Malapetaka Kekerasan Remaja, Sekularisme Penyebab Utamanya

 



Oleh Heni Ummu Faiz

Ibu Pemerhati Umat


Nyawa manusia saat ini seolah tak berharga. Persoalan sepele bisa berujung petaka. Pikiran picik dan sempit, kekerasan dijadikan senjata utamanya. Padahal seandainya menggunakan akal sehat tak harus terjadi terlebih mengaku mahasiswa. 

Hal ini seperti yang terjadi dengan kondisi mahasiswa meregang nyawa akibat ditolak cinta hingga rela menikam teman kampusnya saat mengikuti sidang proposal. Korban dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan.  (Metro news. Com, 26/2/2026)

Pelaku RM diketahui menyimpan perasaan terhadap korban sejak keduanya dalam satu kelompok yang sama pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun korban tidak membalas, karena menganggapnya hanya sebatas teman. Korban juga telah memiliki pacar. (kumparan.com, 27/2/2026) 

Sekularis-Kapitalisme Menghancurkan Generasi 

Pergaulan bebas kian hari sudah dianggap lumrah oleh sebagian orang tak terkecuali mahasiswa. Bergandengan tangan, pelukan dengan lawan jenis dianggap hal biasa bahkan hingga perilaku pacaran yang layaknya suami istri. Perilaku ini dipicu karena menyerap informasi dari media sosial tanpa filter agama. Belum lagi sistem pendidikan saat ini lebih mengutamakan capaian akademik dibandingkan moral dan akhlak. Pendidikan yang berbasis sekularisme telah menjauhkan para pencari ilmu jauh dari nilai-nilai agama. Mahasiswa  seharusnya mengedepankan nilai-nilai moral dan nalar yang sehat bukan justru lebih mengedepankan hawa nafsu. 

Kasus-kasus seperti ini terus meningkat dari kota hingga ke pelosok daerah. 

Cara pandang sekularisme telah mengubah seseorang menjadi jauh dari syariat. Hidup serba bebas sekehendak hati dan merasa tidak diawasi oleh Sang Pencipta. Bersikap liberalis dalam bersikap dan bertingkah laku akibatnya bisa kita saksikan sendiri hari ini, moral generasi saat ini telah rusak dan rapuh. 

Pendidikan agama yang hadir saat hanya diberikan alakadarnya tanpa penekanan akidah lebih kokoh. Terlebih sistem pendidikan dan kurikulum yang dihadirkan oleh negara lebih tunduk terhadap aturan Barat. 

Hawa nafsu diumbar seperti aturan Barat tanpa ada kendali agama. Ketika tersalurkan akan merasa puas tak peduli itu menyalahi aturan agama dan norma negara. 

Celakanya, hari ini normalisasi pergaulan bebas seperti pacaran, ikhtilat dan hidup ala Barat  kian tak terbendung. Berprinsip hidup sekendak hati yang penting tidak mengganggu orang lain (individualistik). Akibatnya saat terjadi hal yang tidak diinginkan kekerasan menjadi pilihan. 

Oleh karena itu, kondisi ini sudah seharusnya segera diselesaikan. Hal tersebut karena sebagai tamparan keras bagi negara ini. Karena sebuah generasi tidak hanya sekadar nilai-nilai akademik tetapi sangat dibutuhkan karakter yang berlandaskan iman dan takwa. Solusi yang seharusnya dilakukan bukan hanya nasehat dan himbauan semata yang hanya memberi solusi bersifat parsial melainkan butuh tiga pilar utama yang menopang agar generasi ini terutama di kalangan mahasiswa. 

Solusi Islam

Islam adalah agama dan ideologi yang terpancar didalamnya aturan untuk manusia. Jika diterapkan akan membawa rahmat bagi seluruh umat manusia. 

Islam sangat memperhatikan generasi, karena kelak akan melanjutkan estafet perjuangan. Disinilah tiga pilar yang akan membentuk generasi agar tidak terjerumus ke dalam jurang kerusakan.

Pembentukan pola pikir dan sikap sudah dilakukan sejak dini. Peran keluarga sangat menentukan kekokohan generasi di masa mendatang. Keluarga yang akan menanamkan akidah, kebiasaan baik, adab dan berbagai pemahaman Islam lainnya. Namun, peran keluarga juga tidaklah cukup untuk menguatkan seseorang agar lebih baik, maka peran masyarakat harus juga dikuatkan. 

Masyarakat Islam sangat berpengaruh terhadap penjagaan akhlak dan moral generasi. Amar makruf nahi mungkar akan ditegakkan jika terjadi hal-hal yang melanggar hukum syarak. Semisal pacaran, tawuran, perzinaan hingga kekerasan. Kontrol masyarakat Islam ini sudah dicontohkan saat Islam tegak. Tidak ada sikap "nafsi-nafsi"ataupun masabodoh terhadap lingkungan. 

Kepekaan sosial ini akan terus dipupuk di sistem Islam sehingga memberikan warna peradaban yang gemilang. 

Tak cukup sampai disitu, sistem Islam dalam hal ini negara bertanggung jawab atas rakyatnya termasuk menjaga generasi. Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadis yang sangat familiar. 

"Imam/Khalifah adalah pemelihara dan bertanggungjawab atas rakyatnya." (HR Bukhari dan Muslim). Negara akan memberikan sanksi kepada siapapun yang melanggar aturan dengan sanksi yang tegas. Pergaulan Islam akan dihadirkan sebagai contoh Islam melarang ikhtilat, tabaruj, mewajibkan untuk menutup aurat kepada seluruh wanita agar senantiasa terjaga. 

Selain itu juga negara akan memblokir berbagai konten kekerasan di media sosial. Hal ini dilakukan agar tidak memunculkan berbagai sifat-sifat yang buruk. Alhasil, sistem Islam sajalah yang akan mampu mengurai permasalahan generasi saat ini bukan yang lain. 

Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,84,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,10,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,173,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,185,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,578,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,606,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Malapetaka Kekerasan Remaja, Sekularisme Penyebab Utamanya
Malapetaka Kekerasan Remaja, Sekularisme Penyebab Utamanya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixERZfiN5c0mXM8EDViy28vJEn2XQfjeyeykLuBy_GGpKmzOV_HHCCRnXfditKpk1IqDuQsHXRyCkpLJy-uNpurqFCyVqd7Pk2ekhGMX9stXhTZyDLooOZBNszHkDBNWyXkyTTIa4E_tETz8ebb6ZLj1WoWMVgHV3HUhcpTFq_1DBKKtwAmWBHLEWv_ZDh/s320/WhatsApp%20Image%202026-03-12%20at%2019.49.05.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixERZfiN5c0mXM8EDViy28vJEn2XQfjeyeykLuBy_GGpKmzOV_HHCCRnXfditKpk1IqDuQsHXRyCkpLJy-uNpurqFCyVqd7Pk2ekhGMX9stXhTZyDLooOZBNszHkDBNWyXkyTTIa4E_tETz8ebb6ZLj1WoWMVgHV3HUhcpTFq_1DBKKtwAmWBHLEWv_ZDh/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-03-12%20at%2019.49.05.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/03/malapetaka-kekerasan-remaja-sekularisme.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/03/malapetaka-kekerasan-remaja-sekularisme.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content