Cahaya Langit, Titian Hati: Merenungi Isra' Mi'raj, Titik Refleksi

(Ayu Septia Wulandari_Mahasiswa Kreator Berdampak)

 Isra' dan Mi'raj, dua kata yang seolah dapat dianalogikan bak anak kembar yang lahir di hari yang sama dan beruntun, sekaligus menjadi momentum yang istimewa penuh makna di baliknya. Moment yang menjadi booming saat sampai di salah satu bulan bahkan menjadi pusat perhatian untuk di peringati, tersebarnya flyer digital di kotak-kotak story WhatsApp, maka tiba saatnya untuk kita katakan bahwa inilah bulan Rajab. Bulan yang menjadi tempat terjadinya peristiwa istimewa oleh umat Islam sekadar tentang perjalanan nabi Muhammad Saw ke langit dan diturunkannya perintah sholat, kemudian yang dipahami dengan diikuti momentum baiat aqabah, yakni perjanjian antara Nabi Muhammad SAW dan penduduk Yatsrib (Madinah). Momentum inilah yang di sebut dengan nama Isra' Mi'raj, yaitu moment penting yang dapat diarsipkan karena terjadinya suatu peristiwa sebagai mukjizat luar biasa yang terjadi dalam sejarah Islam, jelasnya adalah sebuah perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit demi langit sampai kepada langit ke-7 hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat, yang awalnya berjumlah 50 rakaat dalam sehari menjadi 5 rakaat lebih sedikit. 


 Kedengarannya memang mustahil untuk bisa dialami oleh manusia biasa, namun inilah fakta yang benar adanya dan dijalankan langsung oleh Rasulullah SAW, manusia istimewa yang dipercaya oleh Allah untuk memikul amanah menyampaikan perintah shalat kepada umatnya melalui perantara Malaikat Jibril. Namun, makna yang terkandung dalam peristiwa ini tidak sekadar berisi perintah shalat 5 waktu semata, karena dalam arti Isra Mi'raj sendiri bukanlah sekadar momentum spiritual, tapi momentum sebagai gerbang menuju perubahan politik karena jika dikembalikan dengan refleksi kepada sejarah masa lampau, tepatnya pasca runtuhnya Khilafah, selama 105 tahunlah umat Islam tidak bisa menerapkan hukum Islam secara kaffah di seluruh penjuru bumi. Jika peristiwa ini hanya dianggap sekadar momentum spiritual, maka hikmah yang berhasil diambil adalah shalat sebagai ibadah mahdhah semata. Padahal, perlu digaris bawahi bahwa shalat adalah kinayah yang dipakai dalam hadist larangan memerangi imam selama masih menegakkan shalat, dan makna menegakkan shalat sendiri adalah menegakkan hukum Allah.


 Jika umat masih berada pada lingkaran yang beranggapan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan satu hari satu malam untuk mendapatkan perintah shalat 5 waktu semata, maka ia belum menyadari bahwa ditetapkannya sistem sekuler demokrasi secara global adalah penentangan terhadap hukum dari langit (hukum Allah). Dalam hal ini, keberadaan hukum Allah akan tampak apabila dinaungi dengan sistem Islam (Syariat Islam di bawah naungan Daulah Islamiyah). Jika sistem islam tidak ditegakkan apa yang akan terjadi ?? Maka jelas bahwa sistem yang digunakan adalah sistem selain islam, sistem yang berisi hukum selain dari Allah SWT. Waitt, kalau ngomongin tentang sistem, teringat bahwa di dunia nih terdapat 3 sistem/ideologi/mabda’ yang menjadi pondasi atau akar dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain. 


1. Sistem Komunis, rakyat diberi makan, diberi pekerjaan, tapi tidak boleh mengkritik penguasa atau pemerintah. 


2. Sistem Kapitalis demokrasi, rakyak mencari makan sendiri, mencari pekerjaan sendiri, tapi diberi hak dan kebebasan untuk berbicara. 


3. Sistem Islam, kehidupan social dijamin oleh negara, sandang, pangan, papan, Pendidikan, Kesehatan diberikan seluruhnya oleh negara dan dijamin serta boleh mengkritik penguasa selama penguasa keluar dari hukum syariat. 


 Dari ketiga perbedaan mabda’ tersebut, maka tampak jelas dengan ditinggalkannya syariat Islam akan membawa bencana politik ekonomi struktural, bencana sosial kemanusiaan dan bencana alam. Hal ini bukanlah bencana biasa yang terjadi secara alamiah, namun kemunculannya diakibatkan adanya kerusakan aturan/sistem secara structural. Untuk merefleksikan atau memastikan kebenaran karena kerusakan sistem dapat berkaca kepada periswa runtuhnya Khilafah 105 tahun yang lalu yang merupakan bencana besar bagi umat. Setelahnya, dunia menderita di bawah kepemimpinan kapitalisme global. Maka dapat di tarik benang merah bahwa menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia menjadi urgen. 


 Rajab dan Isra' Mi'raj adalah momen yang tepat untuk membumikan kembali hukum Allah dari langit, yaitu dengan cara mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan syariat Islam Kafah, karena pada dasarnya hukum islam dapat dimaknai dengan “Syamilan wa Kamilan” yakni hukum islam tidak sebatas berisi perintah shalat, zakat, puasa ataupun haji, justru lebih daripada itu. Islam mampu menjadi sistem kehidupan yang mencakup segala aspek kehidupan (syamil) dan sempurna dalam ajarannya (kamil), tidak ada yang kurang atau perlu ditambahi, mampu menjadikan nya sistem hidup yang paripurna dari Allah SWT. Selaras dengan hal tersebut, frasa ini menegaskan bahwa islam mengatur seluruh persoalan dunia dan akhirat secara utuh dan tak ada celah sedikitpun.  


 Penjajahan di Palestina pun dapat menjadi acuan atau refleksi karena ketiadaan Sistem Islam. Disanalah menjadi sejarah nyata tempat perjalanan Isra' Mikraj Rasulullah saw yang telah jatuh di tangan entitas Yahudi sehingga harus dibebaskan. Demikian juga negeri-negeri muslim yang terpecah belah pun harus disatukan. Kezaliman penguasa kafir pada minoritas muslim di Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina selatan harus dihentikan. Maka pada momentum Isra’ Mi’raj inilah sudah seharusnya umat islam di dunia segera mengambil barisan untuk menyikapi dan menyerukan kepada tentara muslim untuk membebaskan Palestina dan menegakkan Khilafah Rasyidah. Sebagai umat muslim sudah sepatutnya meyakini akan tegaknya daulah islam kembali di atas bumi untuk menggenggam, merangkul dan mengayomi seluruh umat (Rahmatan lil Alamin), sebagai rahmat (kasih saying) bagi seluruh alam semesta, bukan Rahmatan lil Muslimin.


  Sebagaimana di dalam Surah An-Nur ayat 55. Artinya "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."


 Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pada moment inilah dapat menjadi golden time bagi seluruh umat islam di dunia dengan saling bahu-membahu menyukseskan tegaknya Daulah Islam, ia adalah perjuangan pokok, agung, penting dan vital. Maka, yukk kerahkan segala upaya, daya dan tenaga yang kita miliki agar selalu dekat dengan Rahmat Allah SWT. Wallahualam bishawab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,84,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,10,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,173,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,185,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,578,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,606,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Cahaya Langit, Titian Hati: Merenungi Isra' Mi'raj, Titik Refleksi
Cahaya Langit, Titian Hati: Merenungi Isra' Mi'raj, Titik Refleksi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbX-1vebHpY64zuNBjxxLdGf66VomEduVVrv5q8dnatS8VJtaRv9u_DrPt_GG9EZEdlhOfucxNh3UzJcg_leOVBDaTlq-TfRXPF2o9_N-My2RcqBThXUeP0E0fPk2HV1-sz1raf9dBRrLe4_6_5XcYpapyqmWuuokvSAvTjoBQBJe50avpmozOVeZaAAV2/s320/1000668502.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbX-1vebHpY64zuNBjxxLdGf66VomEduVVrv5q8dnatS8VJtaRv9u_DrPt_GG9EZEdlhOfucxNh3UzJcg_leOVBDaTlq-TfRXPF2o9_N-My2RcqBThXUeP0E0fPk2HV1-sz1raf9dBRrLe4_6_5XcYpapyqmWuuokvSAvTjoBQBJe50avpmozOVeZaAAV2/s72-c/1000668502.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/01/cahaya-langit-titian-hati-merenungi.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/01/cahaya-langit-titian-hati-merenungi.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content