Gaza dalam Sandiwara Gencatan Senjata: Perdamaian Palsu untuk Melanggengkan Penjajahan

 


Oleh Shabrina Nibrasalhuda

Mahasiswi

Selama konflik berkepanjangan di Gaza, berbagai kesepakatan gencatan senjata dan tawaran solusi perdamaian telah diupayakan oleh pihak-pihak internasional sebagai jalan untuk menghentikan kekerasan dan membuka ruang rekonstruksi. Namun, meskipun perjanjian gencatan senjata diberlakukan, serangan udara dan tembakan masih terus terjadi di berbagai bagian Jalur Gaza, menunjukkan bahwa perjanjian itu sering tidak dipatuhi (CNN Indonesia, 5 Feb 2026). Rekaman video dari sumber berita juga memperlihatkan bom dan serangan udara yang dijatuhkan di wilayah Gaza meskipun sedang berlangsung masa gencatan senjata (Kompas.com). Selain itu, laporan media menyebutkan serangan militer yang menargetkan area yang digunakan warga sebagai tempat pengungsian dan fasilitas sipil, termasuk kamp serta sekolah yang dipakai sebagai tempat aman, berlangsung pada titik-titik di tengah periode gencatan senjata (CNN Indonesia, 5–6 Feb 2026). Berdasarkan laporan tersebut, insiden pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel kembali terjadi dan tercatat menewaskan puluhan warga di sejumlah serangan selama masa perjanjian (CNN Indonesia, 5 Feb 2026).

Fakta bahwa serangan tetap terjadi di tengah gencatan senjata (CNN Indonesia, 5 Feb 2026; Kompas.com) membuktikan bahwa kesepakatan tersebut hanyalah ilusi perdamaian. Jika benar ada komitmen menghentikan agresi, tentu tidak akan terjadi bombardir berulang yang menewaskan warga sipil, termasuk di kamp dan sekolah pengungsian (CNN Indonesia, 5–6 Feb 2026). Realitas ini menunjukkan bahwa gencatan senjata bukan solusi hakiki, melainkan bagian dari strategi politik untuk meredam tekanan internasional sekaligus memberi ruang konsolidasi militer.

Narasi perdamaian yang digagas dan didukung Amerika Serikat tampak tidak lebih dari mekanisme pengelolaan konflik, bukan penyelesaiannya. Pola yang terus berulang (gencatan senjata diumumkan, dunia merespons dengan optimisme, lalu serangan kembali terjadi) menunjukkan bahwa pihak yang dominan secara militer tetap memegang kendali penuh atas situasi. Dalam sistem politik global yang sekuler dan kapitalistik, kepentingan strategis jauh lebih diutamakan dibandingkan perlindungan jiwa manusia. Karena itu, wajar jika kesepakatan hanya menjadi alat diplomasi sementara, bukan komitmen moral.

Di sisi lain, respons negara-negara muslim yang terbatas pada kecaman diplomatik menunjukkan lemahnya kepemimpinan politik umat. Padahal, pelanggaran yang terus terjadi (CNN Indonesia, 5 Feb 2026) seharusnya menjadi alarm bahwa solusi berbasis negosiasi ala Barat tidak pernah benar-benar menghentikan penjajahan. Ketika negeri-negeri Muslim tetap bergantung pada mekanisme internasional yang didominasi kekuatan besar, maka posisi tawarnya akan selalu lemah. Akibatnya, setiap pelanggaran hanya berujung pada pernyataan prihatin tanpa perubahan nyata di lapangan.

Dari sudut pandang Islam, ini bukan sekadar konflik politik, tetapi persoalan penjajahan atas negeri kaum Muslim. Selama penyelesaiannya tetap berada dalam kerangka sistem sekuler internasional, maka hasilnya akan terus berputar dalam lingkaran yang sama: gencatan senjata semu, pelanggaran, lalu kembali pada narasi perdamaian. Inilah yang memperlihatkan bahwa problem utamanya bukan hanya pada pelanggaran perjanjian, tetapi pada sistem yang melahirkannya.

