Tanpa Sistem Islam, Dunia Pendidikan Makin Kelam

 


Oleh Sumiyah Umi Hanifah

Pemerhati Kebijakan Publik dan Member AMK

Ibarat peribahasa "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari" yang bermakna, "jika seorang guru atau pemimpin melakukan hal yang tidak sopan (keburukan), maka sang murid pun akan melakukan hal yang sama, bahkan lebih parah lagi." Saat ini, bermunculan kasus-kasus yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia, baik itu yang dilakukan oleh guru, maupun oleh para siswa, seperti: aksi penghinaan, bullying, pengeroyokan, pelecehan, dll.

Dilansir dari detik.com, Sabtu, 17/1/2026, telah terjadi aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh para siswa terhadap seorang guru bernama Agus Saputra pada Selasa, 13 Januari 2026, di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Menurut pengakuan Agus, peristiwa ini bermula ketika dirinya masuk ke dalam kelas dan kemudian ada seorang siswa yang menegur dengan kata-kata yang tidak pantas. Karena sang siswa yang bersangkutan menunjukkan sikap perlawanan maka ia secara reflek menampar siswanya tersebut. Namun, alasan tersebut dibantah oleh murid-muridnya. Menurut MUF, salah seorang siswa mengatakan bahwa guru yang bersangkutanlah yang sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, dengan mengatakan bodoh dan miskin. "tuturnya.

Jika seorang guru benar-benar melakukan perbuatan tercela, seperti yang dikatakan oleh MUH, maka peristiwa ini bisa dikategorikan ke dalam perbuatan yang melanggar hak azasi anak. Sebagaimana yang sampaikan oleh Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, yang menyebut bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi anak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut, dan kekerasan. Hal ini pun sudah dijamin dalam konstitusi dan undang-undang perlindungan anak.

Kasus pengeroyokan guru oleh murid atau sebaliknya kasus murid dianiaya guru yang sering terjadi di negeri ini, menunjukkan bahwa dunia pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Seharusnya relasi guru dan murid dibangun di atas asas penghormatan dan keteladanan, bukan ketegangan dan kekerasan.

Dari satu sisi, murid bertindak tidak sopan, kasar, dan kehilangan batas adabnya, di sisi lain ada seorang guru menghina, merendahkan, dan melabeli muridnya dengan kata-kata yang melukai psikologi, sehingga keduanya berada pada pihak yang terjebak dalam lingkaran konflik dan berujung pada kekerasan.

Inilah buah pendidikan sistem sekuler kapitalis yang menjauhkan fungsi agama dari kehidupan. Hal ini terkait dengan cara pandang dan kebijakan negara kapitalis yang menjadikan pendidikan hanya berfungsi sebagai lembaga "pemasok" calon tenaga kerja, bukan sebagai sebagai calon-calon pemimpin umat.

Sebagai bukti, di negeri yang mayoritas penduduknya muslim, mata pelajaran Agama Islam di sekolah-sekolah hanya diajarkan satu kali dalam sepekan, dengan durasi yang sangat singkat. Tidak seperti mapel umum lainnya, yang bisa berjam-jam lamanya. Apalagi Pendidikan Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah umum, hanya mencakup aspek fitrah dan moral individu saja, seperti: tata cara ibadah, hafalan doa-doa, atau teori-teori lainnya, tanpa dikaitkan dengan problem yang mereka hadapi di dunia nyata. Padahal, ajaran Islam syarat dengan makna hidup, tujuan hidup, dan juga bagaimana mengatasi persoalan pergaulan, dll.

Belum lagi adanya kebijakan kurikulum yang selalu berubah-ubah, membuat peserta didik (siswa) menjadi makin tidak terarah. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, dimana para siswa yang notabene merupakan kelompok usia generasi Z (Gen Z) tengah menjadi sasaran empuk   sekularisasi oleh kaum kapitalis Barat. Gen Z saat ini dibanjiri oleh deretan persoalan hidup, seperti: tekanan dari media sosial (medsos), ketidakstabilan sosial di tengah masyarakat, dan juga tantangan pemikiran global sekuler dan liberal yang makin masif. Sehingga banyak dari generasi muda kita yang terkikis akhlak dan moralnya.

