MEDIA SUMBAR. NET -- Pulau Punjung – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat koordinasi final tim seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026, Rabu (8/4). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Kabupaten Dharmasraya ini bertujuan memastikan seluruh tahapan seleksi lanjutan berjalan secara transparan, objektif, dan bebas dari intervensi pihak manapun.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Dharmasraya Bobby Perdana Riza bersama jajaran Kesbangpol, serta dihadiri unsur TNI dari Kodim 0310/SSD, Polres Dharmasraya, tim medis dari Dinas Kesehatan, pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Dharmasraya, serta Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI). Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan seleksi yang profesional dan akuntabel.
Dalam arahannya, Kepala Badan Kesbangpol menegaskan bahwa seleksi tahun ini memanfaatkan sistem *Computer Assisted Test* (CAT) untuk materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Penggunaan teknologi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjamin objektivitas dan transparansi hasil seleksi.
Ia menjelaskan, dengan sistem CAT yang terintegrasi, hasil nilai peserta akan muncul secara real-time sehingga tidak memberi celah bagi praktik titip-menitip atau intervensi. Dengan demikian, peserta yang terpilih benar-benar merupakan mereka yang memiliki kemampuan terbaik sesuai standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi panitia, sebanyak 154 pelajar SMA/SMK/MA sederajat se-Kabupaten Dharmasraya dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan tes TWK dan TIU yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 April 2026. Jumlah peserta yang cukup besar mendorong panitia untuk menyusun pembagian sesi ujian guna menghindari penumpukan di lokasi pelaksanaan.
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dharmasraya juga turut disiagakan untuk memastikan kestabilan jaringan internet selama pelaksanaan tes berlangsung. Langkah ini diambil agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara optimal tanpa kendala teknis yang berarti.
Tak hanya aspek akademik, standar fisik dan kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam proses seleksi. Perwakilan unsur TNI dan Polri menegaskan bahwa pemeriksaan postur tubuh, kesehatan, serta kesimetrisan fisik akan dilakukan secara detail dan ketat. Hal ini penting untuk memastikan calon anggota Paskibraka memiliki ketahanan fisik yang memadai dalam menjalani pemusatan latihan yang intensif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap melalui proses seleksi yang bersih, transparan, dan profesional ini akan lahir putra-putri terbaik daerah yang tidak hanya unggul secara fisik dan intelektual, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Para peserta terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan tugas mulia sebagai pengibar bendera pusaka pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus mendatang.
