Fitri yang Tertunda, Ketika Tradisi Mengalahkan Prinsip




Oleh Alya Nur Amura Az-zahra

Aktivis Pelajar SMPIT Insantama Malang


Idul Fitri menjadi momen yang identik dengan bersalaman bermaaf maafan sesama keluarga, kerabat, sanak saudara, teman, guru, dan yang lainnya. Tradisi ini sudah turun menurun dan dilakukan hampir oleh semua orang tanpa berpikir panjang. Padahal di balik kebiasaan tersebut terdapat hal yang patut dipertanyakan- apakah kita benar benar sedang menjaga kesucian, atau justru tanpa sadar mengabaikan? sebelum lanjut kita perlu tau dulu, apa itu makna fitri? jadi, kata fitri berasal dari kata "fitrah", yang berarti kembali ke keadaan asli yang suci dan bersih dari dosa. 

Dalam hari raya idul fitri, maknanya adalah momen di mana seseorang diharapkan kembali seperti awal- bersih hatinya, baik perilakunya, dan lebih dekat dengan Allah. Namun, sangat disayangkan yang seharusnya menjadi momen bahagia karena bisa bertemu dengan sanak saudara malah menjadi momen "menambah dosa", tradisi bersalaman seringkali dianggap sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan, terus bilangnya "kan gak papa cuman salaman, kan gk pake nafsu" banyak sekali para pemuda yang memakai argumen tersebut untuk membenarkan kebiasaan tersebut. Padahal, dalam Islam, batasan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak hanya didasarkan pada ada atau tidak adanya nafsu, tetapi juga sebagai bentuk menjaga diri dan kehormatan. 

Sesuatu yang terlihat sederhana bisa menjadi makna yang berbeda ketika dilihat dari sudut pandang nilai dan prinsip yang seharusnya dijaga. kebiasaan yang terus dilakukan tanpa dipertanyakan dapat membuat seseorang merasa bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar, padahal belum tentu sesuai dengan ajaran islam, inilah yang kemudian membuat makna fitri perlahan. tergeser oleh tradisi yang sudah mengakar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai menyadari bahwa tidak semua tradisi harus diikuti tanpa pertimbangan. Silaturahmi tetap bisa dilakukan tanpa melanggar batasan yang ada. Menghormati orang lain tidak harus dengan sentuhan, tetapi bisa juga dengan sikap, ucapan yang tulus.

Sudah seharusnya momen Hari Raya Idul Fitri ini benar benar dimanfaatkan sebagai ajang untuk kembali kepada kesucian, bukan sekedar menjalankan kebiasaan yang telah ada. Jangan sampai di hari yang suci ini kita justru tanpa sadar melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran islam yang ingin kita capai

Pada akhirnya, menjaga makna fitri adalah tanggung jawab setiap individu. Tradisi boleh tetap berjalan, namun prinsip dan batasan harus tetap diutamakan agar kesucian di hari kemenangan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga benar benar terasa dalam kehidupan.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,10,Jakarta Selatan,1,KAI,181,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,188,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,600,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,81,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,616,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Fitri yang Tertunda, Ketika Tradisi Mengalahkan Prinsip
Fitri yang Tertunda, Ketika Tradisi Mengalahkan Prinsip
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDtEUKAooa4GcUAwKzFJkaqduQYz8SWJTgBmPobuhdweUOeO95s0sOHnuxpLe58RyhQXR5Ml_GRf-FkGQNbIYTBPXrpa_BWn2GORkfIGvzWT127iDMt3F7X-NkKBvdGWLakW5LUuVhCqs03qf72nXcsQ1ife8RIxc_-qPfhP4KCENM5cxs3q1bS91qfpIY/s320/WhatsApp%20Image%202026-03-24%20at%2019.56.09.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDtEUKAooa4GcUAwKzFJkaqduQYz8SWJTgBmPobuhdweUOeO95s0sOHnuxpLe58RyhQXR5Ml_GRf-FkGQNbIYTBPXrpa_BWn2GORkfIGvzWT127iDMt3F7X-NkKBvdGWLakW5LUuVhCqs03qf72nXcsQ1ife8RIxc_-qPfhP4KCENM5cxs3q1bS91qfpIY/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-03-24%20at%2019.56.09.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/03/fitri-yang-tertunda-ketika-tradisi.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/03/fitri-yang-tertunda-ketika-tradisi.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content