Islam Kaffah Solusi bagi Ibu dan Generasi

 


Oleh Sumiyah Umi Hanifah

Pemerhati Kebijakan Publik


Maraknya sekularisasi pemuda yang terjadi di dunia nyata maupun digital, telah menyebabkan generasi kehilangan jati dirinya sebagai muslim dan pelopor perubahan. Jebakan generasi gap dan algoritma telah menjadikan generasi muda makin liberal, makin jauh dari norma-norma sosial dan agama.

Dari waktu ke waktu, kerusakan moral generasi kian meresahkan. Berita tentang remaja (generasi muda) tidak pernah sepi dari berbagai aksi ngeri, seperti: tawuran, pergaulan bebas, bullying, pinjol dan judol, serta aksi pembunuhan, dan lain-lain. Namun, kita pun tidak bisa melemparkan kesalahan hanya kepada mereka sepenuhnya. Menurut para ahli, rusaknya moral generasi dipicu oleh dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal.

Salah satu faktor eksternal yang cukup berpengaruh terhadap permasalahan ini yaitu kurangnya peran keluarga dalam pembentukan karakter generasi. Saat ini, di mana sistem kapitalis-sekuler diterapkan di seluruh dunia, peran ibu sebagai pendidik generasi nyaris hilang. Dengan kata lain, telah terjadi "degradasi" peran ibu di tengah-tengah masyarakat. Artinya kaum ibu yang seharusnya berperan sebagai "Ummun warabbatul bait" dan pendidik generasi, berubah menjadi mesin penggerak ekonomi keluarga. Tulang rusuk yang beralih fungsi menjadi tulang punggung.

Saat ini, para ibu banyak yang bekerja hingga larut malam karena tuntutan ekonomi, meskipun beberapa kasus ada juga yang nekat terjun bebas ke dunia politik, bisnis, hiburan, dan lain-lain demi popularitas semata. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut nantinya dapat memicu ketidak harmonisan dalam rumah tangga. Bahkan, bisa menjadi pencetus terjadinya tindak kekerasan sebagaimana yang sering diberitakan di media sosial.

Dilansir dari kompas.com, Rabu 3/12/2025 menyebutkan, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta, mencatat ada 1995 perempuan dan anak perempuan mengalami kekerasan sejak Januari- Desember 2025. Angka tertinggi di daerah Jakarta Timur, yakni mencapai 526 kasus.

Berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan di negeri ini masih sangat tinggi, sehingga kehidupan kaum hawa ini pun terancam. Sistem kapitalis sekuler terbukti menjadikan kaum ibu dan perempuan sebagai objek komersialisasi. Faktanya kaum perempuan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibanding dengan kaum laki-laki. Tidak heran jika di dalam sistem batil ini, banyak suami-suami yang menganggur di rumah karena kalah dalam bersaing di pasar kerja.

Sungguh ironis, karena ini akan menjadikan ketahanan keluarga makin rapuh. Banyak anak-anak yang kehilangan sosok ibu yang seharusnya memberikan pengasuhan, pendidikan dan sentuhan kasih sayang. Kondisi semacam ini dapat mengakibatkan anak mengalami krisis identitas, tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang lemah (baik iman maupun mentalnya), serta tidak percaya diri. Sebaliknya, akan semakin banyak pula suami-suami yang frustasi karena kehilangan wibawa di hadapan istri dan anak-anaknya.

Kondisi semacam ini tidak akan ditemukan di dalam sistem Islam. Dalam Islam seorang ibu tidak diberikan beban untuk mencari nafkah. Sebab, kewajiban menafkahi keluarga diemban oleh kaum laki-laki yang telah baligh. Selain itu dalam Islam juga terdapat aturan "perwalian", yaitu bagi kaum ibu atau perempuan yang tidak memiliki suami, maka ia akan diberikan nafkah oleh walinya tersebut. Meskipun demikian kaum perempuan dalam Islam tetap diperbolehkan untuk bekerja, sepanjang pekerjaan tersebut halal dan tidak bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam sistem Islam, para istri memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk melaksanakan kewajibannya, yaitu mengatur rumah tangga suaminya dan mendidik anak-anaknya sesuai dengan syariat Allah. Negara juga menerapkan sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam, sehingga akan melahirkan generasi emas berkualitas, generasi calon pemimpin, dan generasi muda yang membawa perubahan.

Berikut ini adalah beberapa contoh para pemuda yang dibesarkan dalam sistem Islam. Pada zaman Rasulullah saw, umat Islam mengenal pemuda-pemuda hebat seperti: Thalhah bin Ubaidillah, Zaid bin Tsabit, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqash, serta masih banyak lagi. Pada masa kekhilafahan juga terdapat nama-nama besar seperti: Muhammad Al Fatih, Sang penakluk Konstantinopel, Imam Syafi'i (ilmuwan besar), Muhammad bin Qasim, dan lain-lain.

 

Dari kalangan kaum perempuan kita mengenal sosok Fatimah Al Fihri, muslimah yang mendedikasikan hidupnya untuk umat. Beliau mendirikan Universitas Qarawiyyin, sebuah universitas pertama dan tertua di dunia yang hingga kini masih beroperasi. Dari lembaga pendidikan tersebut lahirlah para tokoh dunia, seperti: Abu Al Abbas Az Zawari (pakar matematika), Ibnu Khaldun (seorang cendekiawan muslim, terkenal sebagai Bapak Sosiologi Islam) serta Dokter Abu Madhabal Fasi (Pemuka Mazhab Maliki), dan Ibnu Bajar (Pakar bahasa Arab), dan lain-lain.

Mereka adalah para pemuda yang dibesarkan dalam sistem yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh (kaffah). Generasi yang dididik oleh para ibu hebat yang senantiasa mewasiatkan kebajikan kepada anak dan keturunannya. Sebagaimana ibunda Imam Syafi'i telah berwasiat (amar makruf nahi mungkar) kepada putranya yang kala itu masih remaja: "Hai Syafi'i, pergilah menuntut ilmu untuk jihad di jalan Allah! Kelak kita bertemu di akhirat..."

Demikian kisah para ibu hebat yang hingga kini masih tetap menjadi sumber inspirasi bagi para orang tua agar senantiasa bersemangat, ikhlas, dan sabar dalam mendidik putra-putrinya.

Fakta-fakta ini mengharuskan adanya pembinaan umat oleh negara, termasuk membina ibu dan kaum perempuan dengan pemahaman Islam secara menyeluruh. Sebab, ajaran Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam. Namun, peran individu saja jelas tidak cukup untuk membentuk karakter mulia generasi, tetapi perlu kerjasama dengan pihak-pihak terkait lainnya. Dalam Islam faktor pembentuk kepribadian generasi dimulai dari individu, masyarakat, dan negara. Semua elemen masyarakat ini harus mampu bersinergi, demi terciptanya peradaban Islami yang aman, damai, dan sejahtera.

Penerapan sistem sekuler kapitalisme terbukti menjadi akar masalah kerusakan moral generasi, serta hancurnya ketahanan keluarga. Hanya sistem Islam yang mampu "menghandle" berbagai problematika umat manusia, termasuk mengembalikan peran ibu sebagai "Ummun warabbatul bait" dan "Ummun madrasatul 'ula".

Wallahualam bissawab

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,10,Jakarta Selatan,1,KAI,182,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,188,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,600,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,81,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,616,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Islam Kaffah Solusi bagi Ibu dan Generasi
Islam Kaffah Solusi bagi Ibu dan Generasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6g0jKqJCONGb1jo1u8h71Hl1c8Z4jz7qNAqGEGXMRc9VNJkCT_0EhtoZHXXrSNdfBThkzrkyzKWnHICWXxxk9y3hWlrkhZRcs-lU0qvuCZRtopZulyPCruGDAnxgZQZETc8frxLz2c_cCTY-1l4O1x6BuqJmsFuPVwBi8Bz3kMZN4zVCGdVJFwtlBwd34/w293-h274/MBA%20SUMIYAH-3.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6g0jKqJCONGb1jo1u8h71Hl1c8Z4jz7qNAqGEGXMRc9VNJkCT_0EhtoZHXXrSNdfBThkzrkyzKWnHICWXxxk9y3hWlrkhZRcs-lU0qvuCZRtopZulyPCruGDAnxgZQZETc8frxLz2c_cCTY-1l4O1x6BuqJmsFuPVwBi8Bz3kMZN4zVCGdVJFwtlBwd34/s72-w293-c-h274/MBA%20SUMIYAH-3.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/12/islam-kaffah-solusi-bagi-ibu-dan.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/12/islam-kaffah-solusi-bagi-ibu-dan.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content