Oleh Nurenda
Aktivis Dakwah
Pendidikan bisa diartikan sebagai proses
pengembangan suatu potensi dari setiap individu melalui suatu sistem
pembelajaran, pelatihan, dan pengalaman, yang pada akhirnya diperoleh hasil
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam praktik
kehidupan. Adapun secara umum bisa
dijelaskan bahwa pendidikan bertujuan untuk membentuk individu yang mempunyai
kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian yang baik, berikut pula kemampuan untuk
berkontribusi pada masyarakat dan negara.
Sedangkan pengertian Pendidikan secara Islam adalah upaya sistematis, terencana, dan komprehensif untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam, baik secara individu maupun sosial, yang bertujuan membentuk pribadi muslim yang paripurna, bertakwa, berakhlak mulia, dan mampu menjalankan peran sebagai hamba Allah serta khalifah di muka bumi.
Jakarta, CNN Indonesia, wakil ketua komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan tingkat tinggi di Indonesia yang hanya berada pada kisaran 30-40 persen untuk kelompok usia 19-23 tahun.
Lalu mengaku perbandingan angka tersebut, sebab masih ada jurang ketimpangan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan pendidikan dasar dan pendidikan tinggi.
Berdasarkan data BPS 2024, Lalu menyebut Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk jenjang SD mencapai lebih dari 99 persen. Peningkatan APS SMP masih tinggi, namun di SMA menurun signifikan hingga kisaran 70-80 persen, lalu kembali merosotnya penurunan pendidikan tinggi.
"Untuk kelompok usia 19-23 tahun, jenjang pendidikan tinggi partisipasi kembali anjlok ke level 30-40 persen", kata Lalu dalam keterangannya (Kamis, 14/8/2025).
Fakta pendidikan hari ini adalah selain memiliki akses Pendidikan Dasar sudah cukup baik dengan angka partisipasi yang tinggi, namun pendistribusian pendidikannya yang belum merata, terutama di daerah perkotaan dan terpencil. Hasil asesmen dan survei Internasional menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa di Indonesia juga masih harus ditingkatkan. Tantangan yang paling konflik adalah kualitas gurunya, kemudian kurikulum serta kesenjangan pendidikan antar wilayah.
Beberapa faktor yang bisa menghambat Dunia Pendidikan di Indonesia, diantaranya yaitu rendahnya kualitas guru misalnya. Banyak guru yang kita dapati yang belum memiliki kompetensi yang memadai, baik dari segi pengetahuan maupun kemampuan mengajar, hal tersebut terlihat dari hasil survei PISA yang menunjukkan peringkat Indonesia masih rendah dalam bidang membaca, matematika dan sains.
Faktor lainnya juga bisa dari infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang belum merata. Banyak sekolah terpencil yang kekurangan fasilitas dasar, contohnya: ruang kelas yang memadai, buku pelajaran ataupun akses internet, kurikulum yang belum relevan, kesenjangan pembiayaan pendidikan yang realokasinya sering kali tidak mencukupi kebutuhan nyata di lapangan, terutama di daerah-daerah terpencil.
Pendidikan bertujuan untuk membentuk suatu karakter individu yang tidak hanya cerdas secara akademisi, tetapi juga memiliki karakter yang sangat baik, serta mampu beradaptasi dengan perubahan, dan berkontribusi positif pada masyarakat.
Apakah sebenarnya yang menyebabkan menurunnya partisipasi masyarakat terhadap Dunia Pendidikan? yaitu faktor kemiskinan dan keterbatasan ekonomi, yang kemudian menjadi pemahaman yang salah tentang pendidikan, serta kualitas pendidikan yang rendah, serta dipengaruhi pula oleh faktor sosial dan budayanya itu sendiri.
Kurangnya kesadaran pendidikan pada masyarakat hasilnya akan menimbulkan dampak yang sangat besar, karena rendahnya kesadaran masyarakat yang mengakibatkan sumber daya manusia yang rendah, akhirnya bisa menghambat kemajuan suatu bangsa. Sebab, masyarakat kurang terdidik maka keterampilannya pun akan terbatas, akhirnya sulit bersaing di pasar kerja dan kurang berkontribusi pada bidang pembangunan yang bisa memperburuk masalah sosial ekonomi, seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan.
Peran serta Pemerintah seyogianya adalah memastikan pemerataan, peningkatan mutu, dan aksesibilitas pendidikan dengan bebe, seperti: membangun sekolah di daerah terpencil, memberikan program beasiswa, dilaksanakannya program wajib belajar, serta mengembangkan kurikulum dan pelatihan guru, penyediaan sarana dan prasarana serta program-program penting lainnya yang berhubungan dengan Dunia Pendidikan. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Dengan harapan Dunia Pendidikan Indonesia di masa depan jauh berkualitas dan merata yang mampu menghasilkan generasi-generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, serta berdaya saing global, yang diharapkan mampu mempersiapkan siswa dengan keterampilan di abad ke-21 yang relevan dengan pemenuhan kebutuhan dunia kerja serta tantangan global yang sebenarnya.
Dengan demikian hanya sistem Islam yang mampu mewujudkan bangkitnya kesadaran masyarakat (umat) agar mau peduli dengan pendidikan. Sebab, syariat Islam mewajibkan kepada setiap individu untuk menuntut ilmu, mulai dari buaian hingga ke liang lahat.
Wallahualam bissawab.