Sumatera Barat – Media di Sumatera Barat turut memberikan sorotan terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Himadikum UMRI) pada Senin lalu.
Dalam aksinya, para mahasiswa hukum tersebut menegaskan bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual dan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya demokrasi serta menegakkan keadilan di tengah rakyat.
“Mahasiswa itu harus kritis. Mahasiswa bukan sekadar penggembira, melainkan kaum intelektual yang punya peran penting dalam menjaga nurani bangsa,” demikian salah satu sorotan dari media Sumatera Barat terkait aksi tersebut.
Para mahasiswa hukum menekankan bahwa Kapolda Riau dan DPRD Provinsi Riau harus mendengarkan aspirasi mahasiswa, bukan sekadar memberi kalimat penenang tanpa tindak lanjut. Aspirasi yang disampaikan merupakan jeritan rakyat di tengah kondisi negara yang saat ini tidak sedang baik-baik saja: maraknya ketidakadilan, represifitas aparat, dan lemahnya keberpihakan wakil rakyat.
Aksi yang dilakukan Himadikum UMRI itu juga menjadi peringatan keras bahwa ketidakadilan hukum dan arogansi aparat tidak bisa terus dibiarkan. Mahasiswa hukum menyatakan akan terus berada di garda terdepan dalam mengawal kasus-kasus pelanggaran hukum, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Himadikum UMRI menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar rutinitas aksi, melainkan panggilan moral untuk memastikan hukum berjalan tegak, dan aparat maupun legislatif tidak lagi menutup mata terhadap penderitaan rakyat.
