Di Balik Parade Merah Putih: Kelas Menengah Ambruk, PHK Menggila

 

Oleh: Ummu Hanif Haidar

Kelas menengah Indonesia kini menghadapi tekanan ekonomi serius dengan daya beli yang melemah, pendapatan stagnan, dan pengeluaran harian yang terus membengkak, terutama untuk kebutuhan pokok, cicilan, dan pendidikan. Dalam lima tahun terakhir, jumlah kelas menengah turun drastis sebesar 16,5% atau sekitar 9,48 juta orang, dari 57,33 juta pada 2019 menjadi 47,85 juta pada 2024. Meskipun berperan besar dalam menopang perekonomian nasional, kelompok ini justru minim perlindungan kebijakan, sehingga rawan terperosok ke bawah tanpa jaring pengaman sosial yang memadai.(tirto.id).


Laporan LPEM FEB UI menunjukkan bahwa banyak warga Indonesia mulai mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, listrik, air, dan transportasi, yang tercermin dari penurunan simpanan individu sebesar 1,09% secara tahunan pada triwulan I-2025. Hal ini menandakan melemahnya daya beli masyarakat. Di sisi lain, pertumbuhan kredit konsumsi dan KPR ikut melambat, disertai peningkatan kehati-hatian perbankan terhadap konsumen berisiko tinggi. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), termasuk giro dan deposito berjangka, juga mengalami perlambatan pertumbuhan, memperkuat indikasi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat secara luas. (CNBC Indonesia).


Dalam periode Agustus 2024 hingga Februari 2025, hampir 1 juta pekerja terkena PHK, dengan sektor tekstil sebagai penyumbang terbesar. Data BPS mencatat 939.038 orang kehilangan pekerjaan. Sementara penyerapan tenaga kerja hanya tumbuh 523.383 orang. Hal ini menyebabkan penurunan bersih tenaga kerja sebesar 415.655 orang. Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menyebut gelombang PHK bisa terus berlanjut akibat banjir impor murah dan lesunya konsumsi domestik. KSPN mendesak pemerintah untuk mengetatkan pengawasan impor, menutup celah bagi importir nakal, dan meningkatkan belanja negara untuk produk dalam negeri yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi guna menggerakkan ekonomi nasional. (MetroTV)


Ekonomi rumah tangga Indonesia sedang tertekan berat, terutama di kelas menengah dan kelompok pekerja. Kelas menengah kini sulit naik kelas dan rentan jatuh miskin, daya beli lemah, dan tak punya cukup perlindungan kebijakan.


Banyak warga kini mengandalkan tabungan untuk hidup sehari-hari, mencerminkan daya beli yang terus melemah. Tekanan di sisi ketenagakerjaan, dengan hampir 1 juta PHK, terutama di sektor padat karya seperti tekstil, yang diperparah oleh serbuan impor murah dan turunnya permintaan domestik.


Menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-80, para tokoh dari enam agama besar di Indonesia membacakan Deklarasi Damai dalam Silaturahmi Nasional FKUB di Serpong. Deklarasi ini menegaskan pentingnya menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta merawat kerukunan umat beragama. Para tokoh menyoroti kemajemukan sebagai rahmat yang harus diwariskan, pentingnya komunikasi terbuka untuk mencegah konflik, kepekaan terhadap isu kemanusiaan seperti kemiskinan dan kerusakan lingkungan, serta perlunya sinergi semua pihak, dari pemerintah hingga tokoh agama, dalam mengedukasi masyarakat, mendeteksi dini potensi konflik, dan menangani intoleransi secara adil dan menyeluruh.(Kemenag.id).


Deklarasi damai menjelang HUT RI ke-80 memang patut diapresiasi sebagai usaha menjaga kerukunan. Namun, bila narasi ini tidak dibarengi dengan penyelesaian ketimpangan ekonomi dan pemenuhan hak dasar rakyat, maka ia berpotensi menjadi tameng retoris atas kondisi kemunduran diam-diam yang sedang menggerogoti bangsa. Indonesia merdeka bukan sekadar bebas konflik antaragama, tetapi bebas dari kemiskinan struktural, penindasan ekonomi, dan ketimpangan sosial. Tanpa itu, kemerdekaan hanya tinggal jargon, bukan kenyataan. 


Kemunduran negara ini tak bisa dilawan hanya dengan seremonial kemerdekaan dan slogan optimis. Ia butuh pemimpin yang jujur membaca kondisi, rakyat yang sadar dan peduli, sistem yang benar-benar membela rakyat, bukan sekadar ekonomi makro.

Sistem kapitalis sekularisme saat ini tidak mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. 


Rakyat harus menyadari bahwa kita membutuhkan aturan Islam yang diterapkan Dalam sebuah negara yaitu Daulah Islam. Dalam Daulah Islam pemenuhan kebutuhan pokok rakyat merupakan kewajiban negara dan menjadi bagian dari tanggung jawab langsung Khalifah (pemimpin). Sistem ini menempatkan rakyat sebagai prioritas utama dan menjamin kebutuhan dasar secara menyeluruh, merata, dan berkeadilan.


Menurut Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir dan seorang ulama besar dalam pemikiran politik Islam, kepemilikan dalam Islam terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu kepemilikan Individu, kepemilikan masyarakat, dan kepemilikan negara. Masing-masing dengan hukum dan pengaturannya sendiri. Ini dirinci dalam karya beliau seperti An-Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam (Sistem Ekonomi dalam Islam).


Sistem daulah Islam menjamin keadilan distribusi kekayaan, menghindari konsentrasi kekayaan pada segelintir orang, mencegah dominasi negara atas semua sumber daya. 


Sistem kepemilikan ini bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, menjaga hak milik individu, dan memastikan pengelolaan kekayaan umat tidak diserahkan kepada swasta yang bisa mengeksploitasi rakyat.


Penutup

Kemerdekaan sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik atau konflik antaragama, tetapi bebas dari kemiskinan struktural, ketimpangan ekonomi, dan penindasan sistemik.

Untuk itu, dibutuhkan kesadaran rakyat, pemimpin yang jujur, dan sistem Islam yang diterapkan secara kaffah agar keadilan dan kesejahteraan menjadi kenyataan, bukan sekadar janji tahunan di bulan Agustus. []

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,173,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,185,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,583,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,80,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,608,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Di Balik Parade Merah Putih: Kelas Menengah Ambruk, PHK Menggila
Di Balik Parade Merah Putih: Kelas Menengah Ambruk, PHK Menggila
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKOQ-4SKU_0EB7go9tGOHUw7VXZxe5G5xllfoj7MBU3OUQEDGElE843AxsxsuDGccpHH8tiblyhSsBOWZwXXxjnWgKi2AsjBsb14O5SjVa5M_lQGv72uB9Nqd0ZrZ-BSsKbYjeU5DBLTuLqZzWETGeG1uEkZ3YNMyBQxtSOv6iHatgUEJl0d9ICQQpDC1w/w356-h640/1000316621.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKOQ-4SKU_0EB7go9tGOHUw7VXZxe5G5xllfoj7MBU3OUQEDGElE843AxsxsuDGccpHH8tiblyhSsBOWZwXXxjnWgKi2AsjBsb14O5SjVa5M_lQGv72uB9Nqd0ZrZ-BSsKbYjeU5DBLTuLqZzWETGeG1uEkZ3YNMyBQxtSOv6iHatgUEJl0d9ICQQpDC1w/s72-w356-c-h640/1000316621.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/08/di-balik-parade-merah-putih-kelas.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/08/di-balik-parade-merah-putih-kelas.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content