Oleh Nurenda
Aktivis Dakwah
Bagaimana kabar Gaza hari ini? Akibat krisis
kemanusiaan, kondisi Gaza hari ini masih sangat memprihatinkan. Serangan
militer Israel yang terus berlangsung, mengakibatkan warga sipil terjebak dalam
kondisi mematikan tanpa perlindungan yang pasti. Mereka secara terus-menerus menghadapi
kesulitan ekstrem setiap harinya.
Di Gaza perang tidak hanya hanya menghancurkan
bangunan, rumah sakit, sekolah dan kamp pengungsian, tetapi juga masa depan
bangsa yang berada di tangan generasi muda, usia anak-anak dan remaja.
Laporan terbaru Komisi Penyelidikan
Internasional Independen Perserikatan Bangsa-bangsa, Selasa (23/6/2026),
menyebutkan otoritas dan tentara Israel secara sengaja menargetkan anak-anak
Palestina selama perang yang terjadi sejak serangan Hamas ke Israel, 7 Oktober
2023.kompas.id/artikel.
Oleh Luki Aulia, 25 Juni 2026 09.00 WIB.
Fakta yang terjadi jelas diuraikan pada
laporan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menyatakan zionis
sengaja menargetkan serangan terhadap anak Gaza. Serangan ini mengakibatkan lebih
dari seribu anak syahid sejak Oktober 2023.
Setiap hari Zionis membunuh satu anak Gaza.
Banyak anak-anak yang berakhir pada luka fisik hingga banyak yang cacat,
sekaligus mengalami trauma psikologis yang berat mengakibatkan masa depan anak
Gaza terancam, inilah fakta dari Genosida oleh Zionis.
Sebenarnya yang diinginkan Israel terhadap
Palestina adalah mencari dominasi, keamanan, perluasan wilayah pemukiman, dan
kontrol penuh atas sumber daya, serta tidak tertinggal situs-situs bersejarah
di Palestina. Tujuan strategis ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya:
keamanan dan kontrol militer, perluasan wilayah (pemukiman), penguasaan sumber
daya serta situs keagamaan.
Dalam melancarkan tujuannya, Zionis sengaja
menargetkan anak-anak Gaza dalam rangka genosida untuk menghabisi muslim
Palestina. Zionis melakukan segala cara termasuk membunuh anak-anak demi meraih
tujuan mereka, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israel
raya. Mereka tidak peduli gencatan senjata dan kecaman lembaga PBB dan genosida
terus mereka lakukan.
Apa yang bisa kita harapkan pada Zionis untuk
bisa melunak (misalnya dengan pergantian PM), maupun pada PBB (yang terbukti
gagal dengan puluhan resolusinya), apalagi dengan dunia Islam yang semakin
merapat pada AS dan Zionis. Semua ini disebabkan karena penerapan sistem
Politik Kapitalis dan menyebarnya paham nasionalisme oleh kaum kafir Barat.
Allah Swt. berfirman dalam QS Al-Maidah ayat
64:
“Orang-orang Yahudi berkata, "Tangan
Allah terbelenggu (kikir). Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu, mereka
dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan, sebaliknya kedua tangan
Allah terbuka (maha pemurah). Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki,
(Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah
kedurhakaaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka Sampai hari kiamat. Setiap
hari mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha
(menimbulkan) kerusakan di Bumi, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan.”
Dalam ayat ini terlihat jelas sifat-sifat kaum
Yahudi yang melampaui batas dan gemar melakukan kerusakan di muka bumi, serta
bagaimana Allah melaknat mereka atas perbuatan tersebut.
Akhirnya kita hanya bisa berharap pada
satu-satunya yang dapat membebaskan Palestina yaitu Khilafah. Karena khilafah
adalah satu-satunya institusi Politik Islam yang akan melakukan jihad
fisabilillah untuk mengalahkan Zionis serta membebaskan Palestina. Hanya
khilafah yang mampu mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina, baik
terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun
seluruh aspek masa depan mereka.
Khilafah adalah Qadhiyah Masiriyah dalam
mengatasi isu atau masalah penentu nasib ataupun perkara yang menyangkut masa
depan dan arah perjuangan yang sangat krusial terhadap umat yang harus
diperjuangkan penegakannya.
Wallahuualam bissawwab.
