanpa alasan hari ini semakin melonjaknya kasus Gen Z menjadi pelaku judol bahkan pinjol, lagi-lagi ini bukti kegagalan negara dalam mengurus urusan rakyatnya, mengapa  bisa terjadi? Sebab, diakui atau tidak negara hari ini dalam mengatur hajat hidup masyarakat berdiri tegak di ataas sistem kapitalisme.

Dalam sistem kapitalis, manusia tidak dilihat sebagai subjek yang harus dilindungi, melainkan sebagai komoditas ekonomi. Data perilaku, kondisi psikologis, hingga kesulitan finansial generasi muda direkam, dianalisis, lalu dieksploitasi melalui algoritma. Pemuda dengan ekonomi terbatas secara sistematis dibidik iklan judol dan pinjol, karena algoritma membaca mereka sebagai pasar potensial. Inilah wajah asli kapitalisme yakni memanen keuntungan dari penderitaan manusia.

Fakta bahwa 58% Gen Z menggunakan pinjol untuk kebutuhan gaya hidup juga hiburan menunjukkan bahwa generasi hari ini hidup dalam tekanan standar hidup materialistis. Mereka tidak hanya miskin secara ekonomi, tetapi juga dimiskinkan secara cara pandang. Kapitalisme mendefinisikan kebahagiaan sebagai kepemilikan, eksistensi sebagai tampilan, dan kesuksesan sebagai konsumsi. Ketika realitas ekonomi tidak mampu memenuhi ilusi tersebut, pinjol tampil sebagai oase di tengah Padang Pasir, sementara judol dijajakan sebagai harapan cepat.

Belum cukup sampai di situ, generasi pun hari ini banyak yang terjebak dalam utang ribawi, sebagai mana tercatat dalam OJK di mana tahun 2025 terjadi lonjakan rekening pinjaman usia muda, tentunya ini bukan sesuatu yang aneh, tetapi hal tersebut adalah bukti lain dari kegagalan sistemis. Negara seolah terkejut melihat generasi terjerat utang, padahal negara sendiri yang membiarkan ekonomi berbiaya tinggi, lapangan kerja yang layak sulit, upah minimum dinormalisasi, hingga kebutuhan pokok yang terus mahal. Dalam kondisi semacam ini, generasi muda dipaksa bertahan hidup di tengah sistem yang sejak awal memang tidak berpihak pada mereka.

Lebih ironis lagi, negara justru seolah gagap dalam bertindak . Di satu sisi mengaku prihatin, tetapi di sisi lain membiarkan ruang digital dikuasai penuh oleh korporasi berbasis keuntungan. Platform digital dilepas bekerja berdasarkan sistem kapitalisme itu sendiri. Algoritma tidak dirancang untuk menjaga akal, mental, dan masa depan generasi, tetapi untuk membuat pengguna terus terpapar, tergoda, dan kecanduan. Keselamatan generasi bukan prioritas, tetapi keuntunganlah yang utama.

Masalah ini diperparah oleh sistem pendidikan sekuler yang menyingkirkan agama dari pembentukan kepribadian generasi. Generasi hari ini sangat banyak terampil dalam menggunakan ruang digital, tetapi sayangnya tidak paham akan arah hidup.  Belum lagi standar halal juga haram bukan menjadi batasan, melainkan standar manfaat, untung-rugi juga kenikmatan sesaat saja yang terus dikejar. Akibatnya, tindakan spekulatif dan berisiko termasuk judol dan pinjol dipandang sebagai pilihan rasional selama memberi sensasi atau keuntungan jangka pendek.

Islam Solusi bagi Problematika Generasi

Islam memandang persoalan ini secara mendasar dan menyeluruh. Sistem ekonomi Islam tidak membiarkan individu berjuang sendiri menghadapi tekanan hidup. Sebab, dalam Islam negara wajib menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok setiap warga negara secara individu, dengan jaminan kesejahteraan yang diatur dalam sistem ekonomi Islam, tidak ada alasan bagi generasi untuk mencari pelarian haram atau terjerat utang ribawi.

