Pandangan Islam tentang Game online

 

Oleh: Ummu Fauzi
Pegiat dakwah

Game online bagaikan narkoba dalam dunia maya. Candunya merusak generasi. Berbagai kasus kekerasan terinspirasi dari permainan tersebut, bullying, bundir, terror bom dan pembunuhan, seperti yang terjadi di Medan. Seorang anak AL 12 tahun tega membunuh ibunya sendiri yang berinisial F (42). Kombes Calvin Simanjuntak selaku Kapolrestabes Medan pada konferensi pers di Polrestabes Medan, menyampaikan kronologis pembunuhan tersebut. Sebelum kejadian korban dan dua anaknya tidur dalam satu kamar di lantai 1.

Pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB AL terbangun dan mengambil pisau untuk melukai korban yang sedang tertidur, kemudian membuka baju korban dan melukainya. Akibatnya korban menderita 26 luka tikam. Kakak tersangka terbangun dan terkejut ketika melihat adiknya sedang menikam ibunya berkali-kali. Kemudian merampas dan membuangnya sampai tangannya sempat tersayat. Salah satu pemicu anak tersebut membunuh ibunya adalah karena sakit hati game onlinenya dihapus. AL kerap kali memainkan game yang menggunakan pisau serta menonton serial anime pada saat adegan menggunakan pisau. (regional.kompas.com.read, Medan 29/12/2025)

Game online sudah menjadi candu bagi anak-anak yang mencobanya. Permainan ini banyak mengandung kekerasan, bebas, dan mudah diakses anak-anak sehingga berpengaruh pada emosi dan kesehatan mentalnya.

Game Online Lahir dari Sistem Kapitalis 

Platform digital pada saat ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas dengan mudah dan cepat. Tetapi, platform ini tidak netral, banyak nilai dan ajaran yang merusak dikemas dalam bentuk game yang menarik. Seperti game online yang banyak digandrungi oleh para remaja saat ini. Permainan ini bagaikan narkoba yang merusak, kecanduannya telah nyata kemudharatan Tontonannya yang sering kali memperlihatkan kekerasan dan pornoaksi, secara langsung mempengaruhi daya pikir dan tingkah laku para pemainnya. Anak yang sudah kecanduan game online bisa melakukan tindakan kriminal diluar nalar, seperti pada fakta di atas

Dengan kemasan yang menarik tentu banyak orang yang tertarik terutama generasi muda, karena saat ini yang diterapkan sistem kapitalis tentu saja ini menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Mereka meanfaatkan ruang digital ini untuk meraih keuntungan materi tanpa memedulikan kerusakan generasi dan kehidupan manusia. Bagi penguasa yang memang sudah berwatak kapitalis, selama menghasilkan uang, apapun akan dikembangkan secara serius. Sistem sekuler kapitalis telah membuat penguasa negeri ini telah kehilangan arah dalam membangun generasi. 

Pada saat sekarang di mana teknologi semakin modern, kita terlebih generasi tidak bisa menghindar dari dunia digitalisasi. Seperti media sosial dan game online menjadi teman keseharian bagi mereka. Hanya saja, negara tampak kurang mempersiapkan aturan atau ketentuan tentang cara mendidik dan membangun generasi yang faham digital, sehingga mereka tidak kebablasan dalam memanfaatkan digitalisasi. Dengan kata lain negara tidak mampu melindungi generasi dari bahaya kerusakan game online dengan konten kekerasan dan konten-konten lainnya yang membawa dampak buruk bagi generasi.

Inilah hasil dari diterapkannya sistem kapitalis sekuler. Negara seharusnya bisa memberikan suasana yang mendukung tumbuh kembang generasi agar menjadi individu unggul, berwawasan, melek digital juga berkepribadian dan berakhlak mulia. Tetapi pada faktanya negara hanya sibuk mencari keuntungan materi, generasi dibiarkan sendiri menjelajah dunia maya tanpa adanya kontrol yang jelas. Inilah yang terjadi ketika sistem yang memisahkan agama dan kehidupan diterapkan.

