Selasa 9 Desember 2025, Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum (Himadikum) Universitas Muhammadiyah Riau bersama tim dari MAPALA UMRI melakukan perjalanan langsung ke Desa Garoga, Tapanuli Selatan, salah satu daerah yang terdampak paling parah oleh bencana banjir baru-baru ini. Setibanya di lokasi, rombongan menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan: tumpukan kayu-kayu besar yang hanyut akibat banjir memenuhi jalan dan pekarangan warga, membuat akses semakin sulit dan proses penanganan bencana terhambat.
Kedatangan Himadikum UMRI dan MAPALA UMRI bertujuan meninjau kondisi faktual masyarakat sekaligus mengumpulkan data lapangan untuk kebutuhan advokasi dan koordinasi bantuan. Dalam tinjauannya, Ketua Himadikum UMRI menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi masyarakat yang hingga kini masih berharap bantuan.
> “Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat Garoga berjuang dengan keadaan yang sangat darurat. Material kayu berserakan, akses terputus, dan kebutuhan pokok belum terpenuhi. Bantuan tidak boleh ditunda. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus memberikan perhatian penuh agar penanganan cepat bisa dilakukan,” ujarnya.Lamhot Gabriel Nainggolan
Keberadaan MAPALA UMRI dalam perjalanan ini juga memberikan dukungan teknis terkait penilaian medan serta kondisi lingkungan pasca-banjir. Mereka menegaskan bahwa kondisi di lapangan membutuhkan alat berat dan koordinasi lintas instansi untuk membersihkan kayu-kayu besar yang menghalangi jalur utama.
Ketua Himadikum UMRI menambahkan bahwa semua pihak, baik pemerintah, organisasi kemanusiaan, maupun relawan, harus bergerak cepat dan terarah. Keterlambatan penyaluran bantuan hanya akan memperburuk kondisi fisik dan psikologis warga yang terdampak.
Himadikum UMRI dan MAPALA UMRI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi, mendukung proses advokasi, serta mendorong langkah pemulihan yang tepat dan berkeadilan bagi masyarakat Desa Garoga.