Oleh: Emah R
Aktivis Muslimah
Di stasiun pengisian bahan bakar umum diserbu warga yang mengantri, karena isu kenaikan BBM, mereka jadi terpengaruh. Akibat dari perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran, sehingga harga bahan bakar dan minyak dunia yang meluas dan bertahan di level tinggi dan masih banyak yang terdampak.
Dari pantauan di Kecamatan Gubeng, antrian motor dan mobil yang terlihat saat berita ini ditulis sampai pukul 18.00 WIT tidak sampai mengganggu lalu lintas apalagi mengular keluar. Hal ini dipicu karena beredarnya isu rencana kenaikan harga BBM di sejumlah SPBU yang dikelola oleh Pertamina dan BP-AKR.
Informasi proyeksi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya menurut Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. Diharapkan agar masyarakat tidak terpengaruh dan hanya melalui saluran resmi. Himbauan pemerintah mendukung penggunaan energi secara bijak dan membeli sesuai kebutuhan, juga tidak menimbun karena berisiko dalam pendistribusian. Untuk mendapatkan informasi valid yang lebih jelas dan lebih akurat mengenai harga BBM hanya di www Pertamina Com, kata Ahad.
Pertamina belum menaikan harga BBM secara resmi dan baru wacana, tapi lain halnya keadaan di lapangan, semua kebutuhan bahan pangan dan pokok juga harga barang, sudah lebih dahulu naik dan melonjak harganya. Ini menjadi sebuah keprihatinan yang terjadi di mana sekarang perekonomian sedang sulit dan tidak stabil, ketimpangan sosial makin tinggi,banyak pengangguran, premanisme, kriminalitas, pencurian, karena sulitnya mencari lapangan kerja dan mata pencaharian, sementara kebutuhan hidup tidak bisa ditunda dan diabaikan. Pada faktanya sekarang harta/materi hanya beredar di segelintir kalangan tertentu saja, tidak merata dan meluas.
Berbeda jika sistem Islam diterapkan yang akan selalu menyejahterakan dan meriayah rakyatnya. Dengan mengelola hasil bumi, sumber daya alamnya dengan pendistribusian yang baik dan benar. Dan sumber daya manusianya diberdayakan, sehingga tidak ada yang menganggur, dan ekonomi stabil, rakyat sejahtera tidak ada ketimpangan. Karena manusia berserikat dalam tiga hal: air, api dan padang gembala, tidak seperti sekarang saling menguasai tanpa batas.
Jika semuanya dikelola dengan baik oleh Islam, maka akan terealisasi Islam Rahmatan Lil'alamin. Rindu dengan hadirnya sosok seorang pemimpin Islam yang pasti tidak akan pernah rela jika umatnya hidup dalam kesusahan dan keprihatinan, juga ketidakadilan.
Wallahualam bissawab.
