Muharram: Saatnya Umat Bangkit Memperjuangkan Islam




Oleh Tinie Andriyani 

Aktivis Muslimah


Pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 H, kembali menyapa umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Momentum ini sejatinya bukanlah sekadar ritual kalender, pergantian angka tahunan, atau perayaan seremonial tanpa makna. Lebih dari itu, Muharram membawa memori kolektif yang sangat agung tentang peristiwa hijrahnya Rasulullah Saw. beserta para sahabat dari Makkah menuju Madinah.

Peristiwa tersebut merupakan titik balik sejarah yang amat krusial, sebuah fase yang menandai peralihan dari dakwah yang penuh penindasan menuju tegaknya peradaban Islam yang berdaulat, mandiri, dan berwibawa.

Namun, ketika kita menengok realitas objektif hari ini, kondisi umat Islam global masih berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan teramat jauh dari predikat "Khairu Ummah" atau umat terbaik yang pernah disematkan oleh Allah SWT. Muharram kali ini hadir bukan dalam suasana kejayaan, melainkan di tengah-tengah rentetan duka, nestapa, dan keterpurukan yang masih menyelimuti sendi-sendi kehidupan kaum Muslimin, baik secara domestik maupun internasional.

Jika kita menguliti realitas yang terjadi di dalam negeri sepanjang tahun ini, kita akan disuguhi pemandangan yang menyayat hati di mana berbagai persoalan sistemis terus membelit rakyat kecil tanpa ada tanda-tanda akan mereda. Kemiskinan bukan lagi sekadar masalah kemalasan individu, melainkan telah bersifat struktural akibat kebijakan ekonomi yang timpang, di mana mayoritas kekayaan alam dikuasai oleh segelintir korporasi, sementara rakyat harus mengais rezeki di tengah tingginya biaya hidup, mahalnya akses pendidikan, dan jaminan kesehatan yang komersial.

Kondisi ekonomi yang sulit ini diperparah oleh wabah judi online yang telah menjadi epidemi sosial perusak tatanan keluarga, menjerat anak-anak dan remaja, memicu lonjakan angka perceraian, hingga meningkatkan kasus bunuh diri akibat depresi terlilit utang.

Di sisi lain, generasi muda hari ini juga terkepung oleh pola hidup hedonistik yang memicu dekadensi moral akut, mulai dari maraknya prostitusi anak di bawah umur yang difasilitasi kecanggihan teknologi digital, kasus perundungan di lembaga pendidikan yang berujung pada kematian, hingga eksploitasi seksual dan tindak kekerasan sadis yang diproduksi hampir setiap hari di berbagai daerah.

Sementara itu, jika pandangan kita dialihkan ke panggung internasional, luka menganga yang paling berdarah dan memilukan berada di bumi Palestina. Genosida yang dilakukan oleh entitas Zionis di Gaza masih terus berlangsung dengan intensitas kekejaman yang melampaui batas kemanusiaan melalui pengeboman rumah sakit, penghancuran sekolah tempat pengungsian, hingga penutupan akses bantuan kemanusiaan secara total. Umat Islam di Gaza sengaja dibuat mati kelaparan, menderita busung lapar, dan kekurangan air bersih di hadapan mata dunia tanpa ada pertolongan yang berarti.

Ironisnya, di sekeliling wilayah Palestina berdiri kokoh negara-negara Muslim dengan kekuatan militer yang besar dan persenjataan yang modern. Akan tetapi, para penguasa negeri Muslim tersebut tampak lumpuh dan tidak bergerak sedikit pun untuk mengirimkan pasukan militer resmi guna menghentikan pembantaian, melainkan hanya sibuk melemparkan kecaman retoris, diplomasi semu di forum internasional, serta konferensi tingkat tinggi yang tidak menghasilkan tindakan konkret apa pun di lapangan.

Mengapa semua kenestapaan ini bisa terjadi secara beruntun dan masif di berbagai belahan dunia?

