Oleh Yulia Rosmiati
Pendidik
Generasi
"Masa depanmu dimulai dari apa yang
kamu pelajari hari ini." Kalimat ini
hendaknya mampu memotivasi diri kita dalam
menghadapi situasi yang terjadi pada generasi saat ini. Namun faktanya, tekanan
yang dihadapi Gen Z memang tidak ringan. Kekhawatiran terhadap masa depan
menjadi pemicu utama gangguan mental, dengan proporsi mencapai 60%.
Tekanan finansial juga menjadi faktor signifikan 57%, diikuti oleh ekspektasi sosial 42%, serta perasaan tidak berdaya terhadap situasi yang berada di luar kendali 36%. Survei ini melibatkan 1.158 responden dari kalangan Gen Z dan dilaksanakan pada tanggal 10–12 Desember 2025 melalui kuesioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile Jakpat.
Berbagai survey menyebutkan generasi Z di Indonesia paling banyak mengalami kecemasan dan gangguan mental. Hal ini dikarenakan ketidakpastian Ekonomi & Finansial, sehingga tingginya biaya hidup dan persaingan kerja yang ketat membuat banyak anak muda khawatir tentang kestabilan finansial dan kemampuan mereka untuk mandiri secara finansial. data.goodstate.id, (08/04/2026)
Faktor pemicunya pun beragam, seperti: pengaruh medsos dan tekanan sosial. Misalnya, tekanan akademik dan sosial. Ekspektasi yang tinggi untuk selalu berprestasi, ditambah dengan perbandingan hidup yang konstan melalui media sosial, memicu anxiety atau kecemasan akan pencapaian.
Fenomena ini menggejala di seluruh dunia, dengan ketidakpastian karir dan masa depan membuat Gen Z bersikap lebih skeptis. Misalnya, krisis iklim global yaitu isu lingkungan dan perubahan iklim yang mengancam kelangsungan hidup bumi menjadi salah satu beban pikiran utama generasi ini serta kelebihan Informasi (FOMO): Terlalu sering terpapar berita negatif dan tren di media sosial sering kali menimbulkan perasaan tertinggal atau tidak cukup baik.
Namun, dari kondisi tersebut muncul gelombang resistensi yang diprediksi mampu menjadi titik balik bagi generasi ini dan hal ini berdampak pada:
1. Krisis multidimensi yang melanda dunia
hari ini jadi pemicu utama kecemasan Gen Z.
2. Potensi mereka sebagai pemuda dilemahkan
dengan berbagai hal yang merusak jati diri melalui peradaban sekuleristik
kapitalistik.
3. Abainya riayah negara terhadap generasi.
Alih-alih dirangkul, generasi muda justru seringkali mendapat stigma buruk dari
generasi sebelumnya.
4. Di sisi lain, kecemasan dan sikap kritis
Gen Z bisa menjadi peluang perubahan untuk mereka bangkit menuju kondisi yang
lebih ideal.
Solusi Islam
1. Islam sebagai solusi dari krisis yang melanda dunia hari ini. Penerapan sistem Islam mendatangkan Rahmatan lil Alamin. Membawa ketenangan dan keselamatan hidup bagi manusia.
2. Karakter generasi di masa kejayaan Islam sangat kuat. Berkepribadian Islam dan cakap dalam berbagai bidang keilmuan.
3. Kehadiran negara sebagai pelindung dan pelayan umat, menjamin pemenuhan kebutuhan hidup secara adil.
Hanya sistem Islam yang layak tegak dimuka bumi ini. Semoga kejayaan Islam segera diraih melalui para pemuda dan pemudi yang senantiasa bersemangat dalam memperjuangkan syariat Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan.
Wallahualam bissawab.
