Laporan Asfar Tanjung
Padang, Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta menghimbau masyarakat Sumbar untuk menyambut dan merayakan tahun baru 2026 secara sederhana, tanpa membunyikan petasan dan kembang api.
Sebagai ujud empati kepada saudara yang terkena musibah banjir dan longsor, kata Kapolda Gatot, tidak sepatutnya masyarakat merayakan dengan suasana kegembiraan.
Banyak korban yang kehilangan harta benda dan anggota keluarga, sehingga mereka membutuhkan uluran tangan dan bantuan. "Rasa simpati dan empati dari kita semua sangat diharapkan. Tanpa suka cita, mari kita sambut tahun baru dengan kesederhanaan dan hadapi tahun 2026 dengan program yang positif untuk kemajuan ekonomi, pendidikan, sosial, serta menjaga stabilitas kamtibmas," ujarnya.
Mengenai suasana kamtibmas akhir-akhir ini, Kapolda menyatakan cukup aman dan terkendali.
Untuk menghadapi persoalan lalu lintas di jalur strategis seperti Sitinjau Lauik dan Malibo Anai, dilakukan pengamanan oleh Polri bersama masyarakat, dengan petugas setiap 100 meter.
Patroli mobil polisi juga melakukan sosialisasi agar pengguna jalan tertib, sabar jika ada antrean panjang, dan waspada karena lalu lintas di jalan raya dan objek wisata akan lebih ramai.
Untuk pengamanan menyambut tahun baru, Polda Sumbar menurunkan 2.290 personil Polri yang menyebar di seluruh Sumbar. Selain itu, ada 254 personil TNI dan 1.667 orang dari instansi terkait seperti Dishub, Kesehatan, dan BPBD.
Kasat Lantas Polresta Padang AKP Riwal menjelaskan bahwa untuk jakur Sitinjau Lauik yang rawan longsor dan kecelakaan, sudah didirikan Posko Pengamanan dengan petugas di beberapa titik untuk mengawasi arus lalu lintas dan mengatasi kemacetan segera.
Kapolda menyarankan masyarakat yang berkunjung ke daerah rawan kecelakaan, longsor, dan kemacetan seperti Malibo Anai dan Sitinjau Lauik agar lebih waspada, hati-hati, dan selalu berdoa agar selamat sampai tujuan.
