Padang – Meski musibah banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) telah berlalu lebih dari sebulan, duka mendalam masih menyelimuti masyarakat. Masa pasca-bencana ini menyisakan berbagai persoalan, terutama di daerah yang terdampak langsung seperti Palembayan (Agam), Asam Pulau (Lubuk Alung, Padang Pariaman), Kota Padang, serta beberapa titik lainnya. Di wilayah-wilayah tersebut, banyak rumah hanyut serta infrastruktur jalan dan fasilitas publik yang luluh lantak dihantam banjir.
Guna mempercepat pemulihan, Polda Sumbar di bawah komando Kapolda Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta terus konsisten membantu masyarakat. Polri bersinergi dengan berbagai lapisan warga untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan, sehingga kehadiran personel Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.
Di Palembayan, Kabupaten Agam, salah satu kebutuhan mendesak warga adalah air bersih. Merespons hal tersebut, Polda Sumbar telah membangun sumur bor di beberapa titik yang dilengkapi dengan tandon penampungan air. Bantuan ini pun disambut baik oleh masyarakat yang kini mulai terbantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.
Selain infrastruktur fisik, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Melalui program trauma healing, Kapolda Sumbar beserta jajaran memberikan bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah sambil berdialog serta menghibur anak-anak agar mereka kembali ceria pasca-trauma bencana.
Proses Identifikasi Jenazah oleh Tim DVI
Hingga saat ini, proses identifikasi korban jiwa masih berlangsung. Berdasarkan laporan Kapolda Sumbar, terdapat 31 jenazah di Palembayan yang masih dalam tahap identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Rinciannya terdiri dari 14 jenazah laki-laki, 12 perempuan, dan 5 bagian tubuh yang identitasnya belum diketahui.
Pada Rabu siang (7/1), sebanyak enam jenazah yang telah teridentifikasi di RSUD Lubuk Basung dimakamkan secara massal dalam satu liang lahat di TPU Sungai Jariang. Sebelum prosesi pemakaman, jenazah dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Raya Lubuk Basung dengan Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, bertindak langsung sebagai imam shalat jenazah.
Kapolda menambahkan bahwa sebelumnya juga telah dilakukan pemakaman massal terhadap 10 jenazah lainnya. Dengan demikian, hingga Rabu kemarin, total sudah 16 jenazah korban banjir di Kabupaten Agam yang dimakamkan secara massal di lokasi yang sama.
Secara keseluruhan, data terakhir mencatat korban jiwa akibat musibah banjir di Sumatera Barat mencapai 253 orang. Dari jumlah tersebut, 222 jenazah telah berhasil teridentifikasi (110 laki-laki dan 112 perempuan), sementara sisanya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Irjen Pol. Gatot menegaskan bahwa Polri bersama TNI, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus memaksimalkan proses identifikasi serta pemulasaran jenazah secara bermartabat. Seluruh proses dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap para korban, sembari memberikan pendampingan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Di akhir keterangannya, Kapolda mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Beliau meminta kepercayaan penuh kepada petugas yang tengah bekerja keras di lapangan.
“Atas nama negara dan institusi Polri, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Mari kita doakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan serta ketabahan,” tutup Kapolda.
(Laporan: Asfar Tanjung)
