Tren Job Hugging Marak Kala Ekonomi Bergejolak

Oleh: Fatimah Nafis


Bertahan di tengah badai, rasanya cocok disematkan pada mereka yang kini berjuang dalam mencari nafkah. Di tengah kesulitan ekonomi dan kecemasan akan masa depan yang suram, tak ada pilihan lain bagi para pekerja di berbagai belahan dunia saat ini. Oleh karenanya, muncul tren "job hugging" yang ramai digunakan belakangan ini untuk menggambarkan kondisi tersebut. Job hugging adalah kondisi seseorang yang mempertahankan pekerjaan lama dibanding mencari pekerjaan baru sekalipun peluang kerja baru terbuka. Alasannya bukan lagi karena kenyamanan atau rasa puas terhadap gaji namun karena tidak mau ambil risiko PHK di tengah ketidakpastian hidup.


Fenomena job hugging ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di beberapa negara, salah satunya Amerika. Dilansir dari portal berita CNBC Indonesia pada 19/09/2025, disebutkan bahwa tingkat pengunduran diri dari pekerjaan secara sukarela di AS selama 2025 hanya sebesar 2%. Itu artinya para pekerja lebih memilih bertahan dengan pekerjaannya. Sementara survey ZipRecruiter mencatat bahwa para pekerja yang tidak yakin akan lowongan pekerjaan meningkat menjadi 38% selama 2025.


Hal senada juga didiungkapkan oleh CEO sekaligus salah satu pendiri Summit Group Solutions, Jennifer Schielke, bahwasanya sejak pemulihan dari pandemi covid 2020 tren PHK membawa dampak yang cukup parah di dunia kerja. Karena takut kehilangan pekerjaan, banyak para pekerja berusaha sekuat tenaga mempertahankan pekerjaannya meskipun suasana kerja sudah tidak kondusif bagi perkembangan skill dan penghasilan, karena bagi mereka kehilangan pekerjaan akan lebih menyakitkan. Akhirnya terjadilah stagnasi dalam dunia kerja. (kompas.com, 19/09/2025)


Maraknya job hugging ini tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Tren ini memang diciptakan oleh sistem kapitalisme, sistem yang menjadikan pekerjaan sebagai permasalahan individu. Rakyat dibiarkan berjuang mencari dan menentukan pekerjaan sendiri sementara negara hanya sebagai regulator yang kebijakannya lebih pro kepada para pemilik modal. Di satu sisi tenaga kerja membludak, sementara lapangan pekerjaan sempit karena tenaga manusia diganti dengan mesin industri, sehingga berimbas pada banyaknya pengangguran. Hal ini tak menjadi perhatian bagi negara dan para penguasa di sistem kapitalisme ini. Sementara mereka dengan sukarela menjadi budak dan melayani para oligarki yang menjadi tuannya. 


Sistem kapitalisme sudah cacat sejak lahir, karena bersumber dari akal manusia yang terbatas dan berdasarkan asas manfaat. Dalam sistem ini, sumber daya manusia adalah bagian dari mesin produksi yang bisa dikendalikan sesuka hati demi mendapatkan keuntungan. Setiap perusahaan dalam sistem kapitalisme berhak mengeksploitasi para pekerja dengan beban kerja yang berat namun gaji rendah. Jika hasil kerja mereka tak sesuai harapan, maka mesin industri menjadi penggantinya, dan PHK adalah solusi akhirnya.


Sementara itu, sistem Islam memberikan solusi bagi problematika hidup manusia secara menyeluruh. Dalam kaitannya dengan negara, maka peran negara sangat penting dalam perkara riayah (mengurus) rakyat. Negara bertanggungjawab menyediakan lapangan pekerjaan bagi laki-laki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sedangkan bagi rakyat yang tidak mampu dan tidak memiliki keluarga atau kerabat maka nafkahnya akan ditanggung oleh negara.


Negara akan mengelola sumber daya alam seperti air, tanah dan barang tambang yang notabene harta milik umum untuk kemaslahatan rakyat. Negara juga akan mengubah tanah non produktif menjadi tanah produktif, yakni setiap tanah mati yang ditelantarkan dan tidak digarap oleh pemiliknya maka akan diberikan kepada siapa saja yang mampu mengelolanya. Untuk tanah produktif yang siap ditanami maka negara juga akan memberikannya kepada rakyat yang mau bekerja. Selain itu, negara juga akan memberikan modal dan fasilitas secara sukarela serta peningkatan keterampilan tenaga kerja demi menunjang usaha rakyat. Dari pengaturan inilah lapangan pekerjaan yang layak dan strategis akan terbuka bagi rakyat. Roda perekonomian pun akan bergerak secara riil dan stabil. 


Mekanisme pengaturan seperti ini hanya akan mungkin terjadi dalam sistem Islam. Sistem yang lahir dari sang Pencipta manusia yang Maha Adil. Oleh karenanya, menerapkan sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan adalah hal yang niscaya. 

Sistem yang dimaksud adalah sistem khilafah yang berdasarkan pada metode kenabian sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,76,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,146,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,195,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,174,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,525,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,95,Polresta Padang,1,Polri,79,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,556,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Tren Job Hugging Marak Kala Ekonomi Bergejolak
Tren Job Hugging Marak Kala Ekonomi Bergejolak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG46UE-oztKYHcNEB4ok7noAdMYHU0RGgEvk1CMYcZWPVMhqEfi-Ku5_McDEjjp5HvsDzyLLq5DnwsizlJ7UFMcbF6Zjj-NPDPWJ38U3T_6JRlDqbNqavoSQhM4eFuPEwVREnUiahYKVpkRYyck6H5Rxgd9obZzlc9glFfZRVENZy_EhzTxsnGEBcmh39V/w480-h640/1000412403.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG46UE-oztKYHcNEB4ok7noAdMYHU0RGgEvk1CMYcZWPVMhqEfi-Ku5_McDEjjp5HvsDzyLLq5DnwsizlJ7UFMcbF6Zjj-NPDPWJ38U3T_6JRlDqbNqavoSQhM4eFuPEwVREnUiahYKVpkRYyck6H5Rxgd9obZzlc9glFfZRVENZy_EhzTxsnGEBcmh39V/s72-w480-c-h640/1000412403.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/10/tren-job-hugging-marak-kala-ekonomi.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/10/tren-job-hugging-marak-kala-ekonomi.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content