Fenomena ini tidak boleh dipandang sebagai kasus-kasus acak yang berdiri sendiri secara parsial, melainkan merupakan buah yang niscaya dari penerapan sistem Sekularisme-Kapitalisme global. Ketika sebuah bangsa mengadopsi sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan, aturan-aturan Allah SWT didepak dari ruang publik, hukum, ekonomi, dan politik, sehingga agama hanya diberi ruang sempit di wilayah privat atau ritual semata. Sebagai gantinya, diadopsilah sistem ekonomi kapitalisme yang menjadikan manfaat materi, keuntungan finansial, dan pertumbuhan ekonomi sebagai standar tertinggi dalam bertindak.

Dalam kacamata kapitalistik ini, halal dan haram tidak lagi menjadi timbangan utama, sehingga legalitas bisnis haram seperti judi online dan prostitusi tetap dapat tumbuh subur karena mendatangkan perputaran uang yang besar. Sistem sekuler ini pula yang merampas kekayaan alam milik rakyat untuk diserahkan kepada oligarki demi investasi, sekaligus gagal membentuk kepribadian Islam yang kokoh pada diri anak didik sehingga melahirkan generasi yang rapuh, egois, dan destruktif.

Di tingkat global, ketidakmampuan umat Islam dalam membela Palestina dan wilayah Muslim lainnya yang tertindas berakar kuat pada ketiadaan Khilafah Islamiyyah, yaitu sebuah institusi politik universal yang bertugas menyatukan potensi militer, ekonomi, dan manusia dari seluruh dunia Islam.

Hari ini, umat Islam yang berjumlah hampir dua miliar jiwa telah terpecah-pecah menjadi lebih dari lima puluh negara bangsa akibat sekat-sekat nasionalisme atau ashabiyah yang berhasil mencuci pemahaman kaum Muslimin yang menganggap masalah Palestina hanyalah masalah internal bangsa Arab semata, bukan masalah akidah yang wajib dibela bersama.

Akibat fragmentasi politik yang akut ini, para penguasa Muslim menjadi sangat lemah, inferior, dan tunduk pada dikte serta kepentingan geopolitik negara-negara kafir penjajah. Mereka terbukti lebih takut kehilangan kursi kekuasaan atau sanksi ekonomi dari kekuatan asing daripada takut kepada ancaman Allah SWT atas penelantaran darah dan kehormatan kaum Muslimin yang tumpah setiap harinya.

Menghadapi realitas yang kelam ini, umat Islam tidak boleh terjebak dalam sikap apatis, putus asa, atau menganggap bahwa kondisi ini adalah takdir mutlak yang harus diterima dengan pasrah. Muharram wajib dijadikan momentum refleksi ideologis yang mendalam untuk menyadari bahwa segala bentuk kesempitan hidup ini adalah akibat langsung dari tindakan manusia yang berpaling dari syariat Allah SWT, sebagaimana yang telah peringatkan dalam Al-Qur'an:

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha: 124).

Oleh karena itu, makna hijrah yang hakiki pada abad ini bukan lagi sekadar perpindahan fisik secara geografis, melainkan sebuah perjuangan semesta untuk berhijrah secara total dari sistem kufur Sekularisme-Kapitalisme menuju penerapan sistem Islam secara menyeluruh atau kaffah di seluruh aspek kehidupan.

Allah SWT secara tegas memerintahkan umat Islam untuk masuk ke dalam Islam secara utuh dan tidak mengambilnya secara tebang pilih, sebagaimana firman-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208).

Penerapan Islam kaffah yang mencakup sistem ekonomi bebas riba, sistem peradilan yang tegas, sistem sosial yang menjaga kehormatan, hingga sistem politik luar negeri yang independen hanya mungkin terwujud secara sempurna jika ada institusi pelaksana, yakni Daulah Khilafah.

