Pemberdayaan Perempuan Ala Kapitalisme dengan Kemuliaan Perempuan dalam Islam

 


Oleh Arista Yuristania, S.Pt

 Aktivis Muslimah

 

Dalam rangka memperingati hari Kartini 2026,  Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan semangat perjuangan RA Kartini melalui karya, gagasan, dan kreativitas, (ARIFATUL CHOIRI FAUZI, 06/03/20026). Karya-karya inspiratif ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama, bahwa perempuan yang berdaya merupakan kekuatan penting bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia emas 2045.

Di lingkungan kerja, peringatan hari Kartini kerap menjadi momen refleksi atas peran perempuan dalam  dunia profesional. Berbagai program pemberdayaan ekonomi perempuan pun terus di aruskan di berbagai bidang. Mulai dari kewira usahaan, industri kreatif, hingga sektor formal lainnya. Hal ini menunjukkan adanya dorongan kuat bagi perempuan agar memiliki kemandirian finansial dan kintribusi nyata dalam pembangunan. Namun demikian dalam praktiknya standar kesuksesan, perempuan seringkali diukur dari sejauh mana ia berdaya secara ekonomi dan mencapai jenjang karir tertentu. Perspektif ini kemudian membentuk cara pandang masyarakat bahwa keberhasilan perempuan identik dengan pencapaian materi dan profesional. Apalagi tema hari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045”. Seolah menegaskan bahwa perempuan masih di posisikan sebagai objek pemberdayaan ekonomi.

Sebuah sistem kehidupan selalu berdiri di atas qaidah fikriyah atau landasan berfikir yang menentukan arah pandangan dan kebijakan nya. Tema hari Kartini 2026 beserta narasinya menunjukkan bahwa kebijakan pemberdayaan perempuan dibangun di atas paradigma Gender Equality atau kesetaraan gender yang merupakan produk peradaban barat sekuler. Paradigma ini lahir dari rahim liberalisme yang meletakkan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dan menolak segala bentuk pembedaan peran yang di anggap sebagai diskriminasi. Paradigma kesetaraan gender, memandang perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan sebagai sesuatu yang harus dihapuskan dan menganggap bahwa kesetaraan berarti perempuan harus hadir, berkompetisi dan berprestasi di semua ruang yang selama ini di dominasi laki-laki. Maka lahirlah berbagai kebijakan yang mendorong perempuan masuk ke sektor formal, mengejar karir, meraih jabatan, dan membangun kemandirian finansial seolah-olah itulah satu-satunya makna kemajuan.

Peradaban kapitalis menjadikan perempuan memandang kebahagiaan hanya pada aspek materi dan kebebasan individual. Inilah tolak ukur keberhasilan manusia dalam pandangan kapitalisme. Pemberdayaan perempuan ala kapitalisme dibungkus dengan nama-nama lokal seperti semangat Kartini agar tampak membumi dan mudah diterima masyarakat. Tema Kartini di sabotase, semangatnya di politisasi, dan substansi nya diisi dengan agenda liberalisme gender yang sesungguhnya asing dari akar peradaban islam. Islam memandang manusia dari sisi kemanusiaannya atau al insaniyah bukan dari sisi jenis kelamin.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Pada dasarnya laki-laki dan perempuan sama-sama dibebani taklif syar’i sama-sama memiliki akal dan sama-sama bertanggung jawab dihadapan Allah atas semua perbuatannya selama di dunia. Yang membedakan keduanya bukanlah gender melainkan fungsi dan peran yang allah tetapkan sebagai hamba allah dengan fitrah sebagai manusia maupun fitrah sebagai laki-laki maupun perempuan. Standar kesuksesan dalam islam pun berbeda secara mendasar dari peradaban barat. Islam menetapkan standar yang jauh lebih agung, yakni meraih ridho Allah melalui ketaatan kepadanya secara totalitas. Inilah keberuntungan sejati dalam pandangan islam.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Maka ukuran keberhasilan perempuan dalam pandangan islam bukan karir, materi, atau pengakuan sosial, melainkan sejauh mana ia menjalankan seluruh perannya dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT dengan penuh kesadaran dan ke ikhlasan. Kesuksesan itu pun hanya bisa terwujud secara nyata dan sistematis dalam naungan daulah Islam. Islam mewajibkan negara menjamin kebutuhan dasar seluruh warganya termasuk perempuan melalui sistem nafkah yang terstruktur, di bebankan kepada wali dan jika wali tidak mampu, maka Baitul Maal yang menanggung. Rasullah saw bersabda

“Imam atau khalifah adalah raa’in (Pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Islam perempuan sangat dimuliakan. Perempuan adalah kehortmatan yang wajib dijaga oleh negara, oleh karena itu sistem pergaulan Islam secara tegas menutup seluruh pintu eksploitasi terhadap perempuan, di antaranya perintah menutup aurat, larangan kholwat, ikhtilat, tabaruj, dsb. Di atas pondasi akidah dan sistem yang kokoh itulah perempuan mengemban peran agung nya sebagai ummun wa rabbatul bayt atau ibu sekaligus pengatur rumah tangga yang menjadi madrasah pertama bagi generasi. Rasulullah saw bersabda:

 “Ketika ditanya tentang siapa yang paling berhak mendapat perlakuan baik, beliau menjawab “ibumu” hingga tiga kali sebelum menyebut ayah.”

(HR Bukhari Muslim)

Ini adalah sebuah pengakuan atas keaguangan dan besarnya peran seorang ibu. Selain  itu perempuan juga memiliki kewajiban berdakwah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 وَا لْمُؤْمِنُوْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

(QS. At-Taubah 9: Ayat 71)

Adapun perempuan yang memiliki ilmu dan keahlian dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun lainnya. Negara memberi ruang pengabdian baginya bukan untuk aktualisasi duniawi melainkan semata untuk memajukan peradaban Islam karena ingin meraih rida Allah.

Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,86,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,10,Jakarta Selatan,1,KAI,186,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,3,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,199,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,190,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,615,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,81,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,3,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,624,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,13,
ltr
item
Media Sumbar: Pemberdayaan Perempuan Ala Kapitalisme dengan Kemuliaan Perempuan dalam Islam
Pemberdayaan Perempuan Ala Kapitalisme dengan Kemuliaan Perempuan dalam Islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZJR7Q7udjXOXXwLdmd9zY7d5pWn0e4LD_S9yLtgP7KDnYrF-Icwpgz4Yv2DjD2fA8R5h99_FkRlMb-gyV_bHpjZAo-CEBzHeHhS2Hget3N4stRc71Pu9FB7urtT06itXWsAt3AGMT0_SX8FkCHevhrXf_0bbaReFRCbn155_68GjdVyCrdk7ytqz6nW-7/s320/TEH%20TETA.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZJR7Q7udjXOXXwLdmd9zY7d5pWn0e4LD_S9yLtgP7KDnYrF-Icwpgz4Yv2DjD2fA8R5h99_FkRlMb-gyV_bHpjZAo-CEBzHeHhS2Hget3N4stRc71Pu9FB7urtT06itXWsAt3AGMT0_SX8FkCHevhrXf_0bbaReFRCbn155_68GjdVyCrdk7ytqz6nW-7/s72-c/TEH%20TETA.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/05/pemberdayaan-perempuan-ala-kapitalisme.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/05/pemberdayaan-perempuan-ala-kapitalisme.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content