Air dalam Pengelolaan Islam

 


Oleh D Budiarti Saputri

Tenaga Kesehatan

 

Air menjadi sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Maka, keberadaannya sangat penting dan harus dilestarikan. Sayangnya, eksploitasi air saat ini menjadi salah satu industri yang dipandang menguntungkan.

Banyak mata air di berbagai daerah dikuasai oleh perusahaan air minum. Bahkan perusahaan tersebut  mengambil air tanah dalam dengan sumur bor. Hal ini menjadi viral belum lama ini setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengunjungi pabrik salah satu produsen air kemasan di daerah Subang.

Dalam kunjungannya, KDM baru mengetahui bahwa air yang diambil oleh produsen AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) tersebut diambil dari air tanah dalam dengan cara di bor. Publik menilai bahwa klaim AMDK yang berasal dari mata air pegunungan ternyata tidak benar, masyarakat di sosial media meminta penjelasan langsung dari produsen.

Pihak produsen pun langsung memberikan tanggapan dengan mengklarivikasi dalam situsnya (22-10-2025), Pihaknya menjelaskan bahwa proses penentuan sumber air AQUA dilakukan oleh tim ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi. AQUA hanya menggunakan air dari akuifer dalam (kedalaman 60–140 meter), bukan dari air permukaan atau air tanah dangkal. Akuifer ini terlindungi secara alami oleh lapisan kedap air sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia dan tidak mengganggu penggunaan air masyarakat.

Namun demikian, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan akan memanggil manajemen PT Tirta Investama. Jika ditemukan pelanggaran terhadap UU Perlindungan Konsumen, AQUA akan dikenai sanksi administratif hingga pidana dengan dugaan iklan menyesatkan. Kementerian ESDM pun diminta turun tangan untuk memastikan metode pengambilan air tersebut sesuai dengan izin pemanfaatan air tanah industri atau tidak.

Pengambilan akuifer dalam berisiko pada penurunan muka air tanah, hilangnya mata air di sekitar. Warga sekitar pabrik kekurangan air karena airnya sudah tersedot oleh perusahaan. Air bersih menjadi barang mewah yang tidak bisa diakses oleh semua orang. Banyak warga miskin di perkotaan pun harus merogoh kocek demi membeli air galon, sedangkan perusahaan besar dibebaskan mengambil air untuk menjualnya kembali.

Selain itu, banyak kajian ilmiah menunjukkan dampak buruk akibat pemanfaatan air tanah secara besar-besaran. Misalnya, pengambilan akuifer dalam skala besar dapat menurunkan permukaan air tanah, menghilangkan mata air di sekitar, serta menimbulkan potensi amblesan tanah (land subsidence), dan lain-lain.

Meskipun perusahaan AMDK mengaku memiliki tim ahli untuk menjaga keamanan, tetap saja potensi kerusakan itu ada. Seperti di Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa permukaan tanah di pesisir Jakarta dan Jawa mengalami penurunan hingga 10 cm per tahun, bahkan di Jakarta mencapai 20–30%. Penyebab utamanya adalah masifnya pengambilan air tanah. Kondisi ini akan menyebabkan makin meningkatnya potensi banjir rob.

Islam sebagai ajaran yang paripurna telah mengatur tata kelola air. Islam memfungsikan negara sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menyediakan air bagi masyarakat karena air merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Dengan demikian, seluruh upaya yang dilakukan negara akan berfokus pada kemaslahatan umat.

Rasulullah ï·º bersabda, “Imam (khalifah) itu laksana penggembala, dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat, Islam memiliki sistem kepemilikan yang akan mengantarkan pada ketersediaan air yang melimpah. Dalam kitab An-Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam karya Syekh Taqiyuddin an-Nabhani, kepemilikan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kepemilikan individu, umum, dan negara. Air termasuk kategori kepemilikan umum karena merupakan kebutuhan vital masyarakat dan akan menyebabkan krisis jika hilang.

Negara Islam akan mengelola sumber air sehingga seluruh rakyat dapat menikmatinya secara gratis. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan mendirikan industri air bersih perpipaan yang menjangkau seluruh pelosok negeri, atau mengemas air agar praktis dibawa ke mana-mana. Semua itu sangat mungkin diwujudkan dengan dukungan pembiayaan dari baitulmal.