Sejarah perjuangan Rasulullah Saw. telah memberikan keteladanan yang agung bagi kita bahwa perubahan hakiki dari masyarakat jahiliyah Makkah menuju masyarakat Islam Madinah tidak dicapai melalui kompromi politik dengan sistem kufur, melainkan melalui perjuangan pemikiran dan perjuangan politik yang panjang, konsisten, serta terorganisir. Rasulullah Saw. membina para sahabat secara intensif dengan akidah Islam, lalu bergerak di tengah masyarakat untuk membongkar kebobrokan sistem jahiliyah, hingga akhirnya mendapatkan dukungan politik untuk menegakkan institusi Islam di Madinah.

Oleh sebab itu, umat Islam saat ini mengemban kewajiban syar'i untuk berjuang bersama-sama dalam sebuah jamaah dakwah Islam ideologis yang mengadopsi metode dakwah Rasulullah Saw. secara murni, yaitu melalui dakwah pemikiran dan politik tanpa kekerasan guna membangun kesadaran politik Islam demi menegakkan kembali Khilafah. Perjuangan yang terstruktur dan ideologis ini adalah satu-satunya jalan untuk merealisasikan kabar gembira yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. dalam hadis sahihnya:

"...Kemudian akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj (metode) kenabian." (HR. Ahmad).

Momentum 1 Muharram 1448 H harus menjadi lonceng pengingat bagi kesadaran politik dan ideologis kita semua. Penderitaan multidimensi yang terjadi di dalam negeri serta genosida yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina tidak akan pernah selesai hanya dengan penggalangan dana kemanusiaan, diplomasi di atas kertas, atau sekadar doa-doa yang dipanjatkan di atas sajadah tanpa adanya tindakan nyata untuk mengubah sistem. Akar masalah dari segala keterpurukan ini adalah ketiadaan institusi pelindung dan pengaman syariat, maka solusi satu-satunya adalah kembali kepada Islam kaffah.

Sudah saatnya seluruh elemen umat baik para ulama, intelektual, pemuda, maupun tokoh masyarakat bangkit, menyatukan visi, dan meleburkan diri dalam barisan perjuangan ideologis demi tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah yang akan membawa rahmat, keadilan, dan kesejahteraan hakiki bagi seluruh alam.

Wallahu a'lam bisawwab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,92,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,25,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,12,Jakarta Selatan,1,KAI,231,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,5,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,215,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,201,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,731,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,7,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,2,Polda Sumbar,103,Polresta Padang,1,Polri,83,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,4,Solok,3,Sulawesi Selatan,3,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,655,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,4,Telkom,1,Timezone,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Muharram: Saatnya Umat Bangkit Memperjuangkan Islam
Muharram: Saatnya Umat Bangkit Memperjuangkan Islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgllvbfEvsAxZReykQhgUvkPYRfUfSzOWP6Sfaocfq2EjYBFskuB0su6vp-v7YujE2UpRcR7OB9QDvo4o1jSonOyUGxJn9EefAbIp0DjwpLhd8KdflGzu4dgtdy5FdXXLg1uz6-rBfDousm6pv9kO1KFae2xkRHoULEUh5hyofx3_5GV2vMYP_QUbNzPEwl/s320/WhatsApp%20Image%202026-06-22%20at%2015.38.07.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgllvbfEvsAxZReykQhgUvkPYRfUfSzOWP6Sfaocfq2EjYBFskuB0su6vp-v7YujE2UpRcR7OB9QDvo4o1jSonOyUGxJn9EefAbIp0DjwpLhd8KdflGzu4dgtdy5FdXXLg1uz6-rBfDousm6pv9kO1KFae2xkRHoULEUh5hyofx3_5GV2vMYP_QUbNzPEwl/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-06-22%20at%2015.38.07.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/06/muharram-saatnya-umat-bangkit_0192309071.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/06/muharram-saatnya-umat-bangkit_0192309071.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content