Oleh Dra. Rahma
Praktisi Pendidikan
Kemunculan Board of Peace atau BoP yang dibuat presiden AS Donald Trump untuk menangani situasi di Gaza yang dimana Indonesia sudah bergabung di dalamnya.
Kehadiran negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris di dalam struktur tersebut justru menjadi tanda tanya besar, ia menyebut negara-negara yang selama ini menjadi sponsor utama Israel ini justru mencoba mengatur masa depan Gaza. Mengatur orang-orang Palestina tanpa ada wakil daripada orang-orang Palestina itu sendiri, sehingga terlihat ketidakadilan dan bentuk penjajahan, sedangkan indonesia sudah pernah melalui itu. Bayangkan kalau seandainya pada saat kita sudah merdeka kemudian Belanda didukung oleh Inggris datang lagi ke Indonesia untuk mau mengatur-ngatur kita, apakah kita mau? tentu saja tidak!
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang hubungan luar negeri dan kerjasama internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut board of peace buatan trump tetap membungkam dan tidak menunjukkan pembelaan saat Gaza terus diserang Israel hingga saat ini. menurut kenyataan ini menunjukkan, Board of Peace tidak lebih dari skenario Trump untuk menghindari tekanan global yang meningkat terhadap Amerika dan Israel.
Sudarnoto memaparkan Amerika dan Israel, pelaku kejahatan genosida di Gaza, telah tersingkir dalam pentas diplomasi global. Buktinya 157 negara anggota PBB telah mengakui Palestina dan Mahkamah Internasional juga telah menetapkan keputusan untuk menghukum Israel karena telah melakukan okupasi dan genosida yang mengerikan di Gaza.
Solusi satu-satunya sekaligus solusi fundamental adalah tegaknya Khilafah dan jihad untuk membebaskan Palestina, umat Islam harus bersatu di bawah institusi khilafah agar tidak terkecoh oleh skema perdamaian yang di imingi Barat. Wajib pula memprioritaskan perjuangan bersama partai politik yang ideologis demi mengembalikan tanah kaum Muslim di Gaza dan Palestina.
Jangan biarkan Israel dan AS merampas serta menghapus identitas muslim. Partai politik Islam harus terus menyuarakan kebenaran dan melawan segala bentuk penjajahan dan penindasan meski perjuangan ini tidak mudah, kaum muslim harus yakin bahwa Allah SWT senantiasa bersama hamba-hambanya.
Wallahu a'lam bishowab
