![]() |
| Oleh : Siti Rima Sarinah |
Banyak terjadi kasus kejahatan diakibatkan faktor kemiskinan. Sulitnya mendapatkan pekerjaan dikarenakan lapangan pekerjaan semakin sempit. Sementara kebutuhan perut tidak bisa ditunda untuk dipenuhi. Sehingga menjadi peluang besar seseorang melakukan tindak kejahatan untuk memenuhi kebutuhan perut, untuk bisa bertahan hidup dalam kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja.
Judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) semakin digandrungi oleh masyarakat sebagai mata pencaharian baru. Dan berharap akan mengubah kondisi ekonomi mereka menjadi lebih baik. Namun, harapan tersebut pupus, karena judol masyarakat justru terjebak dalam pinjol yang mengakibatkan banyak orang melakukan kejahatan karena terlilit hutang akibat bermain judol.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bogor bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat membuat program inovatif untuk menanggulangi dampak sosial yang diakibatkan keberadaan judol dan pinjol di tengah masyarakat. Dengan membentuk komunitas dengan nama Sentra Cipta Mandiri (SCM), sebagai upaya rehabilitasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menghapus dan mengentaskan kemiskinan ekstrem 2026.
Adapun program yang terdapat dalam SCM antara lain berbagai pelatihan dan pengelolaan sampah maggot sebagai sarana urban farming yang dapat menghasilkan nilai ekonomis. Sehingga dengan program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk keluar dari kemiskinan (radarbogor, 21/09/2025)
Terlihat program pengentasan kemiskinan ala SCM hanyalah solusi parsial dan mustahil dapat mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan dan kecanduan judol. Karena, kemiskinan yang dialami masyarakat bukanlah kemiskinan bersifat alami. Sebab, negeri kita adalah negeri yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Namun, kekayaan tersebut tak sedikit pun dirasakan oleh rakyat. Bahkan ironisnya rakyat hidup dalam kubangan kemiskinan yang sangat ekstrem, bak ayam mati di lumbung padi.
Namun sayangnya, kekayaan alam ini pengelolaannya diserahkan secara sukarela kepada korporasi. Merekalah yang menikmati hasil kekayaan alam tersebut dan hanya mereka yang bisa merasakan hidup sejahtera. Inilah bukti kesalahan fatal yang dilakukan oleh negara yang menjadikan kapitalisme sebagai asasnya. Sistem hasil buatan akal manusia ini, telah mengikis peran negara sebagai regulator bukan pelayan urusan rakyat. Bahkan negara berkolaborasi dengan korporasi demi kepentingan mereka semata.
Kesejahteraan dan kemakmuran yang menjadi impian rakyat semakin sulit untuk diraih. Negara yang tidak memedulikan nasib rakyat, biaya hidup semakin tinggi, ditambah lagi berbagai pungutan pajak bak lintah darat yang terus menghisap darah rakyat hingga habis tak tersisa. Kondisi inilah yang mengakibatkan rakyat sangat rentan terjerat judol dan pinjol.
Potret negara yang kaya dengan kekayaan alam yang melimpah ruah seharusnya mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam kehidupan rakyatnya. Hal ini bisa terwujud apabila negara menjalankan tugasnya sebagai pelayan bagi semua urusan rakyat. Sebuah negara yang menjadikan aturan berlandaskan syariat Islam di setiap lini kehidupannya. Tugasnya bukan hanya melayani dan memenuhi semua kebutuhan rakyat, melainkan juga mengelola kekayaan alam yang notabene rakyat milik rakyat. Hasil pengelolaan ini dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pemenuhan hajat hidup rakyat yang bisa dinikmati rakyat tanpa harus membayar (gratis).
Negara pun bertanggung jawab menciptakan lapangan pekerjaan, agar memudahkan setiap individu rakyat untuk menafkahi keluarganya dengan cara layak. Sehingga tidak ada lagi satu individu rakyat yang kesulitan mendapatkan sumber mata pencaharian dan akhirnya terjebak pada pinjol dan judol. Selain itu, negara akan menindak tegas akun-akun pinjol dan judol yang memanfaatkan kesulitan rakyat untuk mendapatkan keuntungan.
Dengan mekanisme seperti ini, maka dapat dipastikan rakyat bisa keluar dari jeratan kemiskinan ekstrem akibat penerapan sistem batil ala kapitalisme. Dan bisa mewujudkan hidup makmur sejahtera dalam naungan negara yang senantiasa memprioritasnya kepentingan rakyat sebagai bagian dari amanahnya.
Oleh karena itu, jangan terkecoh dengan berbagai program yang ditawarkan oleh sistem pembawa masalah (kapitalisme). Sebab, kehadiran sistem inilah menuai persoalan kehidupan. Maka sistem ini harus segera diganti dengan sistem syariat Islam yang terbukti dalam rentang sejarah yang sangat panjang mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran secara nyata di tengah kehidupan rakyat. Wallahu a'lam
