Oleh D Budiarti Saputri
Tenaga Kesehatan
Perang Iran melawan Amerika Serikat
dan Israel terus berlanjut. Timur Tengah masih terus bergejolak hingga hari
ini. Hal ini menimbulkan banyak ketidakpastian di kawasan. Dampaknya tidak
hanya untuk masyarakat Timur Tengah sendiri, tetapi sampai ke negara negara
lain. Hal ini disebabkan ditutupnya selat Hormus oleh Iran. Hal ini menyebabkan
kekhawatiran terkait kelangkaan bahan bakar.
Hal ini pun terjadi di Indonesia, kekhawatiran terkait kelangkaan bahan bakar menyebabkan terjadinya panic buying di masyarakat. Seperti yang terjadi di kota Medan. Antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (6/3/2026). Meskipun Pertamina telah memastikan bahwa stok dan distribusi bahan bakar minyak di wilayah Sumatera Bagian Utara atau Sumbagut masih aman, tetap saja masih banyak masyarakat yang melakukan panic buying.
”Saya mengantre setelah mendengar kabar di media sosial tentang stok BBM (bahan bakar minyak) akan habis beberapa hari ke depan karena perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel,” kata Rahmat Silaban (45), saat menunggu antrean di SPBU Jalan HM Yamin.
Sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya diserbu oleh warga pada Jumat pagi. Antrean panjang antara lain terjadi di sejumlah SPBU di Jalan HM Yamin, Merak Jingga, Pancing, Cemara, dan Gatot Subroto. Dikutip dari Kompas.com.
BBM adalah komoditas strategis. Banyak sektor kehidupan sangan bergantung pada BBM, kelangkaannya bisa menimbulkan gejolak ekonomi, sosial dan politik. Di sektor ekonomi kelangkaan BBM dapat menimbulkan kenaikan harga BBM yang otomatis berpengaruh pada harga harga kebutuhan pokok. Kekacauan ekonomi akan berpengaruh pada sosial serta politik. Maka dari itu kedaulatan energi menjadi faktor penting untuk stabilitas politik ekonomi suatu negara.
Sayangnya, dalam sistem saat ini, di mana diterapkan sistem kapitalis terutama oleh para kapitalis global, sumber daya energi termasuk bahan bakar minyak dieksploitasi secara besar-besaran dari negara-negara lemah untuk meraup keuntungan ekonomi dan menciptakan ketergantungan energi sebagai alat penjajahan ekonomi.
Eksploitasi energi secara besar-besaran oleh para kapitalis akan terus berlangsung selama negeri ini masih menggunakan sistem kapitalis. Negeri ini tidak akan memiliki kedaulatan energi ji sistem batil ini yang diterapkan. Selamanya negara akan menjadi kacung para kapitalis global. Maka dari itu kedaulatan energi sangatlah penting. Kedaulatan energi bisa memperkokoh posisi negara di mata asing, dan berhentinya kita tergantung pada asing.
Kedaulatan energi hanya dapat dicapai dengan sistem Islam. Sistem Islam memiliki mekanisme untuk mengelola sumber daya alam termasuk minyak bumi. SDA yang melimpah adalah milik umat. Negara hanya mengelolanya dan mengembalikan hasil pengelolaannya untuk kemaslahatan umat berupa penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, transportasi, infrastruktur, dan segala aspek kemaslahatan lainnya. Islam juga mengharuskan negara menjadi kuat dari sisi militer sehingga dapat mencegah negara-negara imperialis menguasai wilayah Islam dan SDA di dalamnya.
Individu diperbolehkan untuk menguasai sumber daya jika depositnya sedikit. Hasil pengelolaannya akan terkena khumus atau seperlima hasilnya akan diserahkan ke baitulmal sebagai bagian dari harta fai. Rasulullah saw. pernah mengambil kebijakan untuk memberikan tambang kepada Abyadh bin Hammal al-Mazini. Namun, kebijakan tersebut kemudian beliau tarik kembali setelah mengetahui tambang tersebut laksana air yang mengalir.
Namun, ketika barang tambang itu melimpah, ia termasuk harta milik umum, terlarang bagi individu/swasta untuk menguasainya dan hasilnya akan masuk ke baitulmal. Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal, yaitu air, padang, dan api.” (HR Abu Dawud). (Taqiyuddin an-Nabhani, Sistem Keuangan Islam).
Penguasaan SDA di tangan negara tidak hanya akan berkontribusi pada amannya penyediaan komoditas primer untuk keperluan pertahanan dan perekonomian negara, melainkan juga menjadi sumber pemasukan negara yang melimpah pada pos harta milik umum. Wallahualam bissawab
