Pergantian tahun Hijriah melalui datangnya 1 Muharram 1448 H menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi terhadap kondisi kehidupan saat ini. Namun, di tengah semangat menyambut tahun baru Islam, berbagai persoalan masih terus membelit masyarakat.
Di dalam negeri, berbagai permasalahan sosial terus bermunculan. Kemiskinan struktural, maraknya judi online, prostitusi anak, bullying, eksploitasi seksual, hingga kekerasan menjadi fenomena yang menunjukkan adanya krisis dalam kehidupan masyarakat. Berbagai persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menunjukkan adanya masalah yang lebih luas dalam sistem kehidupan.
Di tingkat internasional, umat Islam juga masih menyaksikan penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung. Masyarakat Gaza menghadapi krisis kemanusiaan, sementara dukungan nyata dari banyak negeri Muslim belum mampu menghentikan penderitaan tersebut.
Datangnya Muharram seharusnya menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki cita-cita besar sebagai khairu ummah (umat terbaik). Namun, kondisi umat hari ini masih menunjukkan banyak tantangan yang harus diselesaikan.
*Krisis Akibat Jauhnya Umat dari Aturan Allah*
Berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari sistem kehidupan yang diterapkan saat ini. Sistem sekuler-kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan menjadikan ukuran keberhasilan sering kali hanya berpusat pada kepentingan materi dan keuntungan.
Ketika nilai halal dan haram tidak menjadi standar utama dalam kehidupan, maka berbagai bentuk kerusakan dapat muncul. Kepentingan ekonomi, kebebasan tanpa batas, serta orientasi keuntungan dapat mengalahkan nilai moral dan kemanusiaan. Akibatnya, berbagai masalah sosial semakin sulit diselesaikan secara menyeluruh.
Dalam konteks dunia Islam, lemahnya posisi umat dalam menghadapi berbagai persoalan internasional juga menunjukkan adanya perpecahan dan tidak adanya kekuatan bersama yang mampu menyatukan umat Islam. Banyak negeri Muslim berjalan sendiri berdasarkan kepentingan nasional masing-masing sehingga sulit membangun sikap bersama dalam menghadapi persoalan umat, termasuk Palestina.
Padahal, Islam mengajarkan persatuan umat. Allah SWT berfirman:
_“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara...” (QS. Al-Hujurat: 10)_
Persaudaraan Islam seharusnya menjadi kekuatan yang menyatukan umat, bukan terpecah oleh kepentingan duniawi.
*Muharram sebagai Momentum Perubahan*
Muharram bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi momentum untuk melakukan evaluasi dan perubahan. Umat Islam perlu menyadari bahwa berbagai persoalan yang terjadi bukanlah sesuatu yang harus diterima begitu saja, melainkan menjadi tanda bahwa umat perlu kembali kepada aturan Allah SWT.
Hijrah memiliki makna perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Sebagaimana Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah, perubahan besar membutuhkan keyakinan, perjuangan, pengorbanan, dan proses yang panjang.
Allah SWT berfirman:
_“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)_
Hijrah hakiki adalah upaya meninggalkan segala bentuk kehidupan yang menjauhkan manusia dari aturan Allah menuju kehidupan yang menjadikan Islam sebagai pedoman secara menyeluruh (kaffah).
Dalam pandangan sebagian umat Islam, penerapan Islam secara menyeluruh membutuhkan institusi yang mampu menerapkan aturan Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yaitu Khilafah. Khilafah dipandang sebagai bentuk kepemimpinan yang menyatukan umat Islam dan menjadikan kepentingan umat sebagai tanggung jawab bersama.
Rasulullah SAW telah mengajarkan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, tetapi membutuhkan perjuangan yang terarah dan terorganisasi. Dakwah Rasulullah SAW di Makkah menunjukkan pentingnya membangun pemahaman, membentuk kekuatan umat, dan memperjuangkan perubahan berdasarkan nilai Islam.
Karena itu, Muharram seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, membangun kesadaran, dan memperjuangkan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Kebangkitan umat membutuhkan ilmu, persatuan, dan perjuangan bersama agar umat kembali memiliki kemuliaan sebagaimana cita-cita sebagai khairu ummah.
Wallahu'alam bishowab
