Delapan Dekade Merdeka: Indonesia Masih Terjajah dalam Bayang-Bayang Kapitalisme

Oleh : Rola Rias Kania (Tenaga Pengajar)


Delapan puluh tahun sudah Indonesia merayakan kemerdekaan, namun apakah rakyat benar-benar telah merangkuh kemerdekaan sejati? Ironi pahit menyelimuti negeri ini. Secara de jure merdeka, namun secara de facto masih terbelenggu. Kemerdekaan yang seharusnya membawa kesejahteraan dan kebebasan berfikir sesuai akidah justru terkikis oleh sistem sekuler kapitalisme yang mengakar kuat. Alih-alih membebaskan, sistem ini justru menjerumuskan rakyat ke dalam jurang kemiskinan, ketidakadilan dan krisis identitas. 

Merdeka tapi tidak sebenar-benarnya merdeka. Ini lah ironi yang dirasakan negeri ini. Kemerdekaan sejatinya tampak ketika setiap warga negara dapat memenuhi kebutuhan dasar, sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan tanpa harus memeras keringat hingga titik darah penghabisan. Namun realitas yang ada jauh dari harapan. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menerjang berbagai sektor, mulai dari industri teksitil hingga teknologi(viva.co.id/10/08/2025). Pendapatn rakyat stagnan, bahkan merosot, sementara harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Diperparah dengan beban pungutan negara yang kian mencekik memaksa rakyat menggerus tabungan hanya untuk bertahan hidup. Akibatnya, kelas menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi terancam jatuh ke jurang kemiskinan. Kesenjanagan kesejahteraan kian menganga, memperlihatkan wajah buruk kapitalisme yang hanya menguntungkan segelintir elit. 

Slogan “Bersatum Berdaulat, rakyat sejahtera, Indoensia Maju” terasa hampa saat rakyat masih bergulat dengan luka-luka sosial dan ekonomi. Satu tahun terakhir saja sudah menorehkan bekas luka yang mendalam bagi rakyat.. kemerdekaan yang dirayakan setiap 17 Agustus seolah hanya seremoni kosong, tak mampu menyentuh esensi sejati dari kebebasan. 

Lebih memprihatinkan lagi, potensi generasi muda Indonesia telah dibajak oleh ideologi kapitalisme yang rusak dan merusak. Ideologi hakikatnya ingin senantiasa tumbuh ditengah masyarakat, maka wajar gerakan mempertahankan akidah ini terus digalakkan. Berbagai narasi seperti deradikalisasi, Islam moderat dan dialog anataragama sengaja digaungkan untuk menjatuhkan umat dari pemikiran Islam yang shahih. Akibatnya pemikiran Islam yang seharusnya menjadi panduan umat terkikis, digantikan oleh nilai-nilai materialistis yang menuhankan harta dan kekuasaan. Indonesia, mayoritas penduduknya Muslim, justru kehilangan jati dirinya karena sistem sekuler yang diterapkan tidak selaras dengan nilai-nilai syariat. 

Bagi umat muslim kemerdekaan sejatinya ketika mereka bebas menjalankan aturan Allah, bukan terikat pada hukum-hukum buatan manusia yang sering kali bertentangan dengan fitrah. Namun, realitas hari ini menunjukkan bahwa penghambaan kepada Allah telah digantikan oleh penghambaan kepada sesama makhluk. Manusia sebagai pencipta sistem kapitalisme ini menjadikan umat muslim menjalankan aturan yang dibuat oleh manusia yang memiliki sifat rakus. Sistem ini tidak hanya gagal mensejahterakan rakyat, namun juga memperparah ketimpangan sosial. Para kapitalis semakin kaya, sementara rakyat kecil terus terpinggirkan, berjuang untuk sekadar bertahan hidup. 

Solusi atas krisi multidmensi ini hanya satu, yakni kembali menerapkan sistem Islam secara kaffah. Penerapan sistem Islam kafah adalah kebutuhan dan solusi hakiki atas kondisi ini. Sistem ini terbukt mampu mensejahterakan rakyat dengan mengelola sumber daya secara adil. Dalam sistem Islam, kepemilikan umum seperti sumber daya alam dikelola negara untuk kepentingan umat, bukan untuk menggemukkan kantong korporasi. 

Sistem Islam mampu menyejahterakan rakyat dengan mengelola kepemilikan umum dan mengalokasikan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat. Negara menjamin kesejahteraan rakyat dengan memenuhi kebutuhan pokok rakyat (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan). Negara melakukan industrialisasi sehingga membuka lapangan pekerjaan. Negara juga memberikan tanah bagi yang mau menghidupkan. Bagi fakir miskin, negara memberikan santunan dari baitulmal.

Sistem Islam kafah juga akan menjaga pemikiran umat islam tetap selaras aturan syariat, dan hidup dalam ketaatan kepada Allah. Setiap aturan yang diterapkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan hadirnya penerapan Islam kaffah maka setiap peraturan dapat diterapkan maka manusia menghamba seutuhnya kepada Allah. Ini adalah esensi kemerdekaan sejati, kebebasan untuk menghamba kepada Sang Pencipta, bukan kepada sistem buatan manusia yang penuh cacat.  

Namun untuk meraih kemerdekaan hakiki diperlukan perubahan mendasar yang menyasar akar masalah yaitu sistem kapitalisme yang telah meracuni sendi-sendi kehidupan. Saat ini sudah ada geliat perubahan di tengah masyarakat, seperti fenomena One Piece, dll. Namun, belum menyentuh akar permasalaha. Perubahan sejati hanya dapat terwujud melalui gerakan dakwah Islam ideologis yang terorganisisr, yang berjuang untuk mengganti sistem kufur dengan sistem Islam secara menyeluruh. Wallahualam bissawab

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,70,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,1,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,2,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,8,Jakarta Selatan,1,KAI,126,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,187,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,159,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,458,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,2,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,73,Polresta Padang,1,Polri,73,Pontianak,1,Puisi,18,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,2,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,507,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,104,UNAND,20,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Delapan Dekade Merdeka: Indonesia Masih Terjajah dalam Bayang-Bayang Kapitalisme
Delapan Dekade Merdeka: Indonesia Masih Terjajah dalam Bayang-Bayang Kapitalisme
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQicCfifZC9XY1oEkk2QovO5Cl3qeK1IFYzDQQA4y-_x5GS6al2cfcX4WYxJlFUq9PH9WvIGQK31-owSS9WnPicQV_x8pVWGyxRLApAi-WsIMG70SZugtqOtaTR4KI5PgPhdv24LQKgHEn6ONcgwqJGEz7h1yA78YOLIyURV0LTaLURdxc6hs8Nio4Esf3/w584-h640/1000347548.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQicCfifZC9XY1oEkk2QovO5Cl3qeK1IFYzDQQA4y-_x5GS6al2cfcX4WYxJlFUq9PH9WvIGQK31-owSS9WnPicQV_x8pVWGyxRLApAi-WsIMG70SZugtqOtaTR4KI5PgPhdv24LQKgHEn6ONcgwqJGEz7h1yA78YOLIyURV0LTaLURdxc6hs8Nio4Esf3/s72-w584-c-h640/1000347548.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/09/delapan-dekade-merdeka-indonesia-masih.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/09/delapan-dekade-merdeka-indonesia-masih.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content