Oleh Heni Rohaeni
Aktivis Muslimah
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Seratusan lebih massa aksi yang tergabung dalam aliansi Gerakan Aceh Menggugat (GAM) menggelar aksi solidaritas di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Jumat sore (26/12/2025). Pada aksi tersebut, massa mengibarkan bendera putih sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bendera putih tersebut juga simbol untuk mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar menetapkan musibah banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera sebagai bencana nasional. Pantauan wartawan Serambinews.com (Serambi Indonesia), Masrian Mizani di lokasi, massa awalnya bergerak dari Stadion Persada Gampong Kedai Siblah, Blangpidie, kemudian berhenti di Simpang Ceruna, dan seterusnya bertolak ke Tugu Bank Aceh. Pada aksi ini, massa menyampaikan tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Presiden Prabowo Subianto.
Poin-poin tuntutan itu dibacakan langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Ilham Rizki Maulana. Ia menyebutkan, bahwa hari ini pihaknya telah melaksanakan aksi solidaritas dan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang melanda Aceh dan sebagian Sumatera.
Aksi solidaritas tersebut menyuarakan kekecewaan terhadap penanganan bencana yang melanda Aceh dan Sumatera, menyerukan kepada penguasa agar tidak mengabaikan korban bencana, yang memerlukan penanganan cepat dan serius. Bantuan kemanusiaan sangat lambat, masyarakat yang terkena dampak banjir bandang membutuhkan bantuan pakaian, makanan dan tempat tinggal jika ada bantuan pun dipersulit .
Dalam sistem kapital rakyat menjadi korban keserakahan penguasa, mereka sibuk memperkaya diri sendiri, menyerahkan pengelolahan sumber daya alam kepada asing, mengambil keuntungan tidak peduli lingkungan akan rusak saat bencana terjadi rakyat yang merasakan dampaknya.
Dalam Islam terjadinya kerusakan di darat dan di laut ini dijelaskan dalam surat ar-Rum ayat 41, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Islam yang merupakan rahmat untuk seluruh alam mempunyai solusi mengatasi bencana banjir. Dalam naungan khilafah menanggani bencana alam akan membentuk badan khusus untuk menangani korban bertindak cepat, menyediakan tenda, makanan,pakaian dan pengobatan dan alat -alat yang dibutuhkan korban. Khilafah juga menetapkan daerah cagar alam yang harus di lindungi, tidak boleh dimanfaatkan kecuali atas izin, memberikan sanksi bagi yang merusak lingkungan hidup tanpa pandang bulu.
Wallahualam bissawab
