Menguak Fakta Rentetan Bencana Sumatra, Kapitalisme Biang Masalahnya

 



Oleh Heni Ummu Faiz

Ibu Pemerhati Umat


Jaga bumi, dan bumi akan menjagamu. Bumi akan selalu mencukupi kebutuhan semua manusia, namun tidak untuk memenuhi keserakahan satu manusia. Kedua peribahasa tersebut tepat sekali dengan kondisi yang dialami saudara kita di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Karena ulah keserakahan segelintir orang nyawa dan harta terus melayang karena terjangan banjir akibat deforestasi hutan. 

Sudah 21 hari kondisi Aceh makin memprihatinkan  jumlah korban terus bertambah meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus bertambah. Hari ini jumlah korban tewas menjadi 1.059 orang. "Per hari ini ditemukan tambahan 6 jasad. Di Aceh Utara 2 jiwa dan di Sumatera Utara, Tapanuli Tengah, 4 jiwa. Sehingga rekapitulasi korban meninggal per hari ini berjumlah 1.059 jiwa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers, Rabu (detiknews.com,17/12/2025).

Hingga saat ini kondisi rakyat Aceh,Sumatra Utara dan Sumatra Barat masih berduka. Bagaimana tidak mereka harus terus berjuang dalam keterbatasan. Menahan rasa lapar, dingin dan was-was banjir bandang datang lagi. Curah hujan yang tinggi sepanjang bulan Desember telah memberikan derita yang berkepanjangan bahkan mereka harus rela meninggalkan rumah menuju tempat pengungsian. Saat ini jumlah pengungsi mencapai 606.040 orang. Sebuah data yang sangat memilukan hati. 

Ironisnya kepekaan para pejabat sangat mengkhawatirkan di negeri ini. Di tengah derita rakyatnya masih saja ada pejabat mencari pencitraan di tengah bencana. Bahkan Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyindir pejabat publik agar tidak sekadar datang ke lokasi bencana hanya untuk berfoto atau mencari perhatian, menyebutnya sebagai "wisata bencana" yang tidak bagus dan menjadikan rakyat sebagai objek.

Dari sini kita bisa melihat bahwa pejabat yang ada  dalam sistem demokrasi kapitalis tidak memiliki kepekaan terhadap rakyatnya. Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Keuntungan menjadi tujuan dalam hidupnya. Penguasa tidak berfungsi sebagai penjaga dan pengurus rakyatnya malah lebih melindungi para kapitalis yang menjadi sumber derita rakyat Aceh, Sumatra dan lainnya.

Hal ini bisa telaah berdasarkan banjir bandang yang dipenuhi dengan kayu gelondongan. Karena jika murni bencana alam biasa tidak mungkin ada kayu gelondongan yang terus dibawa banjir bandang. Dari sini sudah dipastikan adanya deforestasi di wilayah tersebut.

Hutan-hutan digunduli hingga menimbulkan bencana yang tiada henti. Semua karena ulah dari para pejabat dan "cukong" kelas kakap yang telah menguasai hutan-hutan di negeri tercinta ini. Hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia guna menyimpan oksigen dan air, pada akhirnya harus hancur diganti dengan perkebunan sawit dan tambang-tambang secara masif. Berbagai dalih atas nama pembangunan terus digaungkan. Namun, celakanya inilah sumber petaka akibat dari pejabat yang berorientasi pada materi. 

Kembali ke Islam Solusinya 

Sistem Islam adalah sistem terbaik yang mampu menyelesaikan masalah umat. Islam telah mengatur pengurusan hutan agar tidak menimbulkan bencana bagi manusia. Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad yang artinya, “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” Dalam hal ini tidak boleh diperjualbelikan atau pun dikelola oleh swasta karena merupakan bagian dari kepemilikan umum. Semua orang boleh memanfaatkan tanpa menimbulkan perselisihan. Dalam hal ini muslim maupun nonmuslim berhak mendapatkannya seperti di masa kekhilafahan Islam. Sebagai contoh pemanfaatanfa dalam air yang mengalir seperti di lembah, sungai besar seperti Jihun, Sihun, Eufrat, Tigris dan Nil. 

Untuk itu haram jika negara menyerahkan pengelolaan sumber daya alam kepada individu, korporasi, lokal, maupun pihak asing. Terlebih lagi jika diperjualbelikan hingga menimbulkan derita bagi rakyat seperti di Aceh, Medan dan Sumatra. Rasulullah saw. mengancam kepada para penguasa yang jahat dan lalim. 

Dari Ma’qil bin Yasâr radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih melakukan curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga di atasnya.'” (Muttafaq ‘alaih).

Alhasil, pemimpin yang zalim, serakah yang hidup di bawah cengkeraman sistem kapitalis sekuler tidak akan membawa keberkahan dunia akhirat. Kepemimpinan yang tidak tunduk terhadap aturan Allah akan menimbulkan berbagai masalah. Karena melalui kebijakannya akan lahir dampak-dampak buruk seperti saat ini. 

Oleh karena itu perlu melakukan penyadaran untuk kembali kepada hukum-hukum Islam dari tingkat bawah hingga atas. Hal ini dengan terus menggencarkan dakwah syariah Khilafah dan menguak fakta akibat menerapkan sistem yang bukan dari Islam. 

Wallahualam bissawab.

MieNas Sayange Area Kota Padang Terenak

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,85,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,2,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,2,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,3,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,12,DPR RI,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,3,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,10,Jakarta Selatan,1,KAI,181,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,198,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,188,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,600,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,3,Pariaman,5,Pasaman,2,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,102,Polresta Padang,1,Polri,81,Pontianak,1,Puisi,20,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,3,Semarang,1,Sijunjung,2,Smartphone,2,Solok,2,Sulawesi Selatan,2,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,616,Tanah Datar,2,Tanggerang,2,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,105,UNAND,21,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,11,
ltr
item
Media Sumbar: Menguak Fakta Rentetan Bencana Sumatra, Kapitalisme Biang Masalahnya
Menguak Fakta Rentetan Bencana Sumatra, Kapitalisme Biang Masalahnya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRL0ubUbBfYmvl3wI25dz_JqW4nUPGTSYsH2_phtxOxCAtYOyHqheJplKBqtgM-JBKTTevnBlZ9B9l5feQAZzheIRJNTvfU68xEZ-sVhxFW3mN0DxB_b2vZIcau407pntoIk34KUApRkkXDYmkGf9LqW-jYnrx5iiUYO7E3YTOE9XclCHOup896ucPpZpE/s320/WhatsApp%20Image%202025-12-31%20at%2012.42.45.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRL0ubUbBfYmvl3wI25dz_JqW4nUPGTSYsH2_phtxOxCAtYOyHqheJplKBqtgM-JBKTTevnBlZ9B9l5feQAZzheIRJNTvfU68xEZ-sVhxFW3mN0DxB_b2vZIcau407pntoIk34KUApRkkXDYmkGf9LqW-jYnrx5iiUYO7E3YTOE9XclCHOup896ucPpZpE/s72-c/WhatsApp%20Image%202025-12-31%20at%2012.42.45.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/12/menguak-fakta-rentetan-bencana-sumatra.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/12/menguak-fakta-rentetan-bencana-sumatra.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content