Program MBG Masih Menyisakan Masalah




Oleh Santy Mey

Aktivis Muslimah


Setahun lebih program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan, terhitung per 6 Januari 2025 sampai tercatat sebanyak 55,1 juta penerima manfaat dengan tujuan untuk mengatasi stanting, meningkatkan kesehatan gizi anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui.

Namun sayang, selama berjalan program MBG ini diwarnai berbagai permasalahan dan kericuhan mulai dari ketidak merataan dalam pendistribusian, menu yang tidak memenuhi gizi dan yang lebih miris banyaknya kasus keracunan setelah mengkonsumsi MBG.

Sejak dimulainya program MBG ini di awal 2025 tak, sudah dikejutkan dengan insiden kasus keracunan setelah mengkonsumsi MBG, seperti yang terjadi di Sukoharjo (Jateng), Nunukan (Kaltara), Pandeglang (Banten), dan Waingapu (NTT). Gelombang kasus besar berikutnya terjadi di Bandung Barat (September 2025).

Bahkan baru-baru ini, kasus keracunan MBG terulang kembali, dikabarkan keracunan setelah menyantap MBG menimpa siswa SMA Negeri 2 Kudus Jawa Tengah sebanyak 118 Orang. Selain itu di Tomohon sebanyak 180 Orang dan di Grobogan 803 Orang.

Dengan berulangnya kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah, menandakan gagalnya Negara dalam menjamin gizi generasi

yang notabene tanggung jawabnya. Masalah ini sudah menjadi masalah besar, karena dengan melihat faktanya saja sudah terlalu banyak korban berjatuhan. Dalam periode 1 sampai 13 Januari 2026 saja,  tercatat 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan MBG. Dan korbannya terus berjatuhan sampai akhir januari.

Ironinya, ditengah banyaknya korban keracunan, justru anggaran MBG naik secara drastis. Tercatat untuk tahun 2026, anggaran program MBG diperkirakan mencapai Rp 335 triliun hingga Rp 336 triliun. Angka ini sangat tinggi dibandingkan rencana awal atau tahun sebelumnya. Dilaporkan mengalami kenaikan secara signifikan hingga 371 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya pada 2025 lebih rendah.

Namun, meski mengalami lonjakan, realisasi anggaran MBG sepanjang tahun 2025 tercatat hanya sekitar Rp51,5 triliun hingga Rp52,9 triliun.  Anggaran tersebut digunakan untuk memberi makan bergizi kepada sekitar 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui. 

Besarnya anggaran MBG 2026 telah memicu kekhawatiran dari ekonomi bawah, karena hal ini dapat memicu defisit APBD dan APBN yang makin dalam. Artinya rakyat jugalah yang harus menaggung bebannya, sebab sumber pendapatan kapitalisme adalah dari pajak.

Berulangnya kasus demi kasus keracunan, menunjukkan lemahnya standar keamanan dan pengawasan dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Alih-alih menjamin gizi generasi, MBG justru mengancam kesehatan peserta didik, ibu hamil dan lansia.

Dengan demikian, jelas terlihat adanya jurang besar antara anggaran yang besar dan tujuan normatif MBG yang katnya untuk mencegah stunting dan memenuhi gizi anak. Sehingga, diduga kuat kebijakan ini lebih berorientasi pada sebuah proyek ketimbang untuk menjamin  kesejahteraan rakyat. Alhasil, program MBG ini hanya berfokus pada distribusi makanan, bukan menyelesaikan akar masalah gizi generasi. Karena, sistem

Kapitalisme yang telah menciptakan kemiskinan struktural, daya beli rendah, dan ketimpangan akses kebutuhan pokok. Pendekatan tambal sulam khas sistem kapitalis tidak menyelesaikan masalah secara fundamental. 

Karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan gizi generasi, diperluka Negara yang menerapkan Islam secara kaffah dan bertindak sebagai raa’in wa junnah (pengurus dan pelindung rakyat).

Khalifah memandang bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sebagai upaya positif untuk memenuhi nutrisi generasi. Dengan standar halal secara zat dan cara perolehannya. MBG memang harus terpenuhi dengan baik dan merata sesuai amanah, tanpa mark-up atau ghulul (korupsi), serta tidak mendatangkan mubazir.

Disamping itu, MBG harus memenuhi kaidah halal dan thayyib yang mencakup nutrisi baik, sehat, dan bergizi sesuai perintah dalam Al-Qur'an.

Dalam surah Al-Baqarah Ayat 168: "Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata".

Diupayakan program ini harus tepat sasaran. Karena segala macam pelanggaran, seperti Mark-up anggaran atau manipulasi data dalam proyek MBG dikategorikan sebagai ghulul (penggelapan harta publik) termasuk dosa besar.

Program MBG harus sejalan dengan tujuan syariah dalam menjaga kesehatan akal generasi penerus. 

Secara keseluruhan, program MBG adalah inisiatif yang sejalan dengan nilai-nilai Islam selama dalam pelaksanaannya dilakukan dengan baik secara transparan, jujur dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. 

Wallahu'alam bissawab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,84,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,9,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,171,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,185,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,566,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,600,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Program MBG Masih Menyisakan Masalah
Program MBG Masih Menyisakan Masalah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEzU8fagz_rfK9d9DlbcsyiQRBASXpmkMVRjGP892X1xIT-j3xZ5oG415X7HfTkpA7La0962y93IVVMXvdPp_mAI34q10gcaWfA1l0TUn_0F4ol0OKZVhc-TIHfkjwvMkqu3v7nafmyuhE0DQgyCohrGer-SOmOWDQ64FusNArefoqQIkg2bNXvY_NMaEp/s320/WhatsApp%20Image%202026-02-14%20at%2018.04.07%20(1).jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEzU8fagz_rfK9d9DlbcsyiQRBASXpmkMVRjGP892X1xIT-j3xZ5oG415X7HfTkpA7La0962y93IVVMXvdPp_mAI34q10gcaWfA1l0TUn_0F4ol0OKZVhc-TIHfkjwvMkqu3v7nafmyuhE0DQgyCohrGer-SOmOWDQ64FusNArefoqQIkg2bNXvY_NMaEp/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-02-14%20at%2018.04.07%20(1).jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/02/program-mbg-masih-menyisakan-masalah.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/02/program-mbg-masih-menyisakan-masalah.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content