Pengelolaan keuangan negara berbasis syariat Islam akan menjadikan pemasukan baitul mal melimpah, sehingga mampu menghadirkan teknologi canggih untuk menyelesaikan seluruh urusan manusia. Dengan demikian, air akan tersalurkan secara merata ke seluruh pelosok negeri dan kerusakan alam dapat diminimalkan. Ini karena ketika negara yang mengelola, ia akan mengambil air sesuai kebutuhan, bukan sesuai kepentingan laba. Wallahualam bissawab

Nama

50 Kota,1,Agam,5,Artikel,70,Bahan Ajar PAI Kelas 7,3,Balikpapan,2,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banjarmasin,1,Bank Nagari,1,Baznas,1,bencana alam,1,BIM,2,Bisnis,1,BNNP,4,BPS,1,Cerpen,2,Daerah,1,Depok,1,Dharmasraya,1,DPRD Bukittinggi,7,DPRD Padang,2,Era Digital,1,Filipina,1,Film,3,Hiburan,1,Internasional,18,Jakarta,7,Jakarta Selatan,1,KAI,125,Kalimantan Tengah,1,Kalimantan Timur,1,Kampus,41,KDEKS,1,Kejati Sumbar,17,Kesehatan,10,KJI,3,Komedi,1,Koperasi,2,Kota Padang,187,Kota Solok,1,Kuliner,2,Lampung,1,Lifestyle,3,Loker,1,Lubuk Basung,2,Malaysia,1,Nasehat,1,Nasional,158,Natuna,1,Olahraga,2,Opini,450,Otomotif,1,Padang,10,Padang Pariaman,10,Padnag,1,Panggil Aku Ayah,1,Papua,2,ParagonCorp,2,Pariaman,5,Pasaman,1,Pasaman Barat,7,Payakumbuh,2,Pekanbaru,14,Pemerintah,1,pemerintahan,2,Pemkab Solok,4,Pemko Padang,62,pendidikan,2,Pendidikan,19,Peristiwa,2,Perumda Air Minum,1,Pesisir Selatan,6,PLN,10,Polda,1,Polda Sumbar,72,Polresta Padang,1,Polri,73,Pontianak,1,Puisi,18,Riau,5,Salimah Kota Padang,1,Samarinda,1,Sawahlunto,2,Semarang,1,Sijunjung,1,Smartphone,2,Solok,1,Sulawesi Selatan,1,Sulawesi Tengah,1,Sumatera Bagian Tengah,1,Sumatera Selatan,1,Sumbar,506,Tanah Datar,2,Tanggerang,1,Teknologi,3,Telkom,1,Tips,6,TNI,104,UNAND,20,UNP,24,Vidio,1,Visinema Studios & CJ ENM,1,Wisata,4,Yastis,10,
ltr
item
Media Sumbar: Air dalam Pengelolaan Islam
Air dalam Pengelolaan Islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5RIYU02tdwqULefUuYC1D8boV-qptVWHCtHQXS6SMyG8neP98XN_FQl15a6nqxj-6qTE1WtMZwWgJBqUGkycCx4jqanreeOP_6QSv8FoVRpChfvQVKS8-soG5bRzfJCHaAy56dmMJeMoRGTlc5tshMB5-tWgCNMm6nUjRZGTiNXIbFuHZQr4t8aH7R9c2/w209-h279/TEH%20DIAN.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5RIYU02tdwqULefUuYC1D8boV-qptVWHCtHQXS6SMyG8neP98XN_FQl15a6nqxj-6qTE1WtMZwWgJBqUGkycCx4jqanreeOP_6QSv8FoVRpChfvQVKS8-soG5bRzfJCHaAy56dmMJeMoRGTlc5tshMB5-tWgCNMm6nUjRZGTiNXIbFuHZQr4t8aH7R9c2/s72-w209-c-h279/TEH%20DIAN.jpeg
Media Sumbar
https://www.mediasumbar.net/2025/11/air-dalam-pengelolaan-islam.html
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/
https://www.mediasumbar.net/2025/11/air-dalam-pengelolaan-islam.html
true
7463688317406537976
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content