Oleh Hasna Aqiila Azzahro
Aktivis Sekolah dan Pemerhati Remaja
Di zaman sekarang, seseorang yang beragama Islam cukup mudah dikenali dari penampilannya, seperti menggunakan kerudung dan atribut islami lainnya. Namun, jika dilihat dari sikap dan perilakunya, sering kali belum sesuai dengan syariat Islam. Masih ada yang pacaran, berbicara kasar, berpakaian tidak syar’i, dan kurang menjaga adab. Dari kondisi tersebut terlihat bahwa Islam hanya dijadikan identitas semata, belum benar-benar dijadikan pedoman hidup.
Contoh kondisi tersebut bisa dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi di sekitar kita. Ada pejabat atau pemimpin yang beragama Islam, tetapi tetap melakukan korupsi dan menyalahgunakan jabatan. Padahal korupsi merupakan perbuatan zalim karena merugikan banyak orang. Selain itu, terdapat pula kasus banjir bandang di Sumatra yang berkaitan dengan penebangan hutan secara berlebihan. Pengelolaan hutan idealnya berada di bawah wewenang negara, yang bertindak sebagai pengelola dan penjamin agar manfaat hutan dapat dinikmati secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh rakyat, bukan untuk dikuasai oleh segelintir individu atau perusahaan. Di kalangan remaja pun demikian, banyak yang mengaku Islam dan menggunakan kerudung, tetapi masih melakukan pacaran dan bahkan tak sedikit yang hingga melakukan dewasa. Hal-hal tersebut menunjukkan bahwa ajaran Islam sering tidak dijadikan pedoman dalam tindakan, melainkan hanya terlihat dari identitas luarnya saja.
Kondisi tersebut terjadi karena agama sering dipahami secara terbatas. Banyak orang menganggap Islam cukup dijalankan dalam bentuk ibadah dan penampilan saja, tanpa benar-benar dijadikan pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan. Nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sering dikalahkan oleh kepentingan pribadi dan hawa nafsu. Akibatnya, meskipun beragama Islam, seseorang tetap bisa melakukan korupsi, merusak lingkungan, atau melanggar aturan pergaulan. Hal ini dipengaruhi oleh kehidupan masa kini yang memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari, sehingga ajaran Islam hanya diterapkan dalam urusan ibadah dan belum dijalankan dalam kehidupan sehari hari.
Dengan demikian, Islam sejatinya tidak hanya mengatur penampilan dan ibadah semata, tetapi juga mengarahkan sikap dan perilaku umatnya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ajaran Islam hanya dijadikan identitas, maka berbagai penyimpangan akan terus terjadi. Oleh karena itu, sebagai pelajar, kita perlu mulai menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam bersikap, dimulai dari hal sederhana seperti menjaga adab, kejujuran, dan tanggung jawab.