Lebih dari sekadar ekonomi, pendidikan Islam membentuk kepribadian Islam, menjadikan akidah sebagai fondasi berpikir dan berperilaku. Generasi dibimbing tidak hanya sekadar cerdas, tetapi juga untuk menjadikan halal haram sebagai standar, bukan sekadar untung-rugi. Dengan kepribadian ini, judol tidak dilihat sebagai hiburan, dan pinjol ribawi tidak dipandang sebagai solusi, melainkan sebagai bentuk kemaksiatan yang merusak diri dan masyarakat.

Selain itu negara yang menerapkan  sistem Islam,  akan mengatur ruang digital bukan wilayah bebas nilai. Infrastruktur teknologi dibangun dan diatur berdasarkan paradigma Islam. Negara bertanggung jawab penuh melindungi akal dan moral rakyatnya dengan menutup celah penyebaran konten merusak, mencegah normalisasi maksiat, serta memberantas kejahatan digital hingga ke akarnya. Teknologi dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, bukan justru sebaliknya.

Sungguh masalah lonjakan judol dan pinjol pada generasi butuh solusi sejati, solusi yang tidak berhenti pada regulasi tambal sulam atau imbauan moral individual. Generasi muslim harus disadarkan akan identitasnya sebagai hamba Allah dan sebagai agen perubahan peradaban. Kesadaran ini tidak akan lahir dari sistem kapitalisme yang rusak, tetapi melalui sistem Islam yang diterapkan dalam bingkai negara. Dan tentunya untuk mewujudkan itu generasi perlu memahami Islam secara menyeluruh, langkah kecilnya dapat dimulai dengan pembinaan Islam yang konsisten dan melakukan aktivitas dakwah ideologis bersama kelompok dakwah Islam.

Selama kapitalisme masih menjadi asas kehidupan, generasi muda akan terus diburu algoritma, dijerat utang, dan dihancurkan secara perlahan. Mengganti sistem bukan pilihan ekstrem, melainkan kebutuhan mendesak. Sebab menyelamatkan generasi berarti mencabut akar kerusakan, bukan sekadar memotong rantingnya. Judol dan pinjol hanyalah wajah buruk Kapitalisme. Dan selama wajah itu dipertahankan, generasi muda akan terus menjadi korban.

Wallahualam bissawab.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,79,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,3,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,156,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,197,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,181,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,549,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,101,Polresta Padang,1,Polri,79,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,573,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Lonjakan Pinjol Pada Gen Z, Bukti Generasi Muda Jadi Target Algoritma Kapitalisme Digital
Lonjakan Pinjol Pada Gen Z, Bukti Generasi Muda Jadi Target Algoritma Kapitalisme Digital
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwCt_FiDqW99qwbkSzstRlZQwRct7h5auCVvZu89J1yQTYXEGFIcPAu93qKEt3AXtwT68aS3yM4V2SgJzmD51wJaD2xqAbWWrwj-wYscudeFBKT2s8oCeqbEaPfLPs_1F6xkx7QrI-yMdYeV61PUlpzKieNdvZ2fPiIuRAAhn_M0-79V_mXDcsfCTWwLj0/s320/WhatsApp%20Image%202025-12-19%20at%2011.00.51.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwCt_FiDqW99qwbkSzstRlZQwRct7h5auCVvZu89J1yQTYXEGFIcPAu93qKEt3AXtwT68aS3yM4V2SgJzmD51wJaD2xqAbWWrwj-wYscudeFBKT2s8oCeqbEaPfLPs_1F6xkx7QrI-yMdYeV61PUlpzKieNdvZ2fPiIuRAAhn_M0-79V_mXDcsfCTWwLj0/s72-c/WhatsApp%20Image%202025-12-19%20at%2011.00.51.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/12/lonjakan-pinjol-pada-gen-z-bukti.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/12/lonjakan-pinjol-pada-gen-z-bukti.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content