Bayur, Sumatera Barat – Muhammadiyah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan bagi korban longsor di Bayur secara terkoordinasi melalui tiga lembaga utama, yaitu Posko Wilayah, MDMC, dan Lazismu. Pendekatan ini memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat, tepat sasaran, dan transparan.
Posko Wilayah, yang dikomandoi Hendri Novigator, bertindak sebagai pusat kendali operasional. Posko ini mengatur distribusi logistik, koordinasi relawan, serta pengawasan seluruh proses penyaluran bantuan. “Posko Wilayah menjadi pusat kendali utama agar semua bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan tanpa hambatan,” ujar Hendri Novigator. Keberadaan posko ini memastikan setiap langkah distribusi dapat berjalan efektif dan efisien.
Di lapangan, MDMC menjadi ujung tombak operasional, memimpin koordinasi seluruh relawan di bawah pimpinan Portito. Tim MDMC tidak hanya menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok, tetapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak. Kegiatan ini sesuai arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar untuk memantau kondisi warga pasca-bencana, sekaligus memberikan pertolongan pertama bila diperlukan. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan materi, tetapi juga dukungan kesehatan yang penting untuk pemulihan pasca-bencana.
Sementara itu, Lazismu berfokus pada penggalangan dana dan manajemen donasi, baik dari internal Muhammadiyah maupun masyarakat luas. Semua bantuan berupa uang dikumpulkan melalui satu pintu Lazismu, dikelola di bawah pimpinan Zainal Aqil dengan rekening resmi di Bank Danamon. Mekanisme ini memastikan akuntabilitas dan transparansi penuh, sehingga setiap rupiah yang diterima digunakan semaksimal mungkin untuk meringankan beban warga terdampak.
Kolaborasi antara Posko Wilayah, MDMC, dan Lazismu memungkinkan penyaluran bantuan yang menyeluruh, mulai dari sembako dan kebutuhan pokok hingga dukungan medis dan motivasi bagi masyarakat untuk bangkit pasca-bencana. Pendekatan terstruktur ini tidak hanya menjangkau lebih banyak warga, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap profesionalisme dan transparansi Muhammadiyah dalam menangani bencana.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam memberikan solusi bagi masyarakat terdampak bencana. Sinergi ketiga lembaga utama tersebut menegaskan bahwa organisasi ini tidak hanya bergerak dalam pemberian bantuan material, tetapi juga peduli pada kesejahteraan dan pemulihan masyarakat secara menyeluruh.
