Lubuk Basung, Agam - Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat dalam menanggapi dugaan keracunan yang dialami puluhan pelajar setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka. Sebanyak lima unit ambulans disiagakan di Puskesmas Manggopoh, Rabu (2/10/2025), sebagai langkah antisipasi jika dibutuhkan rujukan ke rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menjelaskan bahwa ambulans tersebut didatangkan dari puskesmas terdekat, termasuk Lubuk Basung dan Tiku, serta dari RSUD Lubuk Basung. "Ambulans ini kita siagakan untuk memastikan penanganan cepat jika ada pasien yang memerlukan perawatan lebih intensif di RSUD Lubuk Basung," ujarnya.
Selain ambulans, Pemkab Agam juga telah menyiapkan tim medis yang bertugas di Puskesmas Manggopoh dan RSUD Lubuk Basung. Langkah ini diambil untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pelajar yang terdampak.
Menurut data sementara, sebanyak 28 siswa TK dan SD di Nagari Manggopoh dan Kampung Tangah diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu siang. Gejala yang dialami antara lain muntah-muntah, sehingga orang tua segera membawa mereka ke Puskesmas Manggopoh.
"Saat ini, 22 pasien masih dirawat di Puskesmas Manggopoh, sementara enam lainnya dirujuk ke RSUD Lubuk Basung untuk penanganan lebih lanjut," tambah Hendri.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab Agam. Pihak terkait tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Sampel makanan juga telah diambil untuk diuji di laboratorium.
"Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan para pelajar mendapatkan perawatan terbaik," pungkas Hendri.
Dengan kesigapan ini, diharapkan para pelajar yang terdampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
