Oleh Ibu Nur
Aktivis Dakwah Islam
Sebuah masjid di Kabupaten Bandung menjadi oase dalam mengisi energi untuk melanjutkan kehidupan. Asupan energi tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat yang melintas atau yang turut beribadah.
Program sosial pemberian makan gratis tersebut diberikan secara langsung di Masjid Pemuda Al-Hamra, Jalan Raya Cicalengka-Majalaya, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Puluhan hingga ratusan porsi makanan disediakan setiap harinya secara cuma-cuma.
Menjadikan masjid sebagai pusat pemadam kelaparan warga yang tidak mampu, adalah tindakan yang sangat mulia. Apalagi kondisi saat ini masyarakat tengah terhimpit oleh kesulitan ekonomi, yang di sebabkan karena PHK, sulit nya mencari lapangan pekerjaan, juga dengan melonjak nya harga harga. Masyarakat pun semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, jelas akan terasa sulit karena ekonomi kapitalis yang makin serakah dan menguasai perekonomian. Yang kaya akan makin kaya dan yang miskin pun makin terpuruk. Akhirnya kejahatan pun makin merajalela sampai akhirnya pembunuhan pun terjadi. Kondisi zaman semakin hancur, ekonomi rakyat sulit, pengangguran semakin banyak karena sistem rusak yang di terapkan.
Lalu, bagaimanakah sikap pemerintah sendiri? jelas pemerintah akan makin abai mengingat banyak makanan gratis yang seolah membantu atau meringankan masyarakat, walaupun jelas bahwa itu sifatnya sementara. Padahal jelas itu adalah kewajiban pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan seorang pemimpin akan di mintai pertanggung jawabannya seperti yang terdapat di dalam hadis: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (pemimpin) adalah pemimpin yang akan di minta pertanggung jawaban atas rakyatnya." (HR.Buchari Muslim)
Sementara pemimpin di dalam Islam akan menjamin kesejahteraan rakyatnya. Seorang pemimpin yang bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan rakyat, termasuk jaminan pangan dan kebutuhan pokok, terutama bagi yang miskin dan yatim. Dan juga mengarahkan kepala keluarga dengan di buka lapangan pekerjaan sehingga tidak ada pengangguran. Untuk itu segera lah campakkan sistem yang rusak ini, dan bersegera lah menegakan dan menerapkan kembali sistem Islam.
Wallahu alam biashawab.
