Oleh Komanah
Aktivis Muslimah
Jakarta, tvonenews.com-Kronologi ketua BEM UGM Tito Ardianto mendapat sejumlah teror dari orang tak dikenal.Teror itu didapat Tito paska Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM), melayangkan surat kepada Nationwide Children Find(UNICEF) pada Jumat (6/2/2026). Tak hanya diteror melalui pesan WhatsApp, Tito Ardianto juga mengakui dikuntit dan difoto dari jarak jauh oleh orang tak dikenal dengan ciri-ciri badan tegap. Bahkan, lebih parah teror tersebut merembet ke keluarga Tito Ardianto dan puluhan anggota BEM UGM lain.
Kronologi ketua BEM UGM Tito Ardianto disebut-sebut menerima serangkaian teror usai bersurat ke UNICEF terkait hak-hak pendidikan menyusul tragedi anak SD berusia 10 tahun bunuh diri di Nusa Tenggara Timur(NTT), Karna tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Dia disebut-sebut menulis surat, selain itu Tito juga mengkritik pemerintah. Dikirim pesan dari nomor kode Negara+44. Tito mengatakan dia menerima pesan-pesan WhatsApp dari sedikitnya enam nomor mestrius berkode +44 yang merupakan kode negara Inggris Raya. Tito juga mengaku mendapatkan serangan dimedia sosialnya seperti Facebook, Instragram hingga TikTok. Dan mereka juga membuat konten negatif terhadap saya. Tito ini suka menyewa karoke katanya, dikutip pada Kamis (19/2/2026). Tito mengaku mendapatkan teror berupa penculikan Tito juga mengaku dibuntuti dua pria bertubuh tegap tak dikenal disebuah kedai pada Rabu (11/2/2026).
Pakta yang terjadi diatas adalah, membuktikan bagai mana sistem sekularis tidak dapat melindungi masyarakatnya. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia mendapat teror. Dalam sistem sekuler, polisi yang bertindak sewenang-wenang menjadi sebuah keniscayaan. Karna, sistem ini tidak mampu melahirkan sosok polisi yang bersyakhsyiah Islam. Sehingga reformasi Polri tanpa merevolusi sistem sekuler sesuai aturan Allah menjadi ilusi lahirnya polisi yang bermartabat dalam menjalan kan tugasnya untuk melindungi masyarakatnya. Berbagai kasus korban tewas ditangan polisi, dan tidak bisa diselesaikan hingga saat ini banyak para korban yang tidak mendapatkan keadilan.
Saat ini, masyarakat sangat terabaikan oleh penguasa ataupun petugas kepolisian, padahal kepolisian adalah untuk melindungi seluruh masyarakat di dalam negeri, tetapi fakta ini menunjukan bagaimana sistem sekuler tidak benar-benar hadir untuk menjadi pembela masyarakat, malah masyarakat menjadi korban oleh perbuatan polisi itu sendiri. Sistem ini, tidak mampu melahirkan sosok polisi yang bisa melindungi masyarakat dengan keseluruhan sistem sekuler sangat abai dalam hal melindungi keamanan seluruh masyarakat.
Dalam sistem Islam, Kepolisian berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri yang dipimpin oleh Direktur keamanan dalam Negri. Polisi adalah, alat utama negara untuk menjaga semua keamanan. Dalam Islam, setiap korban pembunuhan akan mendapatkan keadilan, yaitu penguasa akan menegakan keadilan sesuai syariat Islam. Perlindungan dalam Islam, berpusat pada perlindungan terhadap lima hal Pokok (al-dharuriyyat al-khamasah) agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Ini mencakup perlindungan fisik, psikis, dan finansial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta penghormatan terhadap privasi data pribadi. Islam memandang, perlindungan ini sebagai wujud kemaslahatan manusia juga manifestasi iman.
Kepolisian dalam Islam dikenal sebagai Syurthah (Ahli as-Syurthah), adalah aparat penegak hukum dan keamanan dalam negeri yang bertanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan jiwa, harta, dan kehormatan masyarakat berdasarkan syariat Islam. Institusi ini bertujuan mengayomi, menegakan keadilan, serta menciptakan rasa aman bagi warga negara. Tugas utama adalah menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menindak kejahatan dan perilaku kriminal sesuai hukum syariat. Tugas kepolisian adalah, tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan ikhlas dan profesional. Polisi dalam perspektif Islam adalah aparatur yang mulia jika niatnya untuk menegakan amar ma'ruf nahi mungkar. Oleh sebab itu, keamanan dan kenyamanan masyarakat akan terwujud dengan diterapkannya syariat Islam, karena segala aturannya bersumber dari Allah Swt yang akan membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia.
Wallahualam bissawab
