![]() |
| Monofri Abdullah |
Media sumbar, Dharmasraya -- Bulan suci Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam, tidak hanya menahan hawa nafsu sikap, lisan juga harus sejalan dengan kaidah keimanan dan ketaqwaan dalam transformasi diri, ucap Monofri Abdullah dalam diskusi ringan di kediaman nya Sungai Rumbai, Sabtu (13/03).
Momentum Bulan Suci Ramadhan memakna bentuk penguat spritual dalam sendi kehidupan Pertama, penyucian jiwa. Menjalankan ibadah puasa penuh kedisiplinan kembali kepada keadaan fitrah yang bersih,”tambah Monofri.
puasa menata kebiasaan diri yang mana dari kebiasaan seperti makan di waktu biasa, menjaga lisan, adab berhenti melakukan hal yang tidak baik dalam hidup kita selama ini,ucap pria asal Pariaman ini.
Terakhir, puasa lebih memusatkan diri Karena puasa merupakan hal terbaik yang diajarkan oleh Tuhan kepada umat nya.
Monofri, menilai semuanya itu adalah konteks sosial yang hakiki, terciptanya kesetaraan sosial yang seimbang, tidak memandang status sosial, jabatan, harta dan lainnya,” cetus nya.
Kesetaraan sosial terbangun dan kesadaran bahwa semua manusia pada akhirnya akan menghadap Sang Khalik.
Ketulusan dan keikhlasan tersebut terangkai dalam seni kehidupan kemanusiaan yang baik bagi keutuhan dikenal habluminallah (hubungan dengan Allah) dan habluminannas (hubungan dengan manusia), "tutupya.
Hendri