Pada saat seperti ini, pendidikan agama seharusnya menjadi solusi yang bisa membentengi mereka dari dahsyatnya gempuran arus digitalisasi sekuler. Sayangnya, dalam sistem kapitalis, banyak guru yang menghadapi persoalan pelik, baik itu yang menyangkut kesejahteraan guru yang masih minim, maupun terkait dengan kualitas guru itu sendiri. Berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa kompetensi guru agama (Pendidikan Agama Islam) masih menjadi pekerjaan besar. Menurut hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) dan laporan internal lembaga pendidikan keagamaan, mengindikasikan bahwa sebagian guru Pendidikan Agama Islam (PAI) masih lemah dalam penguasaan materi dasar keislaman.

Islam memandang, pendidikan bukan sekedar bertujuan untuk mencetak orang pintar, tetapi membentuk manusia-manusia yang beradab dan berakhlak mulia. Sebagaimana sabda Rasulullah saw., bahwa beliau diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak.

Ajaran Islam menganjurkan bahwasanya adab harus didahulukan sebelum ilmu. Seorang murid hendaknya menghormati dan memuliakan guru-gurunya (takzim), sementara para guru diwajibkan mendidik murid-muridnya dengan kasih sayang, bukan dengan cara menghina atau merendahkan. Sebab, sesungguhnya seorang guru adalah figur atau teladan yang akan diikuti oleh murid-muridnya, bukan sekedar menjadi pendidik atau pengajar ilmu semata.

Dalam hal ini negara hendaknya memastikan kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum yang berlandaskan aqidah Islam, yang mana setiap mata pelajaran harus diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam, yakni pola pikir dan pola sikap Islami, bukan sekedar kompetensi pasar.

Ajaran Islam mencakup aspek aqidah dan syariah, yaitu aspek keimanan dan aspek peraturan hidup atau hukum. Baik yang menyangkut urusan individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Islam agama yang sempurna, mengatur seluruh persoalan hidup umat manusia, seperti: persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dll.

Dalam Al-Qur'an dan hadis banyak dijelaskan bahwa syariat Islam diturunkan oleh Allah Swt. melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah (hablun minallah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (hablun minafsih) dan hubungan manusia dengan sesamanya (hablun minannas).

Sistem pendidikan Islam jika diterapkan akan mewujudkan "Rahmatan lil alamin", yang di antaranya akan melahirkan generasi yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, melalui pengembangan potensi jiwa, akal, dan fisik secara seimbang. Hanya sistem Islam yang mampu mengubah paradigma sekuler menjadi Islami. Tanpa sistem Islam, dunia pendidikan akan semakin kelam.

Wallahualam bissawwab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,84,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,9,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,171,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,185,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,566,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,600,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Tanpa Sistem Islam, Dunia Pendidikan Makin Kelam
Tanpa Sistem Islam, Dunia Pendidikan Makin Kelam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8l1nh-WsG7EDeieKjJvksH3hhccWKdlISuYCkalYuYQBLWh_UZq2qMiRu6BDothj_dP99PdzbLyG1CylJiGSVZu9M7TKXw933x8vyns-AHM_fCM16OO0YfVWU5lZ1etiHi15FLzcKXpWy85J8c1_aK6tvuYRE_bdUs3KOrGWK3JcEjYkD4PpmSCky209s/s320/MBA%20SUMIYAH-3.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8l1nh-WsG7EDeieKjJvksH3hhccWKdlISuYCkalYuYQBLWh_UZq2qMiRu6BDothj_dP99PdzbLyG1CylJiGSVZu9M7TKXw933x8vyns-AHM_fCM16OO0YfVWU5lZ1etiHi15FLzcKXpWy85J8c1_aK6tvuYRE_bdUs3KOrGWK3JcEjYkD4PpmSCky209s/s72-c/MBA%20SUMIYAH-3.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/02/tanpa-sistem-islam-dunia-pendidikan.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/02/tanpa-sistem-islam-dunia-pendidikan.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content