![]() |
| Oleh: Yuli Mariyam (Pendidik Generasi Tangguh) |
Allah menciptakan manusia dengan seperangkat Ghorizah atau Naluri. Ada gharizah Tadayun atau Naluri berketuhanan, ghorizzatun Nau' atau Naluri untuk melestarikan keturunan dan juga ghorizah Baqa' yakni berhubungan dengan eksistensi manusia dalam mempertahankan diri sebagai validasi terhadap keberadaan manusia dengan manusia lain. Naluri mempertahankan diri ini berkaitan erat dengan kebutuhan jasmani manusia baik di dalam pemenuhan sandang, pangan, papan maupun dalam hal pendidikan dan pekerjaan.
Kondisi perekonomian dunia saat ini membuka fakta adanya gelombang PHK yang tak terbendung, lapangan pekerjaan yang semakin menyempit, ekonomi yang lesu serta pasar kerja yang tak bergairah, ditambah lagi dengan kinerja perusahaan yang tidak optimal memunculkan fenomena baru yang disebut dengan job hugging, kondisi ini menggambarkan para pekerja yang tidak tertarik untuk mencari batu loncatan meski ada kesempatan di depan mata bahkan jika pekerjaan itu lebih baik dari pekerjaan yang dijalani.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (UNMUL) bersama SKK Migas menggelar kuliah umum bertema "Menggerakkan Potensi Generasi Muda dalam Inovasi Dunia Kerja", Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang dan membangun inovasi diri pada mahasiswa (Berita Unmul.ac.id 18/9/2025)
Motivasi serupa juga dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, mereka menyebutkan, untuk memaksimalkan potensi SDA yang ada, SDM harus melakukan pekerjaan dengan cara yang berbeda atau disebut Business Unusual. Tetapi konteksnya positif. Business unusual itu berarti melakukan pekerjaan yang masif, agresif, dan efisien. Mereka yakin hanya anak-anak muda bisa menjalankan, karena perubahan ada di tangan pamuda. Hal ini bukanlah tidak berdasar, tidak terlupa beberapa waktu yang lalu muncul #kabur aja dulu yang perlu dikhawatirkan oleh pemerintah terhadap pemuda, kita akan kehilangan SDM jika pemuda lebih memilih untuk berkarir di luar negeri daripada di negeri sendiri.
Generasi Muda Main Aman.
Pemuda dengan digitalisasi informasi yang begitu cepat dan memudahkan, menciptakan generasi muda yang tidak banyak melakukan aksi yang bersifat fisik, gadget membantu mereka melakukan banyak hal dari dalam rumah mereka, baik.pendidikan, work from home, menjadi konten kreator maupun bertransaksi apapun, meski kondisi tersebut kerap dijadikan komoditas ekonomi para kapital, pemuda lebih memilih untuk tetap bekerja meski dengan gaji yang rendah asal pasti, daripada harus bersaing kembali dengan para pelamar pekerjaan, meski peluang itu ada di depan mata dan menjanjikan. Namun adakah hal tersebut aman bagi pemuda? beberapa penelitian mengatakan bahwa job hugging pada dasarnya adalah sebuah kondisi yang terpaksa dilakukan, aktivitas yang terus menerus dalam suasana tidak nyaman akan mengakibatkan kinerja yang menurun, gangguan kecemasan, tidak sanggup untuk mengambil keputusan dan menurunnya inovasi dan produksi bahkan mendatangkan penyakit psikosomatis. Jika sudah demikian, maka perusahaan akan berpikir ulang untuk tetap menggunakan SDM tersebut atau memberhentikannya. Sebagian pakar karir memberikan solusi bahwa senantiasa mengupgrade diri dengan skill yang baru akan memudahkan seseorang membuat keputusan untuk lanjut pada pekerjaan semula atau resign dengan membuka usaha baru maupun bekerja pada perusahaan yang baru sesuai dengan keahliannya.
Bukan Sekedar Harapan
Indonesia tahun 2045 bermimpi menjadi Indonesia emas, bonus demografi yakni usia produktif pada penduduk Indonesia mencapai 60%, hal ini bisa dicapai jika pemuda dalam 5 dasar yang tepat, yakni:
1.Pendidikan.
2.Kesehatan dan kesejahteraan.
3. Lapangan dan kesempatan kerja.
4. Partisipasi dan kepemimpinan.
5. Gender dan diskriminasi.
Namun hal ini akan sulit tercapai jika pendidikan tidak berdasarkan kepada aqidah yang benar yang akan menjawab 3 permasalahan pokok manusia yakni dari mana dia berasal, untuk apa dia di dunia dan akan kemana dia setelah hidup di dunia. Hanya Islam lah yang mampu memberikan pendidikan dengan basis akidah tersebut, pendidikan yang tepat akan membawa dampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang akan dipenuhi dengan baik oleh negara bahkan dengan harga yang terjangkau, begitu juga lapangan dan kesempatan kerja akan senantiasa di buka dengan cara menghidupkan lahan mati, negara akan mengelola sumber daya alam tanpa menyerahkannya kepada swasta ataupun asing agar membuka lahan pekerjaan bagi SDM yang ada. Manusia akan senantiasa berinovasi untuk memberikan yang terbaik kepada negara sebagai bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Allah berfirman dalam surat al-hujurat ayat 10 :
ÙَĜ§ِĜ°َĜ§ ÙُĜĥِÙَĜŞِ Ĝ§ÙĜµَّÙٰÙĜİُ ÙَĜ§ÙْĜŞَĜ´ِĜħُÙْĜ§ ÙِÙ Ĝ§ÙْĜ§َĜħْĜĥِ ÙَĜ§Ĝ¨ْĜŞَĜşُÙْĜ§ Ù ِÙْ ÙَĜĥْÙِ Ĝ§ÙÙّٰÙِ ÙَĜ§Ĝ°ْÙُĜħُÙĜ§ Ĝ§ÙÙّٰÙَ ÙَĜĞِÙْĜħًĜ§ ÙَّĜıَÙَّÙُÙ ْ ĜŞُÙْÙِĜُÙْÙَ
Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.
Perintah Allah bertebaran dan mencari karunia Allah di seluruh penjuru bumi menandakan manusia tidak boleh stagnan dia harus senantiasa mengupgrade dirinya sehingga mampu menjelajah dunia dengan segala perbedaan baik secara gender maupun diskriminatif.
Wallahualam bishowab.