Berulangnya pelanggaran gencatan senjata (CNN Indonesia, 5 Feb 2026; Kompas.com) membuktikan bahwa solusi yang ditawarkan dunia internasional bukanlah solusi hakiki. Dalam pandangan Islam, akar persoalan Palestina bukan sekadar konflik bersenjata, melainkan penjajahan atas tanah kaum muslim. Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup dengan diplomasi, resolusi PBB, atau mekanisme perdamaian ala Barat, melainkan harus menyentuh akar ideologis dan politiknya.

Pertama, umat harus memiliki kesadaran politik Islam bahwa perdamaian yang ditawarkan dalam sistem sekuler kapitalistik sering kali hanya menjadi alat untuk melanggengkan dominasi. Islam tidak melarang perdamaian, tetapi perdamaian yang dibenarkan syariat adalah yang menjaga kemuliaan kaum muslim dan tidak mengokohkan kezaliman. Allah Swt berfirman, “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya (QS. Al-Anfal: 61)”, namun ayat ini dipahami dalam kerangka menjaga kekuatan dan tidak menyerahkan kaum Muslim pada bahaya. Artinya, perdamaian tidak boleh menjadi celah untuk terus menindas.

Kedua, solusi Islam menuntut persatuan politik umat dalam satu kepemimpinan yang kuat. Selama negeri-negeri Muslim terpecah dalam sekat nasionalisme dan tunduk pada tekanan global, maka respons terhadap penjajahan akan selalu lemah. Rasulullah saw menegaskan, “Imam adalah perisai…” (HR. Muslim), yang berarti keberadaan kepemimpinan politik Islam berfungsi melindungi dan membela umat. Tanpa perisai itu, negeri-negeri muslim akan terus menjadi objek intervensi dan agresi.

Ketiga, Islam menetapkan kewajiban negara untuk membebaskan wilayah yang dijajah dan melindungi kaum Muslim. Allah Swt berfirman, “Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas…” (QS. An-Nisa: 75). Ayat ini menunjukkan bahwa pembelaan terhadap kaum tertindas bukan pilihan, melainkan kewajiban. Maka, solusi Islam bukan sekadar bantuan kemanusiaan atau diplomasi, tetapi kebijakan negara yang nyata untuk menghentikan penjajahan.

Dengan demikian, solusi Islam bukan tambal sulam berupa gencatan senjata yang berulang kali dilanggar. Solusi Islam adalah perubahan mendasar, membangun kesadaran politik umat, menolak ketundukan pada sistem sekuler global, serta mewujudkan kepemimpinan Islam yang menyatukan kekuatan kaum muslim untuk mengakhiri penjajahan secara tuntas. Tanpa perubahan sistemik ini, konflik akan terus berputar dalam siklus yang sama—gencatan senjata, pelanggaran, lalu kembali pada narasi perdamaian semu. Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,179,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,187,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,595,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,81,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,614,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Gaza dalam Sandiwara Gencatan Senjata: Perdamaian Palsu untuk Melanggengkan Penjajahan
Gaza dalam Sandiwara Gencatan Senjata: Perdamaian Palsu untuk Melanggengkan Penjajahan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieVdRus36768hlukJynNCIeh2uCert0TFbDcPjoY4dK8mDZ2dSOuJBbnmA4t7N5bbSK0SwOIXlTHOFp_6Kf2YUNWQohrjalT66ZxYjpXWlKtlDktsQie3g6p8q2Yjd4CwjGa0_7Nf16HP7UwE8GVFW7mZWCKXTYuVO0BG7O36K7rojUgMmHCR-Ly_-aC5q/s320/SHABRINA.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieVdRus36768hlukJynNCIeh2uCert0TFbDcPjoY4dK8mDZ2dSOuJBbnmA4t7N5bbSK0SwOIXlTHOFp_6Kf2YUNWQohrjalT66ZxYjpXWlKtlDktsQie3g6p8q2Yjd4CwjGa0_7Nf16HP7UwE8GVFW7mZWCKXTYuVO0BG7O36K7rojUgMmHCR-Ly_-aC5q/s72-c/SHABRINA.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/02/gaza-dalam-sandiwara-gencatan-senjata.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/02/gaza-dalam-sandiwara-gencatan-senjata.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content