Normalisasi Gaul Bebas: Akar Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Remaja




Oleh Wulan Suci Ramadhani

Mahasiswa


Kasus kriminal saat ini makin sering terjadi dan menjadi perhatian serius di tengah masyarakat. Berbagai bentuk tindak kejahatan seperti pencurian, penipuan, kekerasan, hingga kejahatan di dunia digital kerap muncul dalam pemberitaan maupun di lingkungan sekitar. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan kriminalitas tidak hanya menjadi masalah hukum semata, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial dan pembinaan generasi muda.

Salah satu contohnya adalah kasus pembacokan yang terjadi baru-baru ini di lingkungan kampus. Dikutip dari metronews.com (26/02/26), terjadi pembacokan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau saat seorang mahasiswi sedang menunggu sidang proposal. Pelaku yang merupakan sesama mahasiswa menyerang korban dengan senjata tajam hingga korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan. Peristiwa ini tentu mengejutkan publik, mengingat kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi para mahasiswa untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.

Dilansir pula dari Kumparan.news (27/02/26), motif kejadian tersebut diduga berkaitan dengan persoalan pribadi setelah adanya penolakan cinta saat keduanya mengikuti kegiatan KKN. Penolakan tersebut memicu kemarahan pelaku hingga akhirnya berujung pada aksi penyerangan di area kampus. Peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik yang berawal dari persoalan pribadi dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan ketika tidak disertai dengan pengendalian diri yang baik.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa sebagian pemuda saat ini semakin dekat dengan perilaku kekerasan, bahkan tidak jarang konflik kecil dapat berujung pada tindakan kriminal. Hal ini menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar, yaitu lemahnya pembinaan karakter dan pengendalian diri pada generasi muda. Pendidikan yang ada sering kali lebih menekankan pada pencapaian akademik dan keterampilan teknis, sementara pembentukan kepribadian yang kuat kurang mendapatkan perhatian yang memadai.

Di sisi lain, kondisi sosial yang makin memormalisasi nilai-nilai liberalisme juga turut memengaruhi pola perilaku remaja. Pergaulan bebas seperti pacaran, perselingkuhan, serta hubungan yang tidak dibangun di atas komitmen yang jelas kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Nilai-nilai tersebut bahkan sering ditampilkan secara terbuka melalui media sosial, film, maupun budaya populer, sehingga perlahan-lahan membentuk cara pandang remaja terhadap hubungan antar lawan jenis. Ketika hubungan tersebut mengalami konflik atau penolakan, tidak sedikit yang kemudian bereaksi secara emosional karena tidak memiliki landasan nilai yang kuat untuk mengendalikan diri.

Akibatnya, emosi sering kali lebih dominan dibandingkan akal sehat. Banyak pemuda yang bertindak tanpa mempertimbangkan dampak perbuatannya terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dalam situasi seperti ini, konflik yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru berubah menjadi tindakan kekerasan. Hal ini tentu menjadi alarm bahwa pembinaan generasi tidak boleh diabaikan.

Selain itu, negara yang menerapkan sistem kapitalis sering kali dinilai kurang memprioritaskan pembinaan generasi secara menyeluruh. Generasi muda lebih sering dipandang sebagai sumber daya manusia yang memiliki nilai produktivitas ekonomi. Pendidikan pun diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten secara profesional, tapi tidak selalu diiringi dengan pembentukan kepribadian yang kuat. Akibatnya, ketika para pemuda menghadapi persoalan emosional maupun sosial, mereka tidak memiliki bekal nilai yang cukup untuk mengelolanya dengan baik.

Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu membina para pemuda agar senantiasa mampu mengendalikan dan mengatur nalurinya dengan baik. Pembinaan ini tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui lingkungan keluarga, masyarakat, dan kebijakan negara yang mendukung terbentuknya generasi yang berakhlak. Dengan adanya pembinaan yang tepat, para pemuda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Salah satu konsep pembinaan yang dinilai mampu membentuk kepribadian generasi adalah sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan ini dibangun di atas dasar akidah, dengan tujuan membentuk kepribadian Islam yang tercermin dalam pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan nilai-nilai syariat. Generasi tidak hanya dididik untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga untuk memiliki kesadaran dalam membedakan halal dan haram, memahami tanggung jawab moral, serta menumbuhkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sistem ini, lingkungan sosial juga memiliki peran penting dalam menjaga perilaku generasi. Masyarakat didorong untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran, sehingga tercipta suasana yang mendukung ketaatan serta menjauhkan individu dari perilaku menyimpang. Dengan demikian, para pemuda tidak hanya dibina secara individu, tetapi juga didukung oleh lingkungan yang kondusif bagi terbentuknya kepribadian yang baik.

Selain itu, negara juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan aturan dan sanksi yang tegas guna menjaga keamanan dan kehormatan masyarakat. Imam/Khalifah adalah pemelihara dan bertanggungjawab atas rakyatnya." (HR Bukhari dan Muslim) 

Penegakan hukum yang jelas dan adil diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan sekaligus menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat secara luas. Dengan adanya sistem yang berkaitan antara pendidikan, masyarakat, dan negara, diharapkan berbagai bentuk kekerasan di kalangan pemuda dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat diabaikan. Generasi muda adalah aset masa depan yang akan menentukan arah kehidupan masyarakat di masa mendatang. 

Oleh karena itu, diperlukan sistem dan lingkungan yang mampu membentuk generasi yang berkepribadian Islam sehingga mampu mengendalikan dirinya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,84,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,9,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,171,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,185,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,566,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,600,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Normalisasi Gaul Bebas: Akar Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Remaja
Normalisasi Gaul Bebas: Akar Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Remaja
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs4P-2mq6EKjuouHRBo5ExawPIIty38fcORck7R3AhT3DnSk_oINt6-0-naX6oMq1nuUAzqj_z_hb3Esx-PPQsesLuLmIBbu0ron2owPm7wZCtTG3bgTzV7DP_bLd1J_gaWtgnB4BhEwplqYPVi3G3zHk5bZprf7VbcBDG6VvIvcPXYyZeNzcGe1AhViaP/s320/WhatsApp%20Image%202026-03-18%20at%2008.57.53.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs4P-2mq6EKjuouHRBo5ExawPIIty38fcORck7R3AhT3DnSk_oINt6-0-naX6oMq1nuUAzqj_z_hb3Esx-PPQsesLuLmIBbu0ron2owPm7wZCtTG3bgTzV7DP_bLd1J_gaWtgnB4BhEwplqYPVi3G3zHk5bZprf7VbcBDG6VvIvcPXYyZeNzcGe1AhViaP/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-03-18%20at%2008.57.53.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/03/normalisasi-gaul-bebas-akar.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/03/normalisasi-gaul-bebas-akar.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content