Game online dalam Pandangan Islam

Teknologi ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat jika berada di tangan orang yang tepat, sebaliknya bisa berbahaya jika dimanfaatkan dengan cara pandang yang salah tanpa pengawasan dan kontrol dari negara. Islam tidak anti teknologi. Hukum game online sendiri adalah mubah tetapi akan menjadi haram apabila melenakan dan melalaikan kewajiban seorang hamba kepada Allah serta mengandung unsur kekerasan, kemaksiatan, hingga kejahatan. Islam mewajibkan negara menjaga dan melindungi generasi dari segala bentuk kerusakan. Hegemoni ruang digital oleh kapitalisme global harus dilawan dengan kekuatan kedaulatan Islam secara global juga.

Islam punya cara dan arahan yang tepat agar teknologi bisa berdaya guna bagi masyarakat tanpa melalaikan kewajiban mereka untuk taat kepada Allah Swt. Diantaranya pertama, menerapkan pendidikan berbasis akidah Islam. Pendidikan Islam berfokus pada pembentukan pola sikap dan pola pikir generasi yang sesuai dengan Islam. Dengan akidah yang kuat, memiliki tujuan hidup berorientasi akhirat, mereka mampu memilih dan menimbang aktivitas yang bermanfaat dan yang tidak. Mereka akan mendahulukan perkara wajib dari pada yang mubah dan mereka juga akan mampu meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan syariat.

Kedua, mengatur industri game. Untuk mewujudkan generasi yang unggul negara akan melakukan proteksi penuh terhadap media sosial termasuk game online. Salah satunya yaitu menyaring dan memblokir setiap konten-konten yang mengandung kemaksiatan, kekerasan dan kejahatan. Hanya teknologi yang mengandung unsur edukatif dan bermanfaat secara positif yang akan diberlakukan. Negara juga mengontrol pengembangan industri game agar tidak menjadi aktivitas yang melalaikan.

Ketiga, penegakan hukum yang tegas. Sanksi akan diberikan kepada siapa saja yang menyalahi serta bertentangan dengan visi misi Islam. Perusahaan yang menyalahi aturan akan diberikan sanksi berupa takzir, yaitu ketentuan sanksi berdasarkan wewenang khalifah. Sistem sanksi dalam Islam akan membawa efek jera pelaku/pelanggar syariat. Alhasil setiap tindak kejahatan dan kemaksiatan tidak akan menyebar luas dan bebas seperti sekarang ini.

Keempat, negara akan memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dan manusia. Dengan visi, misi yang tepat teknologi akan menjadi mercusuar berkembangnya peradaban Islam. Demikianlah Islam punya cara pandang yang khas dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup manusia. Islam tidak menolak memanfaatkan kecanggihan teknologi, hanya saja Islam mempunyai pengaturan, pengawasan, dan pengontrolan terhadap kecanggihan digitalisasi agar tidak membawa dampak buruk bagi generasi.

Kerusakan generasi bisa ditangani dengan menerapkan sistem Islam yang menyeluruh. Tiga pilar dalam Islam (ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran serta perlindungan penuh dari negara), sistem politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan, sosial, dan budaya Islam apabila diterapkan oleh negara bukan saja akan menyelamatkan generasi tapi akan membawa kesejahteraan dan keamanan bagi seluruh warga.

Wallahu ’alam bishawwab.

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,76,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,9,Jakarta Selatan,1,KAI,142,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,195,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,173,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,518,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,92,Polresta Padang,1,Polri,79,Pontianak,1,Puisi,19,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,546,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Pandangan Islam tentang Game online
Pandangan Islam tentang Game online
Oleh: Ummu Fauzi Pegiat dakwah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiheeCQ9z7pJMfm3s1fRT8FMPpg3MA9iErIR7NmkW3_cMh4XTmz52CP9leBuTUsunIC_HVL97D1wLdfut91_jZDZr39zAhnE5ppnR2-oY-CNu-ofoBR74tTsxgxvRCC1hP5ZnVeC9OplliCQvd0UrWSpSSiMbRNT7PvaUKNork69CdNO-OPOtPbINSxyCD2/s320/1000647203.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiheeCQ9z7pJMfm3s1fRT8FMPpg3MA9iErIR7NmkW3_cMh4XTmz52CP9leBuTUsunIC_HVL97D1wLdfut91_jZDZr39zAhnE5ppnR2-oY-CNu-ofoBR74tTsxgxvRCC1hP5ZnVeC9OplliCQvd0UrWSpSSiMbRNT7PvaUKNork69CdNO-OPOtPbINSxyCD2/s72-c/1000647203.jpg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2026/01/pandangan-islam-tentang-game-online.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2026/01/pandangan-islam-tentang-game-online.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content