Sanggupkah Sistem Demokrasi Menghentikan Penghinaan Terhadap Nabi

 


Oleh Heni Ummu Faiz

Ibu Pemerhati Umat


Kebencian orang kafir terhadap Islam di sistem demokrasi makin masif. Karena demokrasi sebenarnya lebih menginginkan umat Islam agar tidak taat syariat termasuk didalamnya kepada pembawa syariat Islam yakni Nabi Muhammad saw. Kebencian itu bisa dengan bentuk karikatur, novel, video ataupun tulisan yang isinya melecehkan Nabi Muhammad saw. 

Seperti dikutip dari Hidayatullah.com, 01/07/2025 ditahannya empat orang oleh kepolisian Turki akibat penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad  saw. Keempat orang tersebut ditangkap karena kejahatan menghina nilai-nilai agama di depan umum. 

Namun, di sisi lain para kartunis ini menyangkal telah melecehkan Nabi Muhammad Okezone.compemilik media menyangkal bahwa mereka telah melakukan penghinaan. Mereka berkilah bahwa kartunis tersebut ingin menggambarkan kebenaran kaum Muslim yang tertindas dengan menggambarkan seorang Muslim yang dibunuh oleh Israel, dan ia tidak pernah bermaksud untuk menghina nilai-nilai agama. Pemimpin redaksi LeMan Tuncay Akgun saat berada di Paris, mengatakan kepada AFP bahwa karyanya telah disalahartikan. 

Lagi dan lagi demokrasi sekularisme telah menunjukkan bukti bahwa kebebasan berekspresi telah menodai agama. Apa pun bentuk tindakan seolah diperbolehkan sekalipun harus melanggar norma-norma yang ada. Terlebih demokrasi menjadi ruang kebebasan bagi para pembenci Islam untuk meluapkan segala permusuhannya terhadap Islam. Mereka melakukan segala cara yang penting tujuan utamanya menghancurkan Islam terlaksana. 

Namun, ironisnya kebebasan yang selama ini diagung-agungkan senantiasa berstandar ganda. Hal tersebut bisa kita lihat di negeri-negeri minoritas muslim justru mereka dibungkam bahkan didiskriminasi. Pelarangan niqab, khimar dan berbagai simbol-simbol Islam. Islamofobia pun begitu masif terlebih geliat sebagian penduduk dunia yang mulai melirik Islam. Salah satu contoh negara  yang sering menunjukkan kebencian terhadap Islam adalah Perancis. 

Dalih kebebasan menjadi standar Barat dan para islamofobia bebas melakukan apa yang dia mau. Demokrasi dan kebebasan menjadi alat jitu penghinaan terhadap Islam dan simbolnya. 

Khilafah Solusinya

Islam sangat mengatur terkait naluri dan hajatul udhowiyah. Hukum syarak menjadi patokan untuk mengatur agar manusia tidak terjerumus ke dalam jurang kehinaan yakni hawa nafsunya. Pengaturan ini akan menjadikan manusia lebih beradab dan tidak rendah seperti hewan. Pengaturan ini bisa kita lihat saat Islam diterapkan dalam kehidupan yakni saat Khilafah tegak 13 abadi yang lalu. Saat itu Khilafah tetap memberikan ruang berekspresi tanpa harus melanggar hukum syarak. Saat terjadi pelanggaran maka diberikan sanksi tegas terlebih jika sudah menghina dan menodai agama. Baik secara langsung maupun tidak langsung seperti pernyataan multitafsir. Siapa pun pelakunya wajib mendapatkan sanksi tegas baik itu kafir harbi maupun kafir zimmi bahkan muslim sekalipun. Saat Islam ditegakkan tak ada lagi yang berani menghina karena sanksi tegas akan didapatkan hingga berefek jera.

Ada beragam pandangan terkait sanksi yang diberikan kepada pelaku penghina Nabi Muhammad saw. Hukuman seperti ta'zir hingga hukuman mati jika hal tersebutbertujuan dengan sengaja untuk merusak Islam dan dikategorikan sudah murtad. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa hukuman mati diberikan saat kasus tertentu seperti ketika dilakukan secara berkelompok dan merusak agama bukan pula di setiap bentuk penghinaan. 

Menurut pandangan Ibnu Taimiyah disebutkan bahwariddah mujarradah" (murni) dan "riddah mughalladzhah" (berat). Penghinaan tersebut akan dikenakan sanksi hukuman mati sedangkan apabila tidak disengaja tidak dihukum mati. Pemberian sanksi ini tentu akan berefek jera dan si pelaku akan berpikir ulang saat hukum sanksi ditegakkan. Hukum Pidana Islam (Jinayah):

Sementara dalam fikih Jinayat disebutkan  (hukum pidana Islam) menggolongkan penghina nabi sebagai penodaan agama yang bisa dikenai sanksi berat, termasuk hukuman mati, jika dilakukan dengan sengaja dan bertujuan merusak agama. 

Namun, rasanya mengharapkan sanksi tegas di sistem demokrasi bagai mimpi di siang bolong. Hal tersebut karena sekularisme tak akan pernah memberi ruang untuk memberikan sanksi tegas seperti saat Islam tegak. 

Oleh karena itu, untuk menghentikan penghinaan terhadap Nabi hanyalah dengan Khilafah bukan demokrasi. 

Wallahualam bissawab.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,70,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,1,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,2,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,8,Jakarta Selatan,1,KAI,126,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,187,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,159,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,458,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,2,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,73,Polresta Padang,1,Polri,73,Pontianak,1,Puisi,18,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,2,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,507,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,104,UNAND,20,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Sanggupkah Sistem Demokrasi Menghentikan Penghinaan Terhadap Nabi
Sanggupkah Sistem Demokrasi Menghentikan Penghinaan Terhadap Nabi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXZGgkSiqO6d90jYcECIBg8jbZlfeHohleZMOdKMGE61CQNB2gxw7Ctx5c6BJa3QXFHPJ-h710WXew6K1wAMckwMx5TA15mnvEGzLWVpq6E0tx9fW3kD1gxN4sHWR3Xmt9Jdv-XmLTKprHYHDwxdJMgGM5biAh80E62WCFKlAPQfgNZMhFtZWei28U3ztc/w94-h209/WhatsApp%20Image%202025-08-01%20at%2021.44.42.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXZGgkSiqO6d90jYcECIBg8jbZlfeHohleZMOdKMGE61CQNB2gxw7Ctx5c6BJa3QXFHPJ-h710WXew6K1wAMckwMx5TA15mnvEGzLWVpq6E0tx9fW3kD1gxN4sHWR3Xmt9Jdv-XmLTKprHYHDwxdJMgGM5biAh80E62WCFKlAPQfgNZMhFtZWei28U3ztc/s72-w94-c-h209/WhatsApp%20Image%202025-08-01%20at%2021.44.42.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/08/sanggupkah-sistem-demokrasi.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/08/sanggupkah-sistem-demokrasi.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content