Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T
Pemerhati Remaja
Marhaban Yâ Ramadhân
Mulia dengan Takwa, Berkah dengan Syariah
Halo, Gaes! Nggak kerasa ya, tamu agung yang paling ditunggu-tunggu, Ramadhan, sebentar lagi bakal mengetuk pintu hati kita. Bulan ini bukan cuma soal nahan laper dari subuh sampe maghrib, tapi ini adalah momen "Golden Ticket" buat kita dapet ampunan, pahala tanpa batas, dan tentu saja... pembebasan dari api neraka.
Ada satu malam yang paling dicari semua umat Muslim di dunia, yaitu Lailatul Qadar. Bayangin, ibadah di satu malam itu nilainya lebih baik dari seribu bulan sekitar 83 tahun. Kesempatan ini cuma ada di Ramadhan, lho.
Puasa itu bukan sekadar tren tahunan, tapi salah satu dari lima pilar utama (Rukun Islam) yang bikin "bangunan" iman kita kokoh. Rasulullah saw. pernah bersabda kalau Islam itu dibangun di atas lima perkara, dan puasa Ramadhan adalah salah satunya (HR al-Bukhari).
Kalau kita ngaku Muslim tapi sengaja ninggalin puasa tanpa alasan jelas, itu sama aja kita lagi ngeruntuhin bangunan agama kita sendiri. Big no, right? Apalagi Allah SWT sudah mewajibkan kita dalam Al-Qur'an:
"Siapa saja di antara kalian ada pada bulan itu (Ramadhan), hendaklah ia berpuasa..." (TQS al-Baqarah: 185).
Kabar baiknya, Ramadhan itu Syahrul Maghfirah alias bulan diskon dosa besar-besaran! Asalkan kita sungguh-sungguh dan menjauhi dosa besar, dosa-dosa kecil kita bakal dihapus (HR Muslim). Auto-clear deh catatan buruk kita!
Jangan Sampai "Zonk" di Akhir Ramadhan
Ada peringatan keras nih buat kita. Rasulullah saw. pernah diperlihatkan pemandangan ngeri: orang-orang yang digantung dengan mulut robek dan berdarah. Ternyata, mereka adalah orang yang berbuka puasa sebelum waktunya alias sengaja batalin puasa (HR an-Nasa’i).
Duh, jangan sampe deh kita termasuk yang begitu. Padahal Allah cuma minta kita ninggalin makan-minum sebentar doang, tapi imbalannya luar biasa: Takwa.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa... agar kamu bertakwa" (TQS al-Baqarah: 183).
Takwa itu apa sih? Simpelnya, takwa itu adalah "taat total". Melakukan apa yang Allah suruh, dan menjauhi apa yang Allah larang. Di mata Allah, orang yang paling keren (mulia) itu bukan yang paling kaya atau paling cakep, tapi yang paling bertakwa (TQS al-Hujurat: 13).
Gaes, kalian tahu nggak? Dulu umat Islam bisa memimpin dunia selama 14 abad itu karena mereka bangga sama Islam dan menerapkan Syariah. Keberkahan itu datang kalau suatu negeri penduduknya beriman dan bertakwa (TQS al-A’raf: 96). Berkah itu artinya kebaikan yang terus bertambah.
Di sisi hukum, semua orang sama, nggak ada yang "kebal hukum". Di sisi sosial, nggak ada rasisme, semua saudara. Di sisi ekonomi, kekayaan nggak cuma muter di orang kaya aja, tapi dikelola biar semua rakyat sejahtera.
Jadi, kalau kita pengen hidup mulia dan penuh berkah, jalannya cuma satu: Terapin Syariah secara Kâffah (total) dalam semua aspek hidup kita.
Yuk, jadiin Ramadhan 1447 H ini sebagai momen buat kita mantepin hati. Belajar Islam lebih dalam, perbaiki ibadah, dan dukung perjuangan tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi. Biar kita nggak cuma dapet laper, tapi dapet kemuliaan yang sesungguhnya!
Selamat menyambut Ramadhan, Generation of Taqwa!
