Cukupkah Hanya dengan Status Siaga Bencana?

 



Oleh Herra 

Aktivis Muslimah


Beberapa bulan terakhir kondisi indonesia banyak mengalami bencana. Banjir, longsor, pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Bandung, belum lama ini. Pemkab Bandung, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mempertimbangkan penetapan status tanggap darurat bencana dan tengah berproses penetapan status siaga bencana. Hal tersebut tinggal merampungkan proses administrasi.

Perihal kesiapsiagaan akan penanggulangan bencana, Beni sebagai kepala penanggulangan  mengatakan, BPBD Kabupaten Bandung senantiasa berupaya dengan sigap. Tiap-tiap personel segera melakukan penanganan di lokasi tiap kali terjadi bencana. Sementara itu, dalam hal status siaga bencana, ucap Beni, organisasi perangkat daerah lain ikut melakukan monitoring tiap-tiap kejadian bencana dengan lebih intens. Hal itu mencakup rapat lintas OPD ihwal penanggulangan bencana.(PIKIRAN RAKYAT)

Tanggap darurat yang dilakukan pemerintah biasanya hanya bersifat reaktif, seharusnya negara melakukan mitigasi bencana  untuk mencegah banyaknya bencana apalagi kondisi tempat yang melengkung seperti di daerah Dayeuhkolot kabupaten bandung dimana tempat tersebut adalah wilayah langganan banjir, sebetulnya wilayah tersebut bukan di peruntukkan pemukiman tapi untuk penampungan air. Negara punya peran sentral untuk melakukan mitigasi bencana, tidak hanya saat bencana terjadi tetapi juga melalui regulasi tata ruang (di bangunnya pemukiman di tempat yang seharusnya, dibuatkan aerase dan draenase yang baik, pembuatan jalan harus memperhatikan saluran airnya), pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan, menggalakkan reboisasi, stop pengalihan fungsi lahan, menjaga kondisi sungai untuk mencegah kerusakan lingkungan dll.

Sistem sekuler kapitalis saat ini membentuk negara tidak menyelesaikan permasalah secara menyeluruh, karena azas dari sistem ini adalah manfaat. Melakukan sesuatu harus ada manfaat (pemasukan) pada negara sedangkan melakukan mitigasi bencana  untuk masyarakat akan dianggap sebuah beban bagi APBN. terbukti dari mulai perizinan mengeluarkan kebijakan yang selalu meninggalkan permasalahan baru. Seperti dibangunnya kolam retensi untuk penanggulangan banjir di sebagian wilayah tetapi mengalihkan banjir ke wilayah lain, dibangunnya jembatan yang tinggi di tempat hilir tapi tidak memperhatikan lingkungan di dataran tinggi. Belum lagi di perparah dengan kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah.

Ketika berbicara bencana tentu kita akan melihat sebab musabab, apakah bencana itu karena hasil perbuatan manusia atau bukan. Fakta menyebutkan bahwa bencana hari ini karena kerusakan yang di timbulkan oleh manusia. Penebangan liar yang menyebabkan longsor,  pengalihan fungsi lahan yang mengakibatkan longsor dan banjir, aerasi dan drainase buruk menyebabkan air tidak bisa mengalir,  pendangkalan sungai dan membuang sampah sembarangan menyebabkan tersendatnya air, dan masih banyak lagi.Allah memberikan amanah kepada manusia untuk menjaga lingkungan,alam dan juga kekuasaan. Karena dengan kekuasaanlah kebijakan itu akan dikeluarkan apakah sesuai dengan syariat Islam atau hawa nafsu. Dan Islam mengatur semuanya dimana penguasa harus menyediakan pemukiman yang aman bukan di tempat rawan bencana.Islam juga memerintahkan manusia untuk menjaga alam dan lingkungan seperti di dalam QS Al-a'raf ayat 56 yang artinya "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik".

Diawali dengan ketakwaan individu, di perkuat dengan penjagaan masyarakat dan penguasa berdasarkan syariat Islam yang akan menghantarkan pada keberkahan hidup. Islam juga memegang prinsip pencegahan, artinya   penguasa tidak akan menunggu bencana dulu baru memberikan bantuan, tapi sedari awal akan melakukan pencegahan dengan melakukan tataletak ruang perkotaan yang jauh dari kata rawan bencana. Sehingga tidak ada istilah bencana tahunan. Fungsi penguasa dalam sistem Islam adalah menjaga,mengatur, memelihara umat layaknya penggembala dan gembalaanya. Maka dengan sistem Islam pula penguasa akan menjalankan amanahnya sesuai dengan syariat islam. Apapun keperluan umat sudah menjadi kewajiban negara untuk menyediakannya termasuk pemukiman.

Wallahualam bissawab

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,74,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,139,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,193,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,169,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,502,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,84,Polresta Padang,1,Polri,78,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,529,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Cukupkah Hanya dengan Status Siaga Bencana?
Cukupkah Hanya dengan Status Siaga Bencana?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsVHLTUBHg3hOB1tXAFt7s68y6uvzgptFY9HPYB9wMq-rbgk1VZcNo1bbj_uDdshQmE317xOG8Grwn3kjlC9g3Y9Ofpw1wciy3k4cNZeCyMsRWsj0vEjT7FC-ahirtrz0OeiDUgfjAKOJvTLNVbmbPyhPFjnRQHr6a_pg6iYkr4p5EIXxHNvVhedhyphenhyphen6-Hs/w211-h281/WhatsApp%20Image%202025-11-24%20at%2004.16.17.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsVHLTUBHg3hOB1tXAFt7s68y6uvzgptFY9HPYB9wMq-rbgk1VZcNo1bbj_uDdshQmE317xOG8Grwn3kjlC9g3Y9Ofpw1wciy3k4cNZeCyMsRWsj0vEjT7FC-ahirtrz0OeiDUgfjAKOJvTLNVbmbPyhPFjnRQHr6a_pg6iYkr4p5EIXxHNvVhedhyphenhyphen6-Hs/s72-w211-c-h281/WhatsApp%20Image%202025-11-24%20at%2004.16.17.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/12/cukupkah-hanya-dengan-status-siaga.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/12/cukupkah-hanya-dengan-status-siaga.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content