![]() |
| Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Siddiq |
Sumbar — Menjelang Hari Raya Lebaran 2026, denyut arus mudik di wilayah Sumatera Barat mulai terasa. Kendaraan pribadi, bus antar kota, hingga angkutan logistik perlahan memenuhi jalur-jalur utama. Namun di tengah peningkatan tersebut, kondisi lalu lintas masih terjaga: lancar, aman, dan terkendali.
Situasi ini terpantau di berbagai titik strategis, mulai dari jalur lintas Padang–Bukittinggi, ruas perbatasan provinsi, hingga akses menuju kawasan-kawasan tujuan mudik. Belum terlihat antrean panjang maupun kemacetan parah yang biasanya menjadi ciri khas arus mudik.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Siddiq, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terjadi sejak satu hari menjelang libur bersama. Meski demikian, lonjakan tersebut masih dalam kategori wajar.
“Memang ada peningkatan arus kendaraan, tapi belum signifikan. Secara umum, lalu lintas masih bisa dikendalikan dengan baik oleh personel di lapangan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, kesiapan aparat menjadi salah satu faktor utama tetap terjaganya kondisi lalu lintas. Personel telah disiagakan di berbagai titik rawan, termasuk persimpangan, jalur wisata, dan akses perbatasan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba.
Perbatasan Jadi Titik Krusial
Dari hasil pemantauan, arus kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat paling dominan berasal dari arah Riau dan Jambi. Dua wilayah ini menjadi jalur favorit para pemudik yang kembali ke kampung halaman di Ranah Minang.
“Pergerakan kendaraan dari Riau dan Jambi cukup tinggi dibandingkan wilayah lain. Tapi sampai saat ini masih terkendali,” jelas Reza.
Sementara itu, arus dari arah Sumatera Utara dan Bengkulu masih relatif normal. Meski belum menunjukkan peningkatan signifikan, pengawasan tetap dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi perubahan situasi secara cepat.
Minim Gangguan, Lalu Lintas Relatif nyaman
Hal yang cukup menggembirakan, hingga saat ini belum ditemukan kendala menonjol di jalur lalu lintas Sumatera Barat. Kepadatan berarti, kemacetan panjang, hingga kecelakaan lalu lintas masih tergolong minim, bahkan nyaris tidak ada yang berdampak besar.
Kondisi ini membuat perjalanan para pemudik tahap awal cenderung nyaman. Waktu tempuh relatif stabil dan belum terjadi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan.
Meski demikian, aparat tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga keselamatan berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Rekayasa Jalur dan Imbauan untuk Pemudik
Untuk mendukung kelancaran arus, kepolisian juga menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, terutama pada jalur-jalur padat. Salah satunya pada rute Padang–Bukittinggi yang menjadi salah satu jalur terpadat setiap musim mudik.
Pemudik disarankan menggunakan jalur Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, yang telah diatur dengan sistem satu arah (one way) pada waktu tertentu guna mengurai kepadatan.
Sementara itu, jalur alternatif Malalak di Kabupaten Agam untuk sementara belum direkomendasikan bagi pemudik umum. Selain faktor keselamatan, kondisi jalur tersebut dinilai belum ideal untuk menampung lonjakan kendaraan dalam jumlah besar.
Puncak Mudik Diprediksi H-2 hingga H-1
Meski kondisi saat ini masih terkendali, Polda Sumbar memprediksi lonjakan signifikan akan terjadi dalam waktu dekat. Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada H-2 hingga H-1 Lebaran.
Pada periode tersebut, volume kendaraan diprediksi meningkat tajam, terutama pada malam hari hingga dini hari. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif guna menghindari kepadatan.
“Kalau bisa, pemudik mengatur jadwal keberangkatan agar tidak menumpuk di waktu puncak,” imbau Reza.
Sumbar Siap Sambut Gelombang Besar Mudik
Dengan kondisi yang masih kondusif saat ini, Sumatera Barat dinilai berada dalam posisi siap menghadapi gelombang besar arus mudik. Sinergi antara petugas di lapangan, kesiapan infrastruktur, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama menjaga kelancaran.
Di tengah mulai mengalirnya arus kendaraan, Sumbar seakan memberi “ruang nyaman” bagi para pemudik gelombang awal. Namun, kewaspadaan tetap menjadi hal utama, mengingat puncak arus yang diprediksi tinggal menghitung hari. (